Beranda > Artikel > Begini Cara Mendampingi Anak Hiperaktif

Begini Cara Mendampingi Anak Hiperaktif

Apakah Hiperaktif Itu?

Hiperaktif merupakan suatu keadaan dimana seseorang aktif secara berlebihan yang tidak sesuai dengan waktu, tempat, dan keadaan. Biasanya orang di sekitar seperti guru, teman kerja, dan orang tua akan mengalami kesulitan dalam menghadapi orang hiperaktif. 

Hiperaktif seringkali merupakan suatu gejala dari kondisi mental atau fisik. ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder) merupakan kondisi tersering yang berkaitan dengan hiperaktif. ADHD ditandai dengan menjadi terlalu aktif, sulit fokus, dan impulsif. Pada umumnya ADHD didiagnosis sejak usia muda. Hiperaktif dapat ditangani, terutama bila diketahui sejak dini.

Selain ADHD, penyebab tersering hiperaktif lainnnya ialah:

  1. Hipertiroid
  2. Gangguan pada otak
  3. Kelainan sistem saraf pusat
  4. Kelainan psikologi
  5. Menggunakan obat – obatan tertentu seperti kokain atau mefentamin

 

Ciri – Ciri Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi di sekilah, dan seringkali memiliki kebiasaan impulsif seperti:

  1. Tidak sabar menunggu gilirannya
  2. Berkata – kata tanpa berpikir dahulu
  3. Menyela pembicaraan
  4. Mengalami kesulitan untuk duduk diam di kursinya
  5. Sulit berkonsentrasi
  6. Banyak bicara
  7. Melakukan gerakan fisik yang berlebihan
  8. Kurang dapat merasakan tanda bahaya

 

Jika Terdiagnosis Hiperaktif, ini Cara – Cara Mendampinginya

Bila Anda mencurigai anak Anda mengalami ADHD, berkonsultasilah dengan Dokter Dokter umum mungkin merujuk Anak Anda kepada dokter spesialis psikologi, psikiatri, atau dokter anak. Jika Dokter mendiagnosis anak Anda mengalami ADHD, Anda dapat melakukan tips – tips berikut ini untuk mendampingi anak Anda:

Tips untuk guru

  1. Jangan menahan aktivitas anak

Jangan jadikan pembatasan aktivitas bermain anak dengan ADHD sebagai hukuman. Sebagai gantinya, bila Anda bertujuan untuk menerapkan disiplin pada anak dengan ADHD, cari metode alternarif. Misalnya dengan menugaskan anak untuk membuang sampah setelah jam belajar sekolah

  1. Pasangkan anak ADHD dengan teman

Ajak anak ADHD untuk membantnu temannya mengelola kelas, membagikan kertas, menghapus papan tulis, dan aktivitas lainnya di kelas. Strategi ini memberikan anak kesempatan untuk tetap bergerak namun juga mengajarkan anak tentang tolong menolong. Pada saat anak di rumah, berikan aktivitas fisik di luar misalnya berlari, bermain basket, dan aktivitas olahraga lainnya. Jenis aktivitas ini akan mengurangi rasa gelisah anak.

  1. Biarkan anak berdiri

Pertimbangkan area belajar dan bekerja dimana anak dapat melakukan aktivitas sambil berdiri

  1. Doronglah anak untuk memperhatikan hal detail

Bila anak ADHD mengerjakan aktivitasnya dengan cepat, ingatkan anak untuk memeriksa kembali hasil pekerjaanya sebelum dikumpulkan. Hal ini akan mengajarkan anak menjadi lebih perhatian terhadap detail dan menghindarkan anak melakukan kesalahan ceroboh. Anda juga dapat membagi – bagi tugas menjadi lebih kecil, karena anak dengan ADHD umumnya mengalami kesulitan dalam mengingat instruksi yang panjang.

  1. Berikan waktu untuk istirahat

Berikan waktu istirahat sebagai jeda antar tugas terutama dalam aktivitas yang melibatkan duduk lama. Berikan izin pada anak untuk berjalan di lapangan, melakukan beberapa latihan fisik, stretching, dan latihan bernapas untuk mengurangi ketegangan.

 

Tips untuk Orangtua

Hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mendampingi anak ADHD adalah memberikan feedback positif pada anak, mengingatkan anak, bersabar, dan memberikan bimbingan. Beberapa hal yang dilakukan di sekolah dapat juga di terapkan di rumah, misalnya mengambil waktu istirahat antar tugas belajar dengan aktivitas fisik. Anda juga dapat meminimalisir distraksi pada saat anak mengerjakan tugas di rumah. Anak dengan ADHD mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi, oleh karena itu Anda dapat menyediakan ruang yang minimal distraksi saat anak mengerjakan tugasnya.

Orangtua dan guru perlu saling berkomunikasi dan mengatur strategi yang tepat untuk mendukung anak ADHD

 

Referensi

  • Symptoms -Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). (2018, May 30). Retrieved from National Health Service UK: https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/symptoms/
  • Understanding hyperactivity. (n.d.). Retrieved from Understood org: https://www.understood.org/articles/en/understanding-hyperactivity
  • Goodwin, S. (2019, August 27). What You Should Know About Hyperactivity. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/hyperactivity
  • What Is Hyperactivity? . (2014, September). Retrieved from Rady Children’s Hospital – San Diego: https://www.rchsd.org/health-articles/what-is-hyperactivity/
  • Logsdon, A. (2021, May 19). How to Manage Hyperactive Children in Class and at Home. Retrieved from verywell family: https://www.verywellfamily.com/managing-your-childs-hyperactivity-2161928
  • Fritscher, L. (2017, November 15). 10 Tips For Coping With A Hyperactive Child. Retrieved from Everyday Health: https://www.everydayhealth.com/emotional-health/adhd/10-tips-coping-with-hyperactive-child/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :