Beranda > Artikel > 5 Fungsi Hormon Melatonin untuk Kebutuhan Tidur

5 Fungsi Hormon Melatonin untuk Kebutuhan Tidur

Fungsi Hormon Melatonin untuk Kebutuhan Tidur

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Apabila anda kurang istirahat, aktivitas yang anda lakukan bisa jadi tidak optimal. Agar anda bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik, tubuh anda memproduksi hormone melatonin yang ikut berperan serta dalam siklus tidur-bangun alami. Level melatonin paling tinggi ketika malam hari, namun karena pola hidup, kadar melatonin dapat berkurang hingga menyebabkan gangguan tidur (insomnia). Banyaknya pakar kesehatan yang merekomendasikan suplemen melatonin untuk membantu mengatasi insomnia. Terdapat fungsi hormone melatonin yang sangat membantu dalam memenuhu kebutuhan tidur. Jadi apa saja fungsi dari hormone ini? Yuk simak informasinya bersama Carevo di sini!

1. Meningkatkan kualitas tidur

Tidur yang berkualitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari luar tubuh seperti lokasi tidur yang nyaman maupun suhu kamar yang cenderung rendah, namun faktor dari dalam tubuh juga memegang peranan penting.

Terdapat penelitian double-blind yang dilakukan di India tahun 2016 pada 50 orang dengan insomnia, mengkonsumsi suplemen melatonin 2 jam sebelum tidur menunjukkan efek dapat mempercepat untuk tidur dan meningkatkan kualitas tidur secara menyeluruh.(1)

Penelitian lain yang sempat dilakukan pada 1683 pasien menunjukkan efek melatonin dapat mempercepat proses tidur, meningkatkan total waktu tidur, dan menjaga kualitas tidur agar lebih baik.(2)

2. Mengurangi depresi

Istirahat yang kurang dan tidak berkualitas dapat mencetuskan depresi. Hal ini memiliki hubungan erat dengan terganggunya sistem sirkadian, yaitu sistem yang mengatur waktu tidur tubuh anda. Melatonin memiliki efek dalam membantu memperbaiki sistem sirkadian anda, sehingga dapat membantu mengatasi depresi.(3)

Penelitian yang dilakukan pada 68 pasien dengan depresi, ketika mengkonsumsi suplemen melatonin walaupun hanya dosis rendah dengan rutin, gejala depresi yang mereka rasakan dapat menurun drastis dalam 12 minggu.(3,4)

3. Meningkatkan hormon pertumbuhan

Hormon pertumbuhan sangat penting terutama bagi para remaja yang sedang berkembang. Selain itu, hormone pertumbuhan juga penting untuk meningkatkan massa dan kekuatan otot. Beberapa studi menunjukkan bahwa melatonin dapat meningkatkan level hormone pertumbuhan terutama pada pria.(5)

Penelitian yang dilakukan pada 8 pria yang mengkonsumsi melatonin dosis rendah (0.5 mg) maupun dosis tinggi (5 mg), menunjukkan efektivitas yang sama dalam meningkatkan level hormon pertumbuhan.(5)

4. Membantu mengatasi penyakit lambung

Melatonin dapat menghambat sekresi asam lambung berlebih, sehingga dapat membantu mengobati penyakit lambung seperti GERD. GERD dapat terjadi karena adanya aliran balik asam lambung ke esofagus, menyebabkan gejala seperti dada terbakar, mual, dan muntah.

Melatonin juga diteliti dapat mengurangi kadar nitrit oksida, yaitu komponen yang dapat merelaksasi sfingter esofagus anda. Dengan berkurangnya kadar nitrit oksida, maka asam lambung lebih sulit untuk naik ke sfingter esofagus, sehingga dapat mengatasi GERD.(6)

Penelitian pada 36 pasien dengan GERD yang mengkonsumsi melatonin dengan atau tanpa omeprazole mengatakan efektif dalam mengurangi gejala GERDnya.(7)

5. Sumber antioksidan

Melatonin tinggi antioksidan sehingga dapat membantu mengurangi terbentuknya radikal bebas. Antioksidan sangat penting, terutama bagi kesehatan mata. Berdasarkan data penelitian, melatonin dapat membantu meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi kejadian glaucoma serta penyakit degenerasi lainnya.(8)

Tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi gangguan tidur, melatonin juga memiliki banyak fungsi lain untuk kesehatan anda, seperti menjaga kesehatan lambung dan sumber antioksidan yang baik untuk mata.

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record

 

Referensi

  1. Kurdi M, Muthukalai SP. The efficacy of oral melatonin in improving sleep in cancer patients with insomnia: a randomized double-blind placebo-controlled study. Indian J Palliat Care. 2016; 22(3):295-300. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4973490/
  2. Oda EF, Qawasmi A, Bloch MH. Meta-analysis: melatonin for the treatment of primary sleep disorders. Plos One. 2013; 8(5): e63773. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3656905/
  3. Tonon AC, Pilz LK, Markus RP, Hidalgo MP, Elisabetsky E. Melatonin and depression: a translational perspective from animal models to clinical studies. Front Psychiatry. 2021; 12: 638981. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8060443/
  4. Lexy AJ, Lefler BJ, Emens JS, Bauer VK. The circadian basis of winter depression. Proc Natl Acad Sci USA. 2006; 103(19): 7414-9. Tersedia di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16648247/
  5. Forsling ML, Wheeler MJ, Williams AJ. The effect of melatonin administration on pituitary hormone secretion in man. Clin Endocrinol (Oxf). 1999; 51(5):637-42. Tersedia di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10594526/
  6. Pereira RS. Regression of gastroesophageal reflux disease symptoms using dietary supplementation with melatonin, vitamins, and aminoacids: comparison with omeprazole. J Pineal Res. 2006; 41(3): 195-200. Tersedia di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16948779/
  7. Kandil TS, Mousa AA, Gendy AAE, Abbas AM. The potential therapeutic effect of melatonin in gastro-esophageal reflux disease. BMC Gastroenterol. 2010; 10:7. Tersedia di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20082715/
  8. Tosini G, Baba K, Hwang CK, Luvone PM. Melatonin: an underappreciated player in retinal physiology and pathophysiology. Exp eye res. 2012; 103: 82-9. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3462291/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics