Beranda > Artikel > Mengenal Bahaya Asap Rokok untuk Kulit Anda

Mengenal Bahaya Asap Rokok untuk Kulit Anda

bahaya asap rokok untuk kulit

Gaya hidup yang kurang baik, salah satunya merokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sudah merupakan rahasia umum bahwa rokok mengandung ratusan bahkan ribuan senyawa berbahaya, contohnya seperti zat karsinogen. Tidak hanya merugikan kesehatan pribadi, namun merokok juga merugikan kesehatan orang-orang disekitar anda yang terpapar asap rokok. Masalah kesehatan yang cukup sering terjadi karena asap rokok adalah kesehatan kulit. Kira-kira, apa saja masalah kulit yang bisa terjadi? Mari simak faktanya!

 

1. Penuaan dini

Toksin-toksin yang terdapat pada asap rokok dapat merusak jaringan kolagen dan elastin yang terdapat pada kulit. Akibatnya, kulit anda akan terlihat lebih kendur dan tua dari seharusnya. (1,2) Apabila terpapar dalam jangka waktu lama, akan terbentuk kerutan yang lebih dalam pada kulit anda sehingga menyebabkan penuaan dini. Kerutan paling sering tampak di sekitar wajah, terutama pada daerah sekitar mata, bibir, dan alis. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit, sehingga mengakibatkan kulit tidak mendapatkan asupan oksigen yang optimal. (1)

 

2. Pigmentasi kulit

Pigmentasi atau bintik-bintik kehitaman pada kulit dapat terjadi karena produksi melanin yang berlebihan. Terdapat penelitian bahwa merokok ternyata memiliki hubungan dengan peningkatan pigmen melanin pada kulit, terutama daerah kulit wajah.  Selain itu, memegang batang rokok dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kekuningan pada jari-jari anda karena efek dari nikotin dan tar. (1,3,4)

 

3. Memperparah inflamasi kulit

Nikotin yang merupakan kandungan utama rokok memiliki ikatan erat dengan berbagai penyakit inflamasi kulit, seperti psoriasis, jerawat, eksim (dermatitis atopik), dan lainnya. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa tingkat kerjadian dan kekambuhan psoriasis meningkat pada pasien yang merokok. (4,5)

 

4. Memperlambat penyembuhan luka

Penyempitan (vasokonstriksi) pembuluh darah dapat menghambat penyembuhan luka. Bahkan luka kecil sekalipun. Penelitian yang dilakukan pada pasien paska operasi menyebutkan bahwa orang yang memiliki riwayat merokok dan sering terpapar asap rokok memiliki komplikasi yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Salah satu komplikasi tersebut adalah luka yang lambat mengering. Oleh sebab itu, dokter bedah biasanya menganjurkan anda untuk berhenti merokok sebelum pelaksanaan operasi. (4)

 

5. Kanker kulit

Rokok mengandung zat-zat karsinogen yang dapat memicu terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker kulit. Kanker kulit yang paling sering terjadi pada orang yang sering terpapar asap rokok adalah tipe squamous cell carcinoma (SCC). SCC dapat terjadi juga pada rongga mulut, dimana gejala yang harus anda perhatikan adalah benjolan pada bibir atau mulut yang disertai rasa nyeri, muncul bercak kemerahan pada lidah atau gusi, sulit menelan dan nyeri tenggorokan, turun berat badan diluar batas normal, dan perubahan suara. (4,6)

 

Banyaknya bahaya asap rokok yang tertera siatas tidak hanya merusak kulit, namun juga merusak kesehatan anda secara keseluruhan. Jangan sampai impian anda untuk memiliki kulit yang indah dan sehat hancur hanya karena memiliki kebiasaan yang buruk. Selalu jaga kesehatan anda, rutin periksa kesehatan dan simpan riwayat maupun catatan kesehatan anda di aplikasi Personal Health Record dari Carevo (insert link:https://www.carevo.id/personal-health-record/).

 

Reference:

  1. Morita A. Tobacco smoke causes premature skin aging. J Dermatol Sci. 2007. 48(3): 169-75. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17951030/
  2. Yazdanparast T, Hassanzadeh H, Nasrollahi SA, Seyedmehdi SM, Jamaati H, Naimian A, Karimi M, et al. Ciggarettes smoking and skin: a comparison study of biophysical properties of skin in smokers and non-smokers. 2019; 18(2): 163-8. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7230126/
  3. Nakamura M, Ueda Y, Hayashi M, Kato H, Furuhashi T, Morita A. Tobacco smoke-induced skin pigmentation is mediated by the aryl hydrocarbon receptor. 2013. 22(8): 556-8. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23802610/
  4. Simpkin S. Smoking and its effects on the skin. DermNet NZ. 2016. Diakses dari: https://dermnetnz.org/topics/smoking-and-its-effects-on-the-skin
  5. Armstrong AW, Armstrong EJ, Fuller EN, Sockolov ME, Voyles SV. Smoking and pathogenesis of psoriasis: a review oxidative, inflammatory, and genetic mechanisms. Br J Dermatol. 2011; 165(6):1162-8. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21777217/
  6. Sa DH, Wensveen CA, Bastiaens MT, Kielich CJ, Berkhout MJ, Westendorp RG, Vermeer BJ, et al. Relationship between smoking and skin cancer. J Clin Oncol. 2001; 19(1):231-8. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11134217/#affiliation-1

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :