Beranda > Artikel > Bagaimana Mengolah Daun Sambiloto?

Bagaimana Mengolah Daun Sambiloto?

bagaimana cara mengolah daun sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit. Tanaman dengan rasa yang sangat pahit, hingga disebut sebagai King of Bitters ini dapat tumbuh hingga 1 meter. Sambiloto berasal dari daerah India dan Srilanka, kemudian menyebar ke Asia Tenggara, Cina, hingga Amerika. Sambiloto mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dimulai dari terpenoid yang merupakan komponen terbesar dan mempunyai efek terapeutik. Selain itu sambiloto juga mengandung flavonoid, beberapa mineral seperti zinc, mangan, selenium, dan lain-lain, serta kalium dan kalsium.

 

Manfaat kesehatan konsumsi daun sambiloto

Beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya membuat sambiloto banyak digunakan dengan banyak manfaat kesehatan, seperti:

 

1. Membantu meredakan gejala flu (common cold)

Ekstrak daun sambiloto apabila dikonsumsi dalam 72 jam pertama setelah munculnya gejala flu seperti demam, batuk, pilek, atau hidung tersumbat dan berair, mampu memperbaiki gejala-gejala tersebut. Selain itu konsumsi ekstrak tanaman ini juga dapat meringankan gejala nyeri tenggorokan.

 

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sistem imunitas (kekebalan) yang baik sangat dibutuhkan tubuh dalam melawan infeksi kuman yang masuk. Ekstrak daun sambiloto dapat merangsang kinerja dan respon sistem imunitas ini. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan aktivitas sel darah putih (limfosit) dan makrofag untuk memakan kuman di dalam tubuh.

Baca juga: 10 Buah untuk Meningkatkan Imun Tubuh Anda

 

3. Memiliki efek antioksidan

Penelitian menunjukkan efek positif dari konsumsi ekstrak sambiloto dalam melawan radikal bebas. Hal ini disebabkan karena hambatan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh dan meningkatkan penghancurannya.

Baca juga: Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan

 

4. Mempunyai sifat antiradang

Radang merupakan salah satu cara pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Namun peradangan yang berlebihan juga memiliki efek negatif terhadap kesehatan dan mengganggu fungsi-fungsi organ lain. Ekstrak sambiloto ini dapat menghambat pelepasan zat-zat (mediator) penyebab peradangan di dalam tubuh.

 

5. Menurunkan kadar gula darah

Studi pada tikus menunjukkan efek penurunan gula darah yang cukup signifikan, hingga mencapai 61% penurunan, pada tikus dengan kadar gula darah tinggi yang diberikan ekstrak sambiloto dibandingkan yang tidak diberikan. Namun penurunan karena efek esktrak tanaman ini justru tidak signifikan pada tikus dengan kadar gula darah yang normal, sehingga dapat mencegah timbulnya kekurangan gula darah (hipoglikemia).

 

6. Mengatur enzim hati karena kanker

Kandungan dalam ekstrak sambiloto menunjukkan efek baik untuk menurunkan aktivitas sel kanker dalam hati dan memperbaiki kinerja organ ini.

 

7. Menurunkan tekanan darah

Sambiloto dapat menurunkan tekanan darah karena ekstraknya memiliki efek melebarkan pembuluh darah. Namun perlu perhatian khusus bila sedang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, karena konsumsi bersamaan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara mendadak (hipotensi).

Baca juga: Manfaat Daun Salam bagi Kesehatan

 

Bagaimana mengolah daun sambiloto?

Banyaknya manfaat kesehatan yang ada di dalam daun sambiloto perlu dikombinasikan dengan cara pengolahan yang benar. Cara yang paling sering dilakukan adalah diolah sebagai bahan jamu, dikombinasikan dengan temulawak. Cara lain dengan merebus daun sambiloto dan meminum air rebusannya secara langsung. Atau dengan mengkonsumsi ekstak tanaman ini dalam kapsul.

Perlu diperhatikan, konsumsi sambiloto dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti diare, muntah, nyeri kepala, dan bercak kemerahan di kulit. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dihindari karena belum didukung oleh penelitian yang memadai. Selain itu pada penderita penyakit autoimun (lupus, radang sendi, dan lain-lain) juga sebaiknya dihindari karena sambiloto dapat meningkatkan aktivitas sistem imun dan berpotensi memperburuk gejala penyakit tersebut.

 

Referensi:

Okhuarobo, A., Falodun, J. E., Erharuyi, O., Imieje, V., Falodun, A., & Langer, P. (2014). Harnessing the medicinal properties of Andrographis paniculata for diseases and beyond: a review of its phytochemistry and pharmacology. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 4(3), 213–222. https://doi.org/10.1016/S2222-1808(14)60509-0

WebMD. (2021). Andrographis. WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-973/andrographis

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :