Beranda > Artikel > Jenis – Jenis Diet: Atkins Diet

Jenis – Jenis Diet: Atkins Diet

Jenis-jenis Diet, Diet Atknis

Apa itu Atkins Diet?

            Atkins Diet merupakan suatu pola diet yang sering digunakan untuk membantu menurunkan berat badan, dengan cara membatasi asupan karbohidrat dan mengontrol kadar hormon insulin, sedangkan konsumsi lemak dan protein tidak dibatasi.

            Diet ini pertama kali ditemukan oleh Dr Robert Atkins, seorang kardiologi di Amerika pada tahun 1960 awal. Tujuan dari Atkins Diet ialah untuk mengubah pola makan sehingga dapat menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan tersebut. Diet ini merupakan pola makan sehat berjangka panjang, dapat digunakan tidak hanya untuk menurunkan berat badan, namun juga untuk meningkatkan kesehatan fisik seperti menangani tekanan darah tinggi hingga sindroma metabolik.

 

Cara Melakukan Atkins Diet

            Fokus utama dari Atkins Diet adalah menemukan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak, untuk mencapai penurunan berat badan serta kesehatan yang optimal. Obesitas berkaitan dengan masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, yang merupakan akibat dari pola makan tinggi karbohidrat. Terdapat 4 fase di dalam Atkins Diet, disesuaikan dengan target penurunan berat badan:

1. Fase I. Induction. Fase ini bersifat ketat, Anda memotong porsi karbohidrat Anda dalam pola makan harian Anda. Anda diperbolehkan memakan 20 gram karbohidrat dalam satu hari, diutamakan yang berasal dari sayur – sayuran. Fase ini dinamakan fase ketosis. Berat badan Anda dapat turun secara signifikan dalam waktu yang singkat. Untuk memenuhi kebutuhan kalori harian Anda, Anda dapat makan protein seperti ikan, ayam, daging, telur, keju, setiap kali Anda makan. Anda tidak perlu membatasi asupan minyak, lemak, namun Anda perlu membatasi makan buah – buahan, makanan manis, roti, pasta, gandum, kacang, dan alkohol.

2. Fase 2. Balancing. Dalam fase ini, Anda perlahan – lahan menambahkan asupan karbohidrat seperti kacang – kacangan, sayur – sayuran rendah karbohidrat, dan sedikit buah – buahan ke pola makan Anda. Sebagai acuan, Anda dapat megonsumsi 20-25 gram karbohiodrat per hari dalam satu minggu pertama, 30 gram per hari dalam minggu kedua. Sambil melakukan ini, Anda akan terus mengamati berapa banyak jumlah tambahan karbohidrat yang dapat Anda makan tanpa menaikkan berat badan.

3. Fase 3. Fine-tuning/Pre maintenance. Anda dapat terus menambahkan asupan karbohidrat Anda, seperti buah – buahan, sayur berbahan pati, hingga gandum. Anda dapat menambah 10 gram karbohidrat per hari setiap minggunya. Namun pastikan Anda berhenti menambahkan asupan karbohidrat bila penurunan berat badan Anda berhenti. Anda akan tetap melakukan fase ini hingga Anda mencapai target berat badan yang Anda inginkan.

4. Fase 4. Maintenance. Ketika Anda telah mencapai target berat badan Anda, Anda akan melanjutkan pola makan terakhir Anda. Jumlah asupan karbohidrat per hari dalam fase ini bervariasi pada setiap orang, pada umumnya berkisar antara 40 – 120 gram karbohidrat per hari.

 

Berikut ini ialah contoh beberapa makanan yang perlu Anda hindari:

1. Makanan dan minuman mengandung gula: minuman bersoda, jus buah – buahan, kue, permen, es krim, dll

2. Padi – padian: gandum, barley, nasi, dll

3. Minyak sayur: Soybean oil, minyak jagung, minyak kanola, dll

4. Lemak trans: Makanan yang sering di proses, dengan label “hydrogenated”

5. Sayuran tinggi karbohidrat: wortel, lobak, dll (hanya pada saat fase I)

6. Buah – buahan tinggi karbohidrat: pisang, apel, jeruk, pir, anggur (hanya pada saat fase I)

7. Pati: kentang, ubi (hanya pada saat fase I)

8. Kacang – kacangan: lentils, beans, chickpeas, dll (hanya pada saat fase I)

 

Sedangkan, berikut ini merupakan contoh makanan yang dapat Anda konsumsi:

1. Daging: daging sapi, daging babi, daging kambing, bacon, ayam, dll

2. Maknaan laut dan ikan: salmon, sardine, dll

3. Telur

4. Sayuran rendah karbohidrat: kale, bayam, brokoli, asparagus, dll

5. Dairy tinggi lemak: mentega, keju, cream, yogurt tinggi lemak

6. Kacang dan biji – bijian: kacang almond, macadamia, walnut, biji bunga matahari, dll

7. Lemak sehat: extra virgin olive oil, minyak kelapa, buah alpukat, dan minyak alpukat.

8. Minuman: air mineral, kopi, teh hijau

 

Manfaat Atkins Diet

1. Melakukan metode diet ini tidak membuat Anda merasa kelaparan. Konsumsi protein dan lemak dapat menekan napsu makan.

2. Anda tanpa sadar dapat berpotensi memotong asupan kalori harian. Terutama bila Anda sering mengonsumsi makanan khas Amerika yang kurang sehat seperti roti, makanan yang di goreng dan siap saji, makanan tinggi gula.

3. Mengontrol gula darah. Pembatasan konsumsi karbohidrat akan membantu mengontrol gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

 

Efek Samping Atkins Diet

            Terdapat beberapa efek samping dalam melakukan pola diet ini, terutama pada fase – fase awal, yaitu nyeri kepala, pusing, mual, lemas, konstipasi, terkadang mulut yang berbau tidak seperti biasa.

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography

Brazier, Y. (2020, January 30). Atkins diet: What is it, and should I try it? Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/7379

Gunnars, K. (2018, August 2). The Atkins Diet: Everything You Need to Know. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/atkins-diet-101#_noHeaderPrefixedContent

Atkins Diet: What’s behind the claims? (2020, May 6). Retrieved from Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/atkins-diet/art-20048485

Fields, L. (2020, April 2). Atkins Diet Plan Review . Retrieved from Nourish by Web MD: https://www.webmd.com/diet/a-z/atkins-diet-what-it-is

What Is the Atkins Diet, and Is It Healthy? (2021, January 5). Retrieved from Cleveland Clinic: https://health.clevelandclinic.org/what-is-the-atkins-diet-and-is-it-healthy/

 

Baca juga: Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :