Beranda > Artikel > 6 Manfaat Gula Jawa yang Manis untuk Kesehatan Tubuh

6 Manfaat Gula Jawa yang Manis untuk Kesehatan Tubuh

manfaat gula jawa - artikel carevo

Berbagai penelitian telah membuktikan bahayanya gula buatan bagi kesehatan, karena itu, dunia kesehatan merekomendasikan gula alami sebagai alternatif, salah satunya gula jawa atau gula merah. Banyaknya pakar nutrisi yang merekomendasikan gula jawa sebagai pengganti pemanis harian mungkin membuat anda bertanya-tanya mengenai apa manfaatnya. Gula jawa merupakan pemanis alami yang berasal dari sari pohon kelapa dan memiliki warna kemerahan atau kecoklatan. Rasanya manis khas rasa kelapa. Gula jawa merupakan gula tradisional yang rutin dipakai oleh nenek moyang zaman dahulu untuk berbagai kudapan manis dan olahan makanan lainnya. Tidak hanya lezat, ternyata si manis ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

 

Apa saja manfaat gula jawa untuk kesehatan tubuh?

 

1. Mengandung vitamin dan mineral

Gula jawa mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap dibandingkan gula putih. Gula jawa merupakan sumber potasium, kalsium, magnesium, fosfor, zink, zat besi, dan mangan yang baik untuk tubuh.  seluruh mineral tersebut berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh agar lebih optimal. (1,2)

 

2. Mengkontrol gula darah

Gula jawa memiliki kadar glukosa yang lebih rendah dibandingkan gula putih. Hal itu membuat gula jawa juga lebih rendah kadar glikemik indexnya (GI). Dengan kadar GI yang lebih rendah, gula jawa dapat membantu untuk menstabilkan gula darah tanpa meningkatkannya secara drastis dibandingkan jenis gula lainnya. (1,3)

 

3. Memiliki kalori yang lebih rendah

Gula jawa memiliki kalori sebanyak 54 kalori tiap 1 sendok makan (15 gram), sedangkan gula putih  memiliki 60 kalori tiap 1 sendok makan. Perbedaan kalori tersebut memang terlihat tidak signifikan, namun mengingat kadar GI gula merah serta mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap, mengganti gula putih dengan gula jawa dapat menjadi alternatif yang lebih menyehatkan bagi tubuh anda. (1)

 

4. Membantu mengurangi resiko osteopotosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan hal yang dipengaruhi oleh pertambahan usia. Hal ini dapat terjadi karena mineral yang yang terkandung pada tulang anda akan berkurang seiring bertambahnya usia. Mineral yang terkanding dalam gula jawa seperti mangan, kalsium, dan fosfor berpengaruh untuk menjaga kesehatan tulang anda agar tidak mudah keropos di masa mendatang. (1)

 

5. Membantu kerja sistem pencernaan

Gula jawa memiliki kandungan serat yang disebut dengan inulin, yaitu serat yang dapat membantu kerja sisten pencernaan anda. Berfungsi sebagai prebiotik, gula jawa merupakan salah satu “makanan” yang disukai oleh bakteri baik di usus anda. Apabila bakteri usus anda sehat, maka sistem pencernaan anda pun akan sehat. (1)

 

6. Sumber antioxidan

Antioksidan merupakan senyawa penting untuk menangkal radikal bebas dari luar tubuh. Penelitian melaporkan bahwa gula jawa memiliki kandungan antioksidan yang berasal dari fitonutrisi tumbuhan yang dapat membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang menyebabkan penyakit kronik. (1,4)

 

Walaupun gula jawa memiliki banyak manfaat dan merupakan alternatif alami gula putih, namun perlu anda perhatikan untuk mengkonsumsinya dalam batas wajar. Walaupun mengandung banyak nutrisi dan lebih rendah kalori, gula jawa tetap mengandung kandungan sukrosa, glukosa, dan fruktosa yang dapat menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung apabila dikonsumsi berlebihan. (2) Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record/.

 

Referensi

  1. Asghar MT, Yusof YA, Mokhtar MN, Ya’acob ME, Ghazali HM, Chang LS, Manaf YN. Coconut (Cocos nucifera L.) sap as a potential source of sugar: antioxidant and nutritional properties. Food Sci Nutr. 2020; 8(4):1777-87. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7174220/
  2. Purnomo H. Sugar components of coconut sugar in Indonesia. ASEAN Food Journal. 1992. Vol 7, no. 4, p. 200-1, ref. 6. Diakses dari: https://www.cabdirect.org/cabdirect/abstract/19930319960
  3. Anselme AL, Albarin GG, Louis KK, Brice GJ, Jean NG. Glycemic index of sugar extracted from immature coconut water: case of coconut palms WAT, MYD, and PB121. Journal of Biosciences and Medicines. 2018. Vol. 6, No. 8. Diakses dari: https://www.scirp.org/journal/paperinformation.aspx?paperid=86989
  4. Srikaeo K. Effects of sugarcane, palm sugar, coconut sugar, and sorbitol on starch digestibility and physicochemical properties of wheat based food. International Food Research Journal. 2015. 22(3):923-29. Diakses dari: https://www.researchgate.net/publication/281799373_Effects_of_sugarcane_palm_sugar_coconut_sugar_and_sorbitol_on_starch_digestibility_and_physicochemical_properties_of_wheat_based_foods

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :