Beranda > Artikel > Berbahayakah Penyakit Autoimun?

Berbahayakah Penyakit Autoimun?

Apakah penyakit autoimun?

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi dimana sistem imun seseorang menyerang tubuh nya sendiri. Dalam kondisi normal sistem imun memiliki fungsi yang baik, yaitu melindungi tubuh dari infeksi bakteri, virus, ataupun parasit-parasit lainnya. Saat kondisi seperti ini, sel-sel sistem imun dapat membedakan komponen-komponen manakah yang berasal dari luar tubuh dan mana sel-sel yang memang sudah ada di dalam tubuh seseorang.

Pada penyakit autoimun, sistem ‘pengamanan’ seseorang salah mengartikan dan justru menganggap sel-sel normal merupakan benda asing sehingga sistem imun menyerang mereka dan menghasilkan kerusakan pada penderita nya. Kerusakan inilah yang kelak menjadi kesakitan bagi penderita nya.

Apa saja faktor-faktor yang bisa mencetuskan?

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana penyakit ini bisa terjadi atau faktor-faktor apa saja yang bisa mencetuskan terjadinya penyakit ini. Sampai saat ini peneliti masih belum menemukan teori-teori yang bisa menjelaskan proses terjadinya munculnya penyakit autoimun. Terdapat tiga komponen yang diduga berperan pada terjadinya penyakit autoimun, yaitu: faktor genetika, sistem imun itu sendiri, dan faktor lingkungan.

  1. Faktor genetika

Faktor ini menjadi salah satu faktor yang bisa mencetuskan seseorang terkena penyakit autoimun. Misalkan seorang anak berisiko mengalami penyakit autoimun apabila ada ayah atau ibu atau saudara kandung mengalami penyakit serupa.

  1. Sistem imun seseorang

Penderita autoimun memiliki beberapa kelainan pada mekanisme regulasi yang bisa mencegah terjadinya autoreaktivitas dari sistem imun. Pada penderita efek autoantibodi terjadi di dalam tubuhnya.

  1. Faktor lingkungan

Ada beberapa pengaruh lingkungan yang berdampak pada regulasi imunitas seseorang seperti: riwayat paparan infeksi pada orang tersebut, kemudian kebiasaan atau pola makan seseorang, paparan terhadap polusi, penggunaan obat-obatan, dan satu lagi yang penting adalah faktor psikologis.

Ketiga faktor tersebut diduga bisa mencetuskan terjadinya penyakit autoimun seseorang.

Jenis-jenis penyakit autoimun

Penyakit autoimun tidak hanya berjumlah satu saja, melainkan sampai saat ini terdapat lebih dari 100 jenis penyakit autoimun dengan berbagai macam gejala dan lokasi yang berbeda-beda. Berikut ini jenis-jenis penyakit autoimun yang sering ditemukan:

  • Diabetes Mellitus tipe 1.
  • Rheumatoid arthritis dalam bahasa awam disebut rematik
  • Psoriasis
  • Multiple sclerosis
  • Systemic lupus erythematosus (SLE atau penyakit lupus)
  • Inflammatory bowel disease (IBD): ada dua jenis penyakit yang termasuk dalam golongan ini: Chron’s disease dan colitis ulseratif
  • Addison’s disease
  • Grave’s disease
  • Sjogren’s syndrome
  • Hashimoto’s thyroiditis
  • Myasthenia gravis
  • Autoimmune vasculitis
  • Anemia pernisiosa
  • Celiac disease

Selain penyakit-penyakit di atas masih banyak penyakit-penyakit lain nya yang termasuk golongan penyakit autoimun.

Gejala-gejala yang dialami

Penyakit autoimun dapat menimbulkan berbagai gejala yang bersifat jangka panjang. Dalam perjalanan penyakit autoimun terdapat tiga fase, yaitu fase inisiasi, fase propagasi, dan fase resolusi.

  1. Fase inisiasi

Penderita penyakit autoimun, umum nya tidak mengetahui atau tidak sadar bahwa dirinya sudah menderita penyakit ini, dikarenakan disini baru terjadi perubahan susunan genetika dan pengaruh paparan lingkungan terhadapnya.

  1. Fase propagasi

Disini penderita baru akan memunculkan gejala, ditandai dengan proses keradangan dan perusakan oleh sistem imun kita.

  1. Fase resolusi

Pada fase ini gejala-gejala akan mereda dan akan memunculkan perbaikan. Namun perlu diingat bahwa penyakit ini tidak dapat sembuh secara total dan bisa memunculkan gejala berulang (relapse) dan akan berkurang keparahan nya tanpa bisa hilang seutuhnya (remitting).

Gejala-gejala penyakit autoimun beragam dan berbeda-beda tergantung dari jenis penyakit autoimun yang dideritanya. Namun gejala-gejala awal nya hampir serupa, berikut ini tanda-tanda dan gejala yang harus Anda waspadai:

  • Mudah lelah.
  • Nyeri pada otot-otot dan tulang.
  • Bengkak dan kemerahan pada daerah-daerah sendi.
  • Demam dengan suhu rendah (low-grade fever) yang berulang-ulang.
  • Kesulitan untuk bisa berkonsentrasi.
  • Mati rasa dan kesemutan pada kaki dan tangan.
  • Rambut rontok.
  • Kulit banyak bercak-bercak merah.
  • Pembengkakan kelenjar.

Referensi

  • Disease development – how do autoimmune diseases unfold?. Diakses pada: 2021, Juni 7. Dari: https://pathology.jhu.edu/autoimmune/development
  • Rosenblum M.D., Remedios K.A, and Abbas A.K. Mechanisms of human autoimmunity. J Clin Invest.2015 Jun 1; 125(6): 2228–2233. Published online 2015 Jun 1. DOI: 1172/JCI78088
  • Watson S. Autoimmune diseases: types, symptoms, causes, and more. (2019). Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders
  • Robinson J. What are autoimmune disorders? (2020). Diakses pada: 8 Juni 2021. Dari: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-diseases
  • What are common symptoms of autoimmune disease? Diakses pada: 2021, Juni 8. Dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/what-are-common-symptoms-of-autoimmune-disease

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :