Beranda > Artikel > Apa Itu Omicron dan Dari Mana Asal Mula Mutasi Varian Omicron?

Apa Itu Omicron dan Dari Mana Asal Mula Mutasi Varian Omicron?

Apa itu Omicron dan Dari Mana Asalnya

Apa itu varian omicron dan bagaimana penyebarannya?

Omicron adalah salah satu varian mutasi dari SARS-CoV-2 yang saat ini mulai mendominasi penyebab COVID19. Varian ini kali pertama ditemukan di Afrika Selatan pada akhir November 2021, dengan nama varian B.1.1.529 dan pada tanggal 26 November 2021, WHO telah mengkategorikan varian ini sebagai VOC (variant of concern). Dengan banyaknya mutasi yang bermunculan dari virus penyebab COVID19 ini, WHO membuat 3 kategori utama yaitu:

1. Variant of Interest (VOI)

Jenis varian virus SARS-Cov-2 dengan perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mengubah karakteristik virus termasuk kecepatan penyebaran, tingkat keparahan penyakit, kemampuan untuk tidak terdeteksi pada pemeriksaan, termasuk kemampuan virus untuk melawan pengobatan dan vaksin yang tersedia saat ini.

Contoh varian yang termasuk VOI: lambda dan mu.

2. Varian of Concern (VOC)

VOC merupakan varian SARS-Cov-2 yang memiliki karakter VOI dan sudah terbukti melalui penelitian ilmiah bahwa varian ini dapat menyebar dengan sangat cepat, meningkatkan keparahan penyakit, atau dapat mengganggu proses diagnosis, menurunkan efektifitas pengobatan, atau menurunkan efektivitas vaksin.

Contoh VOC: alpha (dari Inggris, 2020), beta (Afrika Selatan, 2020), gamma (Brazil, Oktober 2020), delta (India, Oktober 2020), dan omicron (Afrika Selatan, November 2021). Saat ini delta dan omicron menjadi 2 VOC yang mendominasi penyebaran COVID19 di seluruh dunia.

3. Varian Under Monitoring (VUM)

Merupakan jenis varian virus yang dicurigai dapat membawa perubahan dampak di kemudian hari, namun belum terdapat bukti epidemiologi maupun klinis. Beberapa varian yang sebelumnya masuk kategori VOC telah diubah menjadi kategori VUM, seperti varian alpha, beta, dan gamma.

 

Saat ini di Indonesia varian SARS-Cov-2 yang mendominasi adalah omicron. Varian delta sebelumnya telah menyebabkan lonjakan kasus yang sangat berat di bulan Juni-Agustus 2021 dan saat ini telah digantikan oleh omicron. Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi protein dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dibandingkan delta. Varian ini menyebabkan lonjakan kasus baru COVID19 sebanyak 90 juta kasus hanya dalam 10 minggu, dibandingkan varian-varian sebelumnya yang menyebabkan 90 juta kasus dalam 1 tahun.

 

Bagaimana pengaruh omicron terhadap penatalaksanaan COVID19 dan vaksinasi?

Omicron tetap dapat terdeteksi melalui pemeriksaan PCR dan rapid antigen yang saat ini ada di Indonesia. Hal ini harus dibedakan dengan pemeriksaan genome sequencing dimana pemeriksaan ini dapat mendeteksi jenis varian SARS-CoV-2 yang meninfeksi seseorang. PCR maupun antigen hanya mendeteksi apakah seseorang terinfeksi COVID19 atau tidak, bukan untuk mendeteksi apakah orang tersebut terinfeksi varian omicron atau yang lain.

Data dari penelitian awal menunjukan varian ini dapat menurunkan efektivitas vaksin meskipun seseorang sudah mendapatkan 2 kali suntikan, sehingga WHO merekomendasikan suntikan vaksin ketiga sebagai booster untuk meningkatkan kekebalan. Namun meskipun tidak mendapatkan booster data menunjukan bahwa tingkat perawatan dan derajat keparahan COVID19 tetap lebih rendah dibandingkan orang yang tidak divaksin.

Penelitian menunjukan bahwa varian ini menyebabkan tingkat keparahan dan kebutuhan ICU (intensive care unit) lebih rendah dibandingkan varian lain, delta khususnya. Namun perlu diperhatikan bahwa tingkat penularan yang sangat tinggi dapat menyebabkan lonjakan kasus tiba-tiba dan tetap dapat membuat sistem kesehatan kolaps (di Amerika tingkat rawat inap melonjak lebih dari 60% dalam 1 minggu).

Baca juga: 15 Cara Isoman Di Rumah yang Asik dan Aman

 

Referensi

CDC. (2022, February 2). Omicron Variant: What You Need to Know. CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/omicron-variant.html

WHO. (2022a). Enhancing response to Omicron SARS-CoV-2 variant:Technical brief and priority actions for Member States.

WHO. (2022b, February 3). Tracking SARS-CoV-2 variants. WHO.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics