Beranda > Artikel > Awas! Hindari Makanan Ini bila Anda Penderita Penyakit Autoimun

Awas! Hindari Makanan Ini bila Anda Penderita Penyakit Autoimun

Sistem imun

Sistem imunitas seorang manusia bersifat kompleks dan berhubungan satu sama lain, mulai dari sel, jaringan, hingga organ. Fungsi sistem ini adalah sama seperti penjaga keamanan, yaitu melindungi tubuh kita dari serangan berbagai organisme yang menyebabkan infeksi. Fungsi ini kita bisa kenal dengan fungsi antibodi.

Apa yang terjadi dalam tubuh penderita penyakit autoimun?

Pada kondisi tertentu imunitas dalam tubuh bisa salah bekerja, yang dimaksud dengan salah bekerja adalah sistem imun ini justru akan menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh seseorang. Kemajuan teknologi di dunia kesehatan memang saat ini berkembang pesat, namun sampai saat ini asal usul terkait bagaimana proses terjadinya penyakit autoimun masih belum diketahui secara pasti.

Seorang penderita penyakit autoimun bisa mewariskan penyakit yang diidapnya kepada keturunan selanjutnya. Mengapa bisa demikian? Ternyata penyakit ini menurun secara genetika. Variasi atau mutasi genetika saat ini masih menjadi salah satu hipotesis yang menunjukkan bahwa penyakit ini bisa diwariskan.

Faktor lingkungan dan kebiasaan ikut berperan sebagai faktor risiko yang bisa mencetuskan terjadinya suatu penyakit autoimun. Contoh pengaruh lingkungan yang memicu terjadinya penyakit autoimun, yaitu:

  • Merokok
  • Penggunaan obat-obatan
  • Riwayat menjalani terapi hormonal
  • Paparan ultraviolet berulang dan jangka panjang.

Apa saja jenis penyakit autoimun dan apa gejala-gejala nya?

Penyakit autoimun merupakan sebutan yang secara umum atau secara luas untuk mengelompokan penyakit-penyakit tertentu dengan dasar patologisme yang sama. Sampai saat ini banyak penyakit yang digolongkan ke dalam penyakit autoimun. Gejala-gejalanya pun juga bergantung kepada masing-masing penyakit tersebut. Inilah penyakit-penyakit autoimun yang sering ditemukan di dalam praktik sehari-hari:

  1. Diabetes Mellitus tipe 1.
  2. Rheumatoid arthritis dalam bahasa awam disebut rematik
  3. Psoriasis
  4. Multiple sclerosis
  5. Systemic lupus erythematosus (SLE atau penyakit lupus)
  6. Inflammatory bowel disease (IBD): ada dua jenis penyakit yang termasuk dalam golongan ini: Chron’s disease dan colitis ulseratif
  7. Addison’s disease
  8. Grave’s disease
  9. Sjogren’s syndrome
  10. Hashimoto’s thyroiditis
  11. Myasthenia gravis
  12. Autoimmune vasculitis
  13. Anemia pernisiosa
  14. Celiac disease

Penyakit diatas memiliki gejala khas nya masing-masing, namun pada masa-masa awal gejala-gejala yang ditimbulkan hampir serupa, berikut ini gejala nya:

  • Rasa mudah lelah
  • Nyeri pada otot
  • Pembengkakan dan kemerahan pada sendi
  • Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
  • Rasa baal dan kesemutan di kaki dan tangan
  • Kerontokan rambut
  • Kemerahan pada kulit.

Hindari makanan-makanan berikut

Bagi penderita penyakit autoimun harus mengawasi asupan makanan yang dimakan, karena bisa jadi makanan tersebut berisiko memperparah gejala atau bisa jadi mencetuskan suatu penyakit autoimun yang spesifik. Mari kita simak sama-sama, makanan yang harus dihindari:

  1. Makanan berkarbohidrat tinggi, seperti nasi, gandum, barley dan olahan berbahan dasar tepung seperti pasta, roti, dan sereal.
  2. Makanan berbahan dasar kacang-kacangan.
  3. Sayur-sayuran berwarna gelap. Seperti: terong, tomat, paprika.
  4. Telur, baik putih telur, kuning telur atau olahan makanan yang mengandung telur,
  5. Produk mengandung susu. Baik susu sapi, susu kambing, susu domba.
  6. Produk olahan yang mengandung gula, seperti gula jagung, minuman soda, permen, makanan penutup, coklat.
  7. Makanan yang mengandung penyedap, dengan pewarna.
  8. Makanan dengan lemak jenuh tinggi.
  9. Hindari juga konsumsi kopi dan alkohol

Mengapa makanan-makanan ini harus dihindari? Terdapat satu teori yang menduga kondisi awal terjadinya penyakit autoimun adalah karena adanya kebocoran pada usus, yang berisiko terjadinya penyerapan toksin-toksin atau racun yang bisa memicu terjadinya peradangan. Akhirnya peradangan ini bisa berisiko menyebar ke seluruh tubuh, dan menimbulkan suatu penyakit autoimun spesifik. Prinsip yang didapatkan dari diet ini adalah untuk menghindari paparan faktor lingkungan.

Penyakit autoimun adalah penyakit yang kompleks dan memerlukan penanganan yang menyeluruh dan melibatkan banyak ahli. Diet menjadi salah satu alternative untuk mencegah terjadinya keparahan gejala yang dialami. Untuk memperoleh masukkan yang optimal dan baik, sangat dianjurkan bahwa tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli agar tidak terjadi kesalahan penanganan dan tidak memperparah sakit.

 

Referensi

  • Watson S. Autoimmune diseases: types, symptoms, causes, and more. (2019). Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders
  • Orbai A. Autoimmune disease: why is my immune system attacking itself? Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/autoimmune-disease-why-is-my-immune-system-attacking-itself
  • What are common symptoms of autoimmune disease? Diakses pada: 2021, Juni 8. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/what-are-common-symptoms-of-autoimmune-disease
  • Petre A. AIP (autoimmune protocol) diet: overview, food list, and guide. (2020). Diakses pada: 9 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/nutrition/aip-diet-autoimmune-protocol-diet
  • Hatanaka Miho. All you need to know about the AIP diet. (2020). Diakses pada: 9 Juni 2021. Dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/320195

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :