Beranda > Artikel > Inilah Bahaya Merokok Pada Wanita yang Harus Dijauhi

Inilah Bahaya Merokok Pada Wanita yang Harus Dijauhi

bahaya merokok pada wanita

Rokok adalah hasil olahan tembakau yang digulung atau dibungkus dengan kertas yang kemudian dibakar. Rokok mengandung ratusan hingga ribuan senyawa beracun yang berbahaya bagi kesehatan, tak heran bahwa rokok merupakan penyebab tersering dari penyakit-penyakit kronik dalam tubuh manusia.

 Tahukah anda bahwa jumlah perokok di Indonesia adalah sekitar 60 juta orang dan lebih dari 6,3 juta diantaranya adalah wanita? Merokok memang sering dikenal dapat menghilangkan rasa stress, menangkal rasa ngantuk, dan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun ternyata, bahaya merokok pada wanita jauh lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki. Pasalnya, penelitian melaporkan wanita yang merokok memiliki prevalensi yang lebih tinggi untuk terserang berbagai penyakit dibandingkan pria yang merokok. (1)

Apa saja bahaya merokok pada wanita yang harus anda ketahui? Yuk simak faktanya!

1. Rentan terkena osteoporosis

Merokok dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang anda, oleh sebab itu wanita yang merokok lebih rentan terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang. Senyawa-senyawa berbahaya yang terdapat pada rokok dapat mengurangi penyerapan mineral tulang dan menyebabkan tulang anda lebih rapuh dan mudah patah. (1,2)

 

2. Gangguan sendi

Wanita yang merokok memiliki kejadian radang sendi yang lebih tinggi daripada wanita yang tidak merokok. Rokok dapat menyebabkan inflamasi di dalam tubuh anda, yang paling sering terutama pada persendian besar maupun kecil seperti pada lutut dan jari-jari tangan. (3)

 

3. Ketidak-seimbangan hormon

Nikotin merupakan kandungan utama rokok yang dapat menyebabkan masalah endokrin pada wanita, dan memiliki efek yang berbahaya pada fungsi kelenjar-kelenjar pengatur keseimbangan hormon seperti kelenjar tiroid, adrenal, dan ovarium. Banyaknya efek samping dari kerja hormon yang tidak seimbang seperti menstruasi yang tidak teratur, gangguan kehamilan, rambut mudah rontok, kulit kering, mood yang tidak stabil, dan lainnya. Wanita yang merokok juga lebih awal mengalami menopause dibandingkan wanita yang tidak merokok. (1,4)

 

4. Gangguan jantung

Sudah banyak penelitian yang menjelaskan bahwa merokok dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Penyakit jantung yang paling sering terjadi karena efek samping merokok adalah penyumbatan arteri coroner jantung. Faktanya, wanita yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi sebanyak 25% dibandingkan laki-laki. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya hipertensi pada wanita.

 

5. Gangguan pernapasan

Gangguan sistem pernapasan merupakan salah satu bahaya yang paling ditakutkan dari merokok. Penyakit paru obstuktif kronis (PPOK) adalah peradangan kronis yang terjadi pada paru-paru dan biasanya disebabkan karena efek samping dari merokok. PPOK lebih rentan terjadi pada wanita yang merokok dan tingkat kematiannya pun lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki. (1)

 

6. Kanker

Sudah tidak asing lagi bahwa rokok menyebabkan kanker. Tidak hanya kanker paru-paru, merokok juga dapat menyebabkan kanker lainnya seperti kanker pancreas, mulut, tenggorokkan, serviks, ovarium, hingga kolorektal. Berdasarkan penelitian, perokok wanita memiliki resiko untuk terkena kanker kolorektal yang lebih tinggi. Data penelitian lain pada 80,000 pasien wanita post-menopause yang merokok, kasus kanker payudara meningkat sebanyak 16%  karena rokok. (1)

 

Bahaya merokok dan kampanye berhenti sudah marak di kalangan masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum sadar akan bahanya merokok. Dengan mengetahui bahaya merokok seperti yang dipaparkan diatas, berhenti merokok dan memulai hidup yang lebih sehat merupakan cara yang tepat untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut.

Selalu jaga kesehatan anda, rutin periksa kesehatan dan simpan riwayat maupun catatan kesehatan anda di aplikasi Personal Health Record dari Carevo (https://www.carevo.id/personal-health-record/)

 

Reference:

  1. Allen AM, Oncken C, Hatsukami D. Women and smoking: the effect of gender on the epidemiology, health effects, and cessation of smoking. Curr Addict Rep. 2014; 1(1): 53-60. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4871621/
  2. National Institute of Health.  Smoking and bone health. NIH. 2018. Diakses dari: https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/conditions-behaviors/bone-smoking
  3. Chang K, Yang SM, Kim SH, Han KH, Park SJ, Shin JI. Smoking and rheumatoid arthritis. Int J Mol Sci. 2014; 15(12): 22279-95. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4284707/
  4. Jandikova H, Duskova M, Starka L. The influence of smoking and cessation on human reproductive hormonal balance. Physiol Res. 2017; 66 (supp 3): S323-S331. Diakses dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28948816/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :