Beranda > Artikel > Apakah N-acetylcysteine itu?

Apakah N-acetylcysteine itu?

Apakah N-acetylcysteine itu

Mengenal N-acetylcysteine (NAC)

Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, mungkin telinga Anda akrab mendengar salah satu obat atau senyawa kimia yaitu N-acetylcysteine (NAC). Lalu apakah manfaat dan terbuat dari apakah obat tersebut ? Mari kita bahas bersama-sama.

 

Manfaat NAC

‘Acetylcysteine’ merupakan senyawa yang dibuat dari asam amino L-cysteine. Dalam dunia kedokteran komponen kimiawi tersebut memiliki fungsi atau manfaat yang sangat banyak. Berikut ini adalah manfaatnya:

  1. NAC sebagai obat untuk mengobati keracunan obat asetaminofen (paracetamol). Dalam sebuah studi klinis NAC dipilih sebagai antiracun mereka yang mengalami overdosis paracetamol. Asetaminofen dalam jumlah besar juga berbahaya bagi hati kita karena sifat hepatotoksik.
  2. Memiliki efek penghancur dahak (mukolitik).

 

NAC yang dikonsumsi secara oral maupun dihisap (inhalant) mempunyai efek memecah dahak, sehingga melegakan nafas para penderita gangguan saluran pernafasan. Pada zaman pandemi COVID-19, NAC seringkali diresepkan bagi mereka yang positif dengan tujuan yang sama yaitu melegakan saluran nafas.

– Sebagai obat yang memperbaiki kondisi gangguan jiwa.

Dalam suatu penelitian terbatas NAC bisa mengatasi permasalahan adiksi, penyalahgunaan zat-zat terlarang, dan gangguan kompulsif. Namun efektivitas dalam kondisi gangguan jiwa masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

– Menekan toksisitas pada hati, saraf.

Dalam suatu studi terbatas NAC memberikan manfaat dalam mengatasi toksisitas pada hati dan saraf. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperoleh data apakah memang efek NAC berdampak besar dalam menekan toksisitas.

– Meningkatkan kadar antioksidan dan fungsi ginjal.

Pada penelitian dasar NAC memberikan efek yaitu meningkatkan kadar antioksidan dan memperbaiki fungsi ginjal. Manfaat yang lebih besar masih perlu diteliti lebih dalam lagi.

 

Cara Kerja NAC

N-Acetylcysteine merupakan suatu prekursor Glutathione. NAC disini dapat melewati sawar darah-otak sehingga dapat meningkatkan kadar hormon Glutathione. Melalui reaksi inilah fungsi pelindung hati (hepatoprotektor) muncul setelah diberikan pada mereka yang mengalami keracunan paracetamol. Sedangkan pada fungsinya mengatasi dahak yang membandel, NAC menurunkan ikatan disulfida pada struktur sulfhydryl sehingga jumlah dahak bisa dikurangi.

 

Bentuk dan Dosis pemberian NAC

Obat NAC yang tersedia di Indonesia dijual dalam bentuk tablet, sirup, maupun dalam bentuk bubuk yang harus dilarutkan ke dalam air. Dosis yang tersedia di Indonesia yaitu 200 miligram – 400 miligram. Pemberiannya dilakukan 3 kali sehari 1 tablet sekali minum (kecuali dokter menyarankan hal lain).

 

Efek samping NAC

Sama seperti obat-obatan yang lain NAC juga memiliki efek samping yang bisa muncul pada setiap individu yang mengonsumsinya. Efek samping ini bisa berbeda dari satu orang dengan orang lain. Berikut ini efek samping yang mungkin terjadi:

  1. Saat dikonsumsi melalui mulut
  2. Mulut kering
  3. Mual
  4. Muntah
  5. Diare
  6. Dalam bentuk inhalasi
  7. Menyebabkan reaksi alergi seperti bengkak pada bibir dan rongga mulut
  8. Hidung berair
  9. Pusing
  10. Keringat dingin
  11. Dada terasa terikat è sesak

 

Informasi lainnya

Sebelum mengonsumsi obat ini, ada baiknya Anda mengetahui informasi berikut:

1. Ibu Hamil

Obat NAC ini aman untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil. Komponen obat ini dapat melewati sawar darah plasenta, namun sampai saat ini belum ditemukan dampak pada janin.

2. Ibu Menyusui

Informasi mengenai efek obat ini pada Ibu menyusui belum cukup banyak, sehingga jika Anda merupakan Ibu menyusui ada baiknya berkonsultasi dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.

3. Anak-anak

Pada anak-anak obat ini masih tergolong aman untuk diberikan kepada anak Anda. Namun sebelum memberikan obat ini, lakukan konsultasi terlebih dahulu, sehingga Anda dapat mengetahui berapa dosis yang tepat untuk anak.

4. Alergi

Setiap kali Anda mengonsumsi suatu jenis obat, perhatikan selalu apakah Anda menunjukkan gejala alergi seperti gatal-gatal, bengkak, sesak nafas, dan sebagainya. Bila menunjukkan gejala seperti itu segera hentikan obat dan saat kontrol selanjutnya beritahukan kepada dokter pemeriksa bahwa Anda alergi terhadap obat ini.

 

Obat NAC memberikan banyak manfaat, namun karena ini adalah obat, maka konsumsinya tidak bisa dilakukan sembarangan dan tanpa instruksi dari dokter. Sebelum mengonsumsi obat selalu pikirkan keamanan bagi diri Anda. Saat ini yang terbaik adalah berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter agar Anda bisa memperoleh aturan minum, efek samping, dan berapa lama obat tersebut harus dikonsumsi.

Baca juga: Bagaimana Cara Meminum Obat yang Baik dan Benar?

 

Daftar Pustaka

  1. N-Acetylcysteine. Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Diakses dari: https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/n-acetylcysteine#msk_professional. Pada: 2022, 10 Maret.
  2. N-Acetylcysteine – Uses, Side Effects, and More. Diakses dari: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1018/n-acetyl-cysteine-nac. Pada: 2022, 10 Maret.
  3. Goodson A. Top 9 Benefits of NAC. Healthline. February 2022. Diakses dari: https://www.healthline.com/nutrition/nac-benefits#TOC_TITLE_HDR_8. Pada: 2022, 10 Maret.
  4. Baniasadi S, Eftekhari P, Tabarsi P, et al. Protective effect of N-acetylcysteine on antituberculosis drug-induced hepatotoxicity. Eur J Gastroenterol Hepatol. Oct 2010;22(10):1235-1238.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics