Beranda > Artikel > Bayi Prematur yang Sehat

Bayi Prematur yang Sehat

Bagaimana kelahiran prematur itu?

Kelahiran bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu (20-36 minggu), beberapa negara menggunakan batasan 28 minggu untuk dikatakan lahir prematur. Data WHO menyebutkan bahwa 1 dari 10 bayi lahir di dunia merupakan bayi yang lahir prematur, dan menyebabkan kematian hampir 1 juta bayi dan anak setiap tahunnya. Indonesia menempati urutan ke 5 sebagai negara dengan angka kelahiran prematur tertinggi di dunia, yaitu 675.700 kelahiran prematur.

Kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir dan anak di bawah usia 5 tahun, karena mereka memiliki risiko kelainan syaraf, saluran pernapasan dan jantung, sera gangguan organ-organ lainnya. Selain itu bayi prematur juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit-penyakit degeneratif saat sudah dewasa, seperti penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Semakin muda usia kehamilan ibu, semakin tinggi pula risiko komplikasi yang akan muncul pada bayi yang dilahirkan.

 

Apa penyebab bayi lahir prematur?

Kelahiran prematur dapat disebabkan berbagai macam hal, antara lain:

  • Infeksi rahim/jalan lahir selama kehamilan
  • Stres dan aktifitas berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Asap rokok dan konsumsi minuman beralkohol
  • Usia ibu yang terlalu muda (<18 tahun) atau terlalu tua (>35-40 tahun)
  • Nutrisi/gizi ibu hamil yang buruk
  • Pemeriksaan kehamilan yang tidak adekuat (tidak memeriksakan diri)
  • Selaput ketuban yang pecah terlalu dini (karena jatuh/trauma lain)
  • Kelainan plasenta/ari-ari: plasenta letak rendah (placenta previa), plasenta lepas (abruption)
  • Kelainan jalan lahir
  • Kehamilan kembar
  • Riwayat penyakit kronis pada ibu
  • Riwayat kelahiran prematur sebelumnya

 

Apa saja ciri-ciri bayi prematur?

Selain dari usia kehamilan muda, di bawah 37 minggu kehamilan, bayi prematur biasanya juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berat bayi lahir rendah, di bawah 2500 gram.
  2. Rambut-rambut halus yang menutupi hampir seluruh tubuh.
  3. Bayi dapat mengalami kesulitan bernapas.
  4. Refleks-refleks dasar yang tidak sempurna, membuat bayi kesulitan menyusu.

 

Bagaimana pencegahan agar bayi tidak lahir prematur?

Bayi yang lahir prematur memiliki kecenderungan mengalami berbagai komplikasi dan gangguan di berbagai organ. Karena itu pencegahan sangat penting dilakukan oleh ibu hamil.

  1. Merencanakan kehamilan.

Kehamilan yang direncanakan membuat ibu lebih siap secara fisik dan mental. Perlu diperhatikan juga jarak antar kehamilan sebaiknya tidak kurang dari 18 bulan agar tubuh ibu sudah pulih sempurna dari kehamilan sebelumnya.

  1. Menjaga nutrisi yang adekuat.

Makan makanan bergizi dapat mencukupi kebutuhan nutrisi, termasuk vitamin dan mineral, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Selain itu ibu hamil juga sebaiknya tidak merokok dan minum minuman beralkohol.

  1. Kontrol kehamilan secara teratur.

Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi selalu dalam keadaan sehat. Apabila diperlukan dokter juga akan memberikan resep obat-obatan untuk menguatkan kandungan dan/atau mengurangi kontraksi rahim sebelum waktunya, sehingga dapat mencegah kelahiran prematur. Selain itu apabila ibu hamil juga memiliki penyakit kronis sebelum hamil, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, juga wajib berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelumnya, agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan bila perlu penyesuaian dosis dan jenis obat-obatan sebelumnya.

  1. Pengikatan leher rahim (cervical cerclage).

Beberapa ibu hamil memiliki bentuk serviks/leher rahim yang pendek, sehingga rentan terjadi kelahiran prematur. Dokter kandungan akan melakukan pengikatan di daerah serviks tersebut sehingga memberikan tahanan yang lebih kuat pada rahim. Ikatan ini akan dilepas apabila ibu hamil sudah memasuki masa cukup bulan untuk bersalin.

 

Bagaimana merawat bayi prematur di rumah?

Setelah diperbolehkan oleh dokter, bayi yang lahir prematur dapat dibawa pulang dan melanjutkan perawatan di rumah.

Berikut adalah tips-tips untuk merawat bayi prematur di rumah:

  1. Menjaga suhu tubuh bayi dengan metode kanguru.

Kangoroo mother care (KMC) atau metode kanguru merupakan cara yang efektif untuk menjaga suhu tubuh bayi. Metode ini merupakan metode merawat dengan kontak kulit ke kulit seperti seekor kanguru, dan dapat dilakukan oleh ibu maupun ayah.

  1. Menyusui secara teratur.

Bayi prematur dapat mengalami gangguan di saluran pencernaan, sehingga ASI sangat diperlukan. Cara dan jumlah pemberian ASI dapat mengikuti petunjuk dokter.

  1. Menjaga kesehatan dan kebersihan bayi.

Memandikan bayi dan memberikan imunisasi sesuai jadwal merupakan cara yang efektif untuk menghindarkan bayi dari infeksi, di mana pada bayi prematur lebih rentan terserang penyakit.

  1. Kontrol rutin ke dokter anak sesuai jadwal.

Pertumbuhan dan perkembangan bayi harus senantiasa dipantau, sehingga apabila ada gangguan dapat diketahui lebih dini dan dapat diintervensi untuk mencegah timbulnya penyulit di kemudian hari.

 

Referensi

  • Granese, R., Gitto, E., D’Angelo, G., Falsaperla, R., Corsello, G., Amadore, D., Calagna, G., Fazzolari, I., Grasso, R., & Triolo, O. (2019). Preterm birth: Seven-year retrospective study in a single centre population. Italian Journal of Pediatrics, 45(1). https://doi.org/10.1186/s13052-019-0643-9
  • MayoClinic. (2021, April 14). Premature birth. MFMER. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730
  • Rundell, K., & Panchal, B. (2017). Preterm Labor: Prevention and Management (Vol. 95, Issue 6). www.marchofdimes.org/pdf/nevada/nv-Preterm-Labor-
  • WHO. (2015). WHO recommendations on interventions to improve preterm birth outcomes. www.who.int/reproductivehealth

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :