Beranda > Artikel > 9 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Datang Tiba – Tiba

9 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Datang Tiba – Tiba

Alasan – Alasan Mengapa Bisa Sesak Napas

Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan dan bersifat hanya sementara, hingga sesak napas berat yang berlangsung lama. Mendiagnosis dan menangani sesak napas tergantung dari penyebabnya.

Sesak napas merupakan masalah yang sering dialami, 1 dari 4 pasien berobat ke dokter karena alasan sesak napas.

Sesak napas dapat terjadi akibat bekerja terlalu keras atau aktivitas berat, menghabiskan waktu lama di dataran yang tinggi, atau dapat merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan. Bila Anda melakukan olahraga misalnya berlari, atau berenang, Anda akan membutuhkan waktu beebrapa saat untuk kembali bernapas normal. Anda akan mengalami kesulitan bernapas untuk mencukupi kebutuhan oksigen akibat meningkatnya kebutuhan oksigen dalam tubuh. Bila Anda dalam kondisi sehat, napas Anda akan segera kembali normal, Anda akan kembali bernapas normal dalam waktu beberapa menit. Berolahraga merupakan salah satu pemicu utama sesak napas dalam waktu pendek.

Gejala sesak napas ialah:

  1. Merasa napas pendek – pendek setelah bekerja, atau akibat dari kondisi medis tertentu
  2. Merasa tercekik akibat mengalami kesulitan untuk bernapas
  3. Berusaha keras untuk bernapas
  4. Rasa penuh di dada
  5. Napas cepat dan dalam
  6. Berdebar – debar
  7. Mengi
  8. Batuk

Bila Anda mengalami sesak napas tiba – tiba, atau gejala yang Anda alami berat, hal ini dapat menjadi pertanda kondisi medis yang serius.

Episode sesak napas tidak selalu berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang. Seseorang dapat mengalami sesak napas saat Ia baru selesai berolahraga, ketika bepergian ke tempat berdataran tinggi, atau mengalami perubahan temperatur yang drastis. Namun pada umumnya sesak napas berkaitan dengan masalah kesehatan. Penyakit yang paling sering menyebabkan gejala sesak napas ialah asma, gagal jantung, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), penyakit paru interstisial, pneumonia, dan masalah psikogenik yang sering berhubungan dengan kecemasan. Bila gejala sesak napas muncul tiba – tiba, maka kondisi ini dinamakan sesak napas akut, yang pada umumnya disebabkan oleh:

  1. Asma
  2. Kecemasan
  3. Pneumonia
  4. Tersedak atau menghirup sesuatu yang menyumbat saluran napas
  5. Reaksi alergi
  6. Anemia
  7. Perdarahan hebat yang menyebabkan anemia
  8. Paparan zat karbon monoksida
  9. Gagal jantung
  10. Hipotensi (tekanan darah rendah)
  11. Emboli paru, yang menyebabkan penggumpalan darah pada pembuluh darah di paru – paru
  12. Paru – paru yang kolaps
  13. Hernia hiatus

Sedangkan bila seseorang mengalami gejala sesak napas dalam waktu yang lama, misalnya lebih dari satu bulan, maka kondisi ini dinamakan sesak napas kronis, yang pada umumnya disebabkan oleh:

  1. Asma
  2. PPOK
  3. Penyakit jantung
  4. Obesitas
  5. Fibrosis paru

 

Cara Mengatasi Sesak Napas Tiba – Tiba

Sesak napas merupakan kondisi yang sangat mengganggu. Bila Anda mengalami maslaha pada paru – paru dan jantung, tentunya akan mempengaruhi proses bernapas Anda. Di tengah pandemi COVID-19, sesak napas sering dikaitkan dengan penyakit ini. Namun perlu dipastikan juga bahwa Anda memiliki gejala lain selain sesak napas seperti demam dan batuk.

Gejala sesak napas yang darurat dan membutuhkan perotolongan medis ialah:

  1. Rasa penuh dan mendesak di dada yang berlangsung terus – menerus
  2. Bibir berwarna kebiruan
  3. Penurunan kesadaran

Bila Anda mengalami sesak napas yang tidak disebabkan oleh kondisi medis darurat, Anda dapat mencoba beberapa penanganan mandiri yang membantu Anda mengatasi gejala sesak napas:

1. Pursed-lip breathing

Cara ini merupakan cara yang sederhana untuk mengontrol napas pendek. Metode ini membantu menurunkan kecepatan Anda bernapas, yang membuat Anda bernapas lebih dalam dan lebih efektif. Selain itu, car aini dapat membantu membebaskan udara yang terjebak di dalam paru – paru. Anda dapat mencoba cara ini ketika mengalami sesak napas, terutama saat Anda sedang beraktivitas berat misalnya saat banyak membungkuk, mengangkat beban, naik tangga. Untuk melakukan pursed lip breathing, lakukanlah langkah – langkah berikut ini:

  1. Lemaskan otot leher dan otot bahu
  2. Tarik napas berlahan melalui hidung selama 2 detik, dengan mulut tertutup
  3. Kerucutkan bibir Anda seperti Anda sedang bersiul
  4. Keluarkan napas perlahan melalui bibir yang mengerucut dalam hitungan 4 detik

2. Condongkan tubuh ke depan saat duduk

Mengistirahatkan posisi duduk membuat tubuh Anda lebih relaks dan membuat napas menjadi lebih mudah.

  1. Duduk di kursi dengan posisi telapak kaki datar dengan lantai, condongkan dada sedikit ke depan
  2. Letakkan kedua siku Anda di atas kedua lutut Anda, atau pegang dagu Anda dengan kedua tangan. Pastikan Anda melemaskan otot leher dan otot bahu

3. Duduk condong ke depan dengan bersandar ke meja

Gunakan kursi dan meja yang ada,

  1. Duduk di kursi dengan posisi telapak kaki datar dengan lantai, menghadap ke meja
  2. Condongkan dada ke depan dan letakkan tangan Anda ke meja
  3. Istirahatkan kepala Anda pada lengan bawah yang ada di meja, atau dengan bantal

4. Berdiri bersandar ke belakang

Posisi berdiri juga dapat membantu merelaksasi tubuh dan jalan napas

  1. Berdiri dekat tembok dengan wajah menghadap sisi berlawanan tembok, senderkan pinggul Anda ke tembok di belakang
  2. Buka kedua kaki Anda selebar bahu dan letakkan kedua tangan di atas paha
  3. Dengan otot bahu yang dilemaskan, condongkan badan sedikit kedepan, dan biarkan kedua lengan menggantung di depan

5. Berdiri dengan support pada tangan

  1. Berdiri di dekat meja dengan ketinggian di bawah bahu
  2. Letakkan kedua siku atau kedua tangan pada meja di depan Anda, pastikan Anda melemaskan otot leher

6. Berbaring dengan posisi relaks

Metode ini dapat digunakan saat Anda sesak napas di waktu tidur. Coba untuk berbaring menyamping dengan meletakkan bantal di antara kedua kaki dan ganjal kepala Anda dengan bantal yang lebih, pastikan punggung Anda tetap lurus. Anda juga dapat meletakkan bantal lebih pada kepala serta menekuk lutut Anda dengan bantal di bawah lutut.

7. Bernapas dengan otot diaframa

Bermapas dengan diafragma membantu mengurangi sesak napas. Cobalah langkah ini:

  1. Duduk di kursi dengan kedua lutut di tekuk dan lemaskan otot bagu, kepala, dan otot leher
  2. Letakkan tangan Anda di perut
  3. Bernapas perlahan melalui hidung, Anda dapat merasakan perut Anda bergerak di bawah tangan Anda
  4. Ketika Anda menghembuskan napas, kencangkan otot perut Anda. Anda akan merasakan perut Anda mengempis ke dalam. Buanglah napas melalui mulut dan bibir yang dikerucutkan
  5. Perhatikan dan usahakan napas Anda lebih fokus pada saat membuang napas dibandingkan saat membuang napas. Buang napas lebih lama daripada biasanya sebelum Anda menarik napas lagi
  6. Lakukan selama kurang lebih 5 menit.

8. Gunakan kipas

Udara dingin dapat membantu mengatasi sesak napas. Letakan kipas di depan wajah Anda

9. Minum kopi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kafein (kandungan dalam kopi) dapat merelaksasi otot pernapasan pada orang dengan asma, sehingga membantu fungsi paru salama 4 jam

Referensi

  • Dresden, D. (2018, July 23). What is dyspnea? Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/314963
  • Roland, J. (2019, November 6). Dyspnea. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/dyspnea
  • Cirino, E. (2020, April 23). 9 Home Treatments for Shortness of Breath (Dyspnea) . Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/home-treatments-for-shortness-of-breath

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :