Beranda > Artikel > Apakah Penyebab Penyakit Autoimun?

Apakah Penyebab Penyakit Autoimun?

Barangkali Anda sering mendengar tentang penyakit autoimun, atau mungkin Anda sering membicarakan nya dengan lawan bicara Anda atau bisa jadi mungkin Anda salah satu penderitanya. Tetapi tahukah Anda bagaimana mekanisme terjadinya penyakit autoimun itu? Atau mungkin Anda bertanya-tanya apa gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini? Di dalam artikel ini akan dibahas terkait penyakit autoimun.

Apakah penyakit autoimun itu?

Penyakit autoimun adalah istilah kumpulan penyakit dan berbeda-beda jenis penyakit nya yang mungkin diderita seseorang. Penyakit yang dimaksudkan terjadi secara sistemik di dalam tubuh seseorang dan menyebabkan kerusakan jaringan atau organ-organ di dalam tubuh orang itu oleh proses inflamasi yang berlangsung kronik atau jangka panjang. Penyakit ini disebabkan oleh kegagalan regulasi yang mengatur sistem imun di dalam tubuh seseorang. Kegagalan ini berdampak pada perusakan sel-sel normal dalam tubuh oleh sistem imun. Sistem imun kita secara normal bertugas untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Pada penderita penyakit autoimun, justru mereka selain berfungsi menyerang berbagai bakteri, virus, parasit, mereka juga akan menyerang sel-sel normal. Penyerangan ini pada akhirnya akan merusak sel, struktur-struktur jaringan normal, dan bahkan organ sehingga terjadi kegagalan fungsi lebih lanjut.

Sebaran penyakit autoimun

Penyakit autoimun dalam populasi umum sebetulnya sangat jarang, namun yang menjadi mengkhawatirkan adalah angka kesakitan dan angka memungkinkan terkena penyakit lain sangat tinggi pada penderitanya. Sebarannya diperkirakan 3 – 5 % dari populasi umum. Angka kejadian dan sebaran nya pun sebetulnya beragam tergantung dari jenis masing-masing penyakit. Perbandingan penderita antara perempuan : laki-laki diperkirakan 10:1.

Jenis penyakit autoimun

Penyakit autoimun bisa menyerang berbagai organ-organ atau jaringan di dalam tubuh seseorang, seperti pembuluh darah, jaringan penyangga, kelenjar (tiroid, dan pankreas), kemudian otot, sendi, sel darah merah, dan kulit. Dari berbagai organ dan jaringan yang diserang, oleh karena itu terdapat banyak jenis penyakit autoimun yang bisa diderita oleh seseorang, berikut ini jenis-jenisnya yang paling banyak ditemukan:

  1. Multiple skleoris
  2. Diabetes Mellitus tipe 1
  3. Sirosis biliaris primer
  4. Hepatitis autoimun
  5. Penyakit grave’s
  6. Penyakit chron’s
  7. Penyakit seliac
  8. Kolitis ulseratif
  9. Sindroma sjogren’s
  10. Penyakit lupus (SLE)
  11. Rheumatoid arthritis (Rematik)

Penyebab penyakit autoimun

Kemajuan di bidang teknologi kedokteran, sampai saat ini belum dapat menemukan apa penyebab pasti dari penyakit autoimun atau belum dapat menjawab bagaimana suatu proses bisa menjadi suatu penyakit. Sampai saat ini ada dua hipotesis yang paling kuat diduga menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit autoimun, yaitu hipotesis genetika, dan hipotesis pengaruh lingkungan.

  1. Pengaruh genetika

Mutasi genetika diduga menjadi penyebab terjadinya perubahan fungsi kerja suatu sel atau organ. Struktur genetika yang terlibat tidak hanya satu struktur saja melainkan bisa juga beberapa struktur genetika. Masing-masing perubahan struktur genetika ini akan menyebabkan penyakit yang berbeda-beda pula.

  1. Pengaruh lingkungan

Mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap seseorang yang memungkinkan seseorang terkena penyakit autoimun sangat diperlukan. Faktor-faktor seperti nutrisi, microbiota dalam usus seseorang, pengaruh paparan radikal bebas seperti rokok, penggunaan obat-obatan, hormonal, paparan sinar UV, dan sebagainya perlu diketahui dan digali. Selain itu pengaruh kesehatan orang tersebut juga berpengaruh, misalkan riwayat paparan atau riwayat terinfeksi suatu penyakit, bisa juga menimbulkan pengaruh autoimunitas pada seseorang. Contoh penyakitnya seperti Demam rematik akut. Kemudian pengaruh lingkungan yang non infeksius seperti konsumsi makanan mengandung gluten dengan kejadian penyakit celiac.

Apakah gejala nya?

Jenis penyakit yang begitu banyak dan beragam, menyebabkan gejala yang ditimbulkan nya pun beragam dan berbeda-beda, namun gejala-gejala awal yang ditimbulkan hampir serupa, berikut ini gejala-gejalanya:

  • Rasa mudah lelah
  • Nyeri pada otot
  • Pembengkakan dan kemerahan pada sendi
  • Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
  • Rasa baal dan kesemutan di kaki dan tangan
  • Kerontokan rambut
  • Kemerahan pada kulit.

Gejala-gejala ini bisa berbeda-beda munculnya pada setiap penderita dan kembali lagi bergantung pada penyakit yang diderita nya.

Penyakit autoimun adalah suatu penyakit yang bersifat kompleks dan sampai saat ini belum diketahui sebab pasti mekanisme terjadinya penyakit ini. Selain itu penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Setiap orang bisa mengeluhkan gejala yang berbeda-beda, dan jenis penyakit yang berbeda pula. Apabila Anda menemukan atau mengalami gejala seperti diatas, dianjurkan agar segera berobat ke ahli agar memperoleh pertolongan segera untuk mencegah kemungkinan bertambah parahnya penyakit yang mungkin Anda alami.

 

Referensi

  • Fu-Sheng Wang L, Gershwin M.E. Human autoimmune diseases: a comprehensive update. Journal of Internal Medicine/Volume 278, Issue 4/ p. 369-395. First published: 25 July 2015. https://doi.org/10.1111/joim.12395
  • Orbai A. Autoimmune disease: why is my immune system attacking itself? Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/autoimmune-disease-why-is-my-immune-system-attacking-itself
  • Autoimmune disorders. Diakses pada: 2021, Juni 8. Dari: https://medlineplus.gov/ency/article/000816.htm
  • Lorenz H, Herrmann M, and Kalden J.R. The pathogenesis of autoimmune diseases. Scand J Clin Lab Invest 2001;61 (Suppl 235): 16 – 26.
  • Watson S. Autoimmune diseases: types, symptoms, causes, and more. (2019). Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :