Beranda > Artikel > Apakah Anda Sudah Tahu Ciri-Ciri Batu Ginjal? Jika Belum, Mari Mengenalnya

Apakah Anda Sudah Tahu Ciri-Ciri Batu Ginjal? Jika Belum, Mari Mengenalnya

Batu saluran kemih semakin banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Kesibukan kegiatan sehari-hari serta pola makan khususnya pada pekerja kantor menimbulkan semakin meningkatnya kejadian penyakit ini salah satunya yang mengenai ginjal. Batu saluran ginjal diduga dapat pula diturunkan, untuk itu mereka yang memiliki kerabat dekat dengan riwayat batu saluran kemih perlu lebih waspada akan hal ini. Penyakit ini lebih sering didapati pada laki-laki usia 30-50 tahun dibandingkan perempuan.

Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan batu pada saluran ginjal juga iklim, temperatur, pola makan, serta pekerjaan seseorang. Iklim yang lebih sejuk cenderung membuat seseorang lebih sedikit mengkonsumsi air, hal tersebut mengakibatkan terkonsentrasinya air kemih sehingga semakin lama dapat menjadi batu. Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi asupan airnya. Orang yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik saat bekerja, seperti pekerja kantoran, membuat seseorang cenderung malas mengkonsumsi air. Pola makan yang menganding zat purin serta oksalan yang tinggi seperti pada kacang-kacangan, jeroan, dan kerang juga dinyatakan sebagai pemicu pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal dapat menyebabkan infeksi serta kegagalan ginjal yang permanen bila tidak ditangani dengan baik. Untuk itu, waspadailah ciri-ciri batu ginjal berikut agar Anda dapat mendapatkan penanganan yang sesuai sesegera mungkin!

Nyeri pinggang

Ginjal terletak pada pinggang belakang Anda tepat dibawah tulang rusuk seperti pada gambar. Batu pada ginjal dapat menyebabkan nyeri seperti tertusuk-tusuk yang biasanya dirasakan hilang timbul. Nyeri dapat timbul dan memberat terutama bila bagian pinggang di tepuk-tepuk. Inilah yang membedakan nyeri pinggang akibat batu ginjal dan akibat spasme otot. Pada spasme otot pinggang, nyeri akan berkurang bila di tepuk-tepuk atau di pijat, sedangkan pada sakit ginjal maka nyeri akan bertambah. Selain itu, nyeri juga biasanya menjalar dari pinggang menuju ke lipat paha.

Air seni berkurang/tidak lancar

Batu yang menghambat aliran air seni pada ginjal. Hal ini dapat menyebabkan Anda menjadi semakin sedikit buang air kecil meskipun mengkonsumsi air dengan jumlah yang cukup. Bahkan bila batu menghambat kedua ginjal Anda, Anda bisa tidak dapat berkemih sama sekali.

Air seni yang berpasir

Batu ginjal berukuran <1 cm atau serpihan-serpihan batu ginjal dapat turun ke saluran kemih bagian bawah dan menimbulkan gejala adanya pasir pada air seni Anda. Hal ini umumnya lebih sering dirasakan oleh wanita dibandingkan dengan laki-laki karena saluran kemih bagian bawah wanita lebih pendek dan lebar.

Air seni yang bercabang/terputus-putus

Batu yang turun ke saluran kemih bagian bawah dapat pula membuat air seni mengalir secara bercabang maupun terputus-putus terutama pada laki-laki. Saluran kemih bagian bawah yang panjang dan sempit pada laki-laki menyebabkan gejala ini lebih sering dialami laki-laki dibandingkan wanita. Terkadang dapat pula terjadi penyumbatan tiba-tiba pada saat berkemih, atau terabanya batu pada ujung saluran kemih.

Darah pada air seni

Batu pada ginjal dapat mengiritasi saluran kemih Anda sehingga menimbulkan darah pada air seni. Umumnya darah hanya tampak samar atau seperti air cucian daging saja, bahkan terkadang tidak terlihat secara kasat mata.

Demam

Terdapat jenis batu ginjal besar, disebut sebagai batu ‘staghorn’, yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Pada jenis batu ini, demam merupakan gejala yang dominan dibandingkan dengan nyeri. Selain jenis batu ini, batu ginjal lainnya yang berukuran >1 cm juga dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan menyebabkan demam.

 

Sumber:

  • Tzelves, L., Türk, C., & Skolarikos, A. (2020). European Association of Urology Urolithiasis Guidelines: Where Are We Going?. European Urology Focus. doi: 10.1016/j.euf.2020.09.011
  • Worcester, E. M., & Coe, F. L. (2008). Nephrolithiasis. Primary care35(2), 369–vii. https://doi.org/10.1016/j.pop.2008.01.005

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :