Beranda > Artikel > Apa Itu Katarak? Mari Kenali Gejalanya Sejak Dini

Apa Itu Katarak? Mari Kenali Gejalanya Sejak Dini

apa itu katarak

Mengenal Katarak

Katarak adalah salah satu gangguan pada mata khususnya lensa mata. Katarak juga menjadi salah satu penyakit yang semakin terlihat seiring pertambahan usia seseorang. Setiap manusia diberikan anugerah masing-masing pada mata terdapat satu buah lensa. Lensa ini pada mata normal memiliki fungsi sebagai pembelok cahaya (refraksi) sehingga mata kita dapat melihat. Struktur lensa memiliki bentuk agak cembung dan tampak transparan (jernih).

gambaran apa itu katarak
Gambar 1: Gambaran lensa jernih dan lensa yang berkabut pada mata katarak

Katarak memiliki perjalanan penyakit yang bersifat menahun. Artinya penyakit ini tidak akan langsung menjadi parah, melainkan perlahan-lahan, lama kelamaan akan menjadi semakin berat hingga pada akhirnya terjadilah kebutaan.

 

Apa-apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya katarak?

Katarak memiliki dan bisa berkembang seiring dengan pertambahan usia. Namun selain pada orang tua dan dewasa, pada bayipun dapat terjadi katarak atau yang disebut congenital cataracts. Mari kita simak satu persatu apa saja yang dapat menimbulkan terjadinya katarak:

1. Usia

Pertambahan usia turut serta menyumbang terjadinya katarak. Di dalam lensa mata terdapat protein yang akan mengalami perubahan bentuk dan susunan (denaturasi). Protein yang keluar ini membuat lensa mata menjadi tidak jernih dan tampak berkabut.

2. Faktor genetik

Pada orangtua yang memiliki riwayat katarak, ternyata bakat tersebut pun dapat dialami oleh anaknya.

3. Adanya riwayat trauma pada mata

Mereka yang pernah mengalami trauma pada bagian mata terutama akibat trauma tembus yang mengenai lensa, maka di masa depan, tidak menutup kemungkinan terjadinya katarak.

4. Riwayat penyakit diabetes

Penyakit diabetes atau penyakit gula ini menjadi salah satu faktor risiko penyumbang angka kejadian katarak. Penyakit diabetes dapat merusak struktur pembuluh darah yang mengalir masuk ke dalam bola mata. Proses yang ditimbulkan pun diakibatkan oleh kadar gula darah yang terlalu tinggi sehingga terjadilah kerusakan pada pembuluh darah mata.

5. Penggunaan obat-obatan dan zat adiktif

Mereka yang merokok berpeluang besar meningkatkan risiko terjadinya katarak. Konsumsi obat antiinflamasi seperti steroid dalam waktu yang panjang berpeluang dalam menimbulkan kejadian katarak.

6. Paparan matahari yang tinggi

Sinar matahari (ultraviolet) juga menjadi faktor risiko kemungkinan berisiko menderita katarak di usia tuanya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Katarak

 

Mengetahui gejala katarak

Katarak memiliki perjalanan panjang untuk menjadi sesuatu penyakit yang bergejala dan menimbulkan gangguan. Pada tahapan awal, katarak tidak memberikan gejala apapun pada penderitanya. Kebanyakan akan mulai berdatangan, jika penglihatan mereka mulai benar-benar mengalami gangguan. Berikut ini gejala-gejala yang bisa dikenali:

1. Penglihatan tampak terasa tidak jelas

Pada mereka yang bergejala, penderita akan mulai merasakan penglihatan yang terasa kabur, dan buram. Untuk tahapan awal, mereka masih dapat menggunakan kacamata sehingga gejalanya akan perbaikan.

  • Di malam hari akan membuat pasien semakin kesulitan melihat.
  • Penderita katarak akan merasakan matanya terasa lebih sensitif terhadap cahaya. Pada mata katarak, melihat suatu sinar atau cahaya akan terasa sangat menyilaukan.
  • Penglihatan ganda.

Karena rasa buram yang dialami oleh seseorang, pada sisi lensa yang belum tertutup kabut, masih tampak gambaran normal. Nah kondisi inilah yang menyebabkan mata pasien merasa melihat ganda.

2. Sering menggonta-ganti kacamata

Penderita katarak seringkali mengganti kacamatanya karena tidak pernah pas ukuran kacamatanya. Berulang kali mengganti kacamata karena ketidaksesuaian lensa inilah yang harus Anda waspadai sebagai penanda gejala awal suatu kasus katarak.

Baca juga: Kenali Gejala Mata Katarak

 

Pencegahan pembentukan katarak

Katarak menjadi penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia selain akibat masalah gangguan refraksi (rabun jauh/dekat). Pembentukkan kesadaran dan pemahaman dari masing-masing orang diperlukan. Berikut ini poin-poin pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan kacamata antisinar UV
  • Lakukan pengecekan secara berkala mata minimal 6 bulan – 1 tahun sekali
  • Hindari paparan langsung sinar matahari ke mata dengan cara mengurangi aktivitas di luar ruangan.

 

Penanganan katarak

Penegakan diagnosis katarak tidak dilakukan secara sembarangan dan memerlukan serangkaian pemeriksaan, demikian juga tatalaksananya. Ketika Anda memperoleh diagnosis katarak, maka dokter mata akan memberikan pilihan dioperasi atau bisa didiamkan (bila tidak mengganggu sama sekali). Metode operasi dilakukan dengan mengganti lensa mata yang sudah rusak dengan lensa mata buatan (artificial) yang diletakan kembali di tempat dahulu lensa mata berada.

Operasi katarak merupakan suatu tindakan kedokteran yang cukup lazim dan sering dilakukan. Lensa mata buatan (intraocular lens / IOL) akan ditempatkan di dalam kapsul tempat lensa tersebut berada. Dokter mata akan memberikan pilihan lensa mata yang dapat dipilih dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangannya.

Setelah operasi dilakukan beberapa tahun kemudian, masalah berkabut bisa saja Anda alami kembali, hal ini diakibatkan kapsul lensa akan meluruhkan protein akibat proses penuaan. Oleh karena itu ada baiknya Anda rutin melakukan kunjungan ke dokter mata, guna memperoleh anjuran dan arahan yang tepat.

Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang menimbulkan kebutaan pada orang-orang tua. Penyakit ini bisa dicegah dan bisa diobati, Bagi Anda yang memiliki faktor risiko dari keluarga, maupun faktor lainnya, berkunjunglah secara rutin ke dokter mata, sehingga penanganan katarak, pencegahan kebutaan dapat dilakukan dengan baik.

Baca juga: Penanganan Mata Katarak

 

Daftar Pustaka

  1. Cataracts. National Eye Institute. Diakses dari: https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/cataracts. Pada: 2022, 15 Maret.
  2. Eagle, R. Cataracts and Diabetes: a guide. Medical News Today. 2021. Diakses dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/cataracts-and-diabetes. Pada: 2022, 15 Maret.
  3. Cataracts. Mayo Clinic. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790#:~:text=Most%20cataracts%20develop%20when%20aging,increase%20your%20risk%20of%20cataracts. Pada: 2022, 15 Maret.
  4. Terhorst, C. Choosing an artificial lens for cataract surgery. 2022. Diakses dari: https://www.aao.org/eye-health/treatments/best-artificial-lens-IOL-cataract-surgery. Pada: 2022, 15 Maret.

 

Daftar Pustaka Gambar

  1. https://marvel-b1-cdn.bc0a.com/f00000000038905/www.aao.org/image.axd?id=61a854aa-ba51-41ba-9ba0-d4a74c3bfb06&t=636407391322630000

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics