Beranda > Artikel > Bipolar Disorder Adalah: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Ciri-cirinya

Bipolar Disorder Adalah: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Ciri-cirinya

penjelasan mengenai bipolar disorder adalah

Mania depresif atau gangguan bipolar disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, konsentrasi, dan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka. Penderita gangguan bipolar disorder yang sebelumnya merasa sangat gembira bisa saja mengalami episode perubahan suasana hati menjadi sangat sedih, hampa, dan putus asa.

Perubahan suasana hati secara tiba-tiba akibat adanya episode atau fase mania depresif ini dapat memengaruhi kualitas tidur, aktivitas dan keseharian, dan kemampuan berpikir para penderita bipolar disorder. Gangguan mental yang diidap penderita bipolar disorder adalah kondisi seumur hidup. Artinya, gangguan mental bipolar disorder ini tidak benar-benar bisa disembuhkan. Walaupun begitu, gejala gangguan bipolar disorder bisa dikelola dengan baik melalui terapi dan proses pengobatan gangguan bipolar disorder.

Apa itu Bipolar Disorder?

Gangguan bipolar disorder atau yang biasa disebut juga dengan nama gangguan mental mania depresi, merupakan suatu gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara tidak wajar.

Setidaknya terdapat tiga jenis gangguan bipolar disorder, dimana ketiganya menyebabkan fase mania perubahan suasana hati atau mood, energi, dan tingkat aktivitas. Penderita gangguan bipolar disorder terkadang memiliki suasana hati yang sangat tinggi, namun ketika fase mania muncul secara tiba-tiba, penderita bipolar disorder akan menjadi mudah marah, mudah tersinggung, sangat berenergi, dan menggebu-gebu. Fase ini dinamakan episode mania.

Sedangkan ketika penderita bipolar disorder memiliki suasana hati yang rendah, mulai merasa sedih, menjadi tidak bersemangat, ini merupakan episode depresi. Lalu bila terjadi periode mania yang tidak terlalu ekstrem, dinamakan episode hipomanik.

Gangguan bipolar disorder I merupakan episode mania yang berlangsung minimal tujuh hari, atau gejala mania yang sangat berat sehingga orang yang mengalami bipolar disorder memerlukan perawatan di rumah sakit segera. Biasanya, fase depresi juga terjaid selama dua minggu lamanya.

Gangguan bipolar disorder II merupakan episode hipomanik dan depresif. Gejala bipolar hipomanik disertai dengan gejala depresi yang berlangsung selama 2 tahun, hal ini disebut Cyclothymic Disorder atau Cyclothymia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bipolar yang Ada Saat Ini

Gejala Gangguan Bipolar Disorder

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat dua fase dalam gangguan bipolar, yaitu fase mania dan depresi. Pada fase mania, penderitanya jadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara dengan cepat. Sedangkan pada fase depresi, penderitanya akan terlihat tidak bersemangat, sedih, dan kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas.

1. Fase Mania Perubahan Suasana Hati

Berikut ini adalah gejala bipolar ketika memasuki fase mania yang ditandai dengan perubahan seperti:

  • Bersemangat, Berenergi, dan Sensitif

  • Mudah merasa gelisah

  • Berkurangnya kebutuhan untuk istirahat

  • Kehilangan selera untuk makan

  • Berbicara dengan ritme yang sangat cepat

  • Merasa seperti pikirannya penuh dan berpacu

  • Berpikir dapat melakukan beberapa hal sekaligus

  • Melakukan banyak hal berisiko tanpa berpikir terlebih dahulu

 2. Fase depresi

Berikut ini adalah gejela bipolar ketika memasuki fase depresi yang ditandai dengan perubahan seperti:

  • Merasa putus asa, hampa, sedih, dan khawatir terhadap suatu hal tanpa sebab

  • Mudah menjadi gelisah

  • Merasa sulit tidur dan beristirahat, atau merasa butuh banyak tidur

  • Peningkatan nafsu makan yang signifikan

  • Berbicara dengan ritme yang sangat lambat

  • Kesulitan untuk fokus akan hal-hal penting

  • Ketidakmampuan untuk melakukan hal-hal sederhana

  • Berkurangnya minat untuk melakukan aktivitas

  • Memiliki pikiran dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri

Berdasarkan pada pegantian episode depresi dan mania, ada sebagian pengidap bipolar disorder tyang mengalami keadaan norman di antara kedua episode tersebut. Namun, ada beberapa pengidap yang mengalami perputaran episode bipolar dengan sangat cepat atau sebaliknya tanpa adanya periode normal atau yang biasa disebut sebagai rapid cycling

Selain itu ada jenis gangguan bipolar yang penderitanya mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Contohnya ketika pengidap bipolar merasa sanget enerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Kondisi ini dinamakan dengan periode campuran atau mixed state.

Apa Saja Ciri-Ciri Bipolar Disorder?

Terkadang seseorang akan mengalami gejala gangguan bipolar yang tidak memenuhi 3 kategori di atas, sehingga dianggap sebagai other specified and unspecified bipolar and related disorders. Gangguan bipolar biasanya terdiagnosis saat akhir usia remaja. Namun terkadang gejala bipolar sudah mulai terlihat sejak kanak – kanak. Penanganan gangguan bipolar juga memerlukan pengobatan dalam jangka waktu panjang.

Orang dengan gangguan bipolar akan mengalami periode emosi intens yang tidak biasa, perubahan pola tidur dan aktivitas, dan kepribadian yang tidak khas. Periode ini dianamakan episode mood. Ketika terjadi periode mood, maka sikap dan mood orang tersebut akan sengat berbeda dengan biasanya. Selama episode tersebut, gejala dapat berlangsung setiap hari, dan berlangsung dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.

Orang dengan episode manik Orang dengan episode depresi
Merasa sangat “up”, “high”, “elated”, mudah marah Merasa sangat sedih, “down”, kosong, khawatir, dan patah semangat
Merasa ingin melompat Merasa lambat dan lelah
Tidak ingin tidur Kesulitan untuk terlelap, bangun terlalu pagi, atau tidur terlalu lama
Kehilangan napsu makan Peningkatan napsu makan dan berat badan
Berbicara sangat cepat tentang banyak hal yang berbeda – beda Berbicara sangat lambat, serasa tidak ada yang ingin dikatakan, banyak lupa
Merasa pikiran berlomba – lomba Kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan
Merasa dapat melakukan banyak hal sekaligus Merasa tidak dapat melakukan apapun termasuk hal yang sederhana
Melakukan hal yang berbahaya dan berisiko yang tidak dipikirkan, misalnnya makan dan minum terlalu banyak, menghabiskan banyak uang, atau berhubungan seksual tanpa dipikirkan Tidak tertarik untuk melakukan aktivitas, penurunan keinginan seksual, atau tidak dapat merasa bahagia (anhedonia)
Merasa menjadi orang yang sangat penting, berbakat, dan berkuasa Merasa patah harapan dan tidak berharga, berpikiran untuk bunuh diri dan ingin mati

Penyebab Gangguan Bipolar

Kondisi bipolar disebabkan oleh ketidakseimbangan zat pengontrol fungsi otak atau neurotransmitter. Ada juga yang berpendapat bahwa gangguan bipolar memiliki keterkaitan dengan faktor genetik dan keturunan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar.

  • Merasakan stres yang parah

  • Mengalami peristiwa traumatik

  • Kecandungan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol

  • Memiliki riwayat kesehatan keluarga dekat yang mengalami gangguan bipolar

Pengobatan Gangguan Bipolar

Pengobatan gangguan bipolar adalah pengobatan untuk penyakit seumur hidup dan gejalanya bisa datang kapan saja. Perawatan jangka panjang dan berkelanjutan untuk menangani gangguan bipolar sangat diperlukan untuk dapat membantu penderitanya mengelola gejala bipolar. Beriktu ini adalah beberapa perawatan yang bisa dilakukan Dokter untuk para penderita bipolar.

1. Obat-obatan

Jenis obat-obatan yang umumnya digunakan untuk menangani gangguan bipolar termasuk penstabil mood atau suasana hati, antipsikotik, dan antidepresan. Penderita gangguan bipolar juga seringkali merasakan untuk sulit berkonsentrasi dan tidur, sehingga Dokter seringkali juga akan memberikan obat-obatan yang dapat membantu kondisi tersebut, seperti obat tidur dan anti kecemasan.

2. Psikoterapi

Psikoterapi atau terapi bicara juga sering menjadi bagian dari rencana untuk menangani gangguan bipolar. Psikoterapi sendiri adalah istilah untuk berbagai teknik pengobatan yang memiliki tujuan untuk membantu seseorang mengidentifikasi serta mengubah emosi, perilaku, dan pikiran yang mengganggu. Terapi ini dapat menjadi salah satu cara untuk membuat para penderita bipolar kembali hidup sehat.

3. Electroconvulsive Therapy (ECT)

ECT atau Electroconvulsive Therapy adalah proses untuk memberikan stimulasi pada otak yang dapat membantu penderita bipolar dengan gejala yang parah. Pada umumnya ECT diberikan bersamaan dengan obat anestesi dan termasuk metode yang aman dilakukan. Proses pengobatan ECT biasanya diperlukan untuk mengobati episode depresi dan mania yang parah.

Baca Juga: Mengenal Pengobatan Myasthenia Gravis

4. Transcranial magnetic stimulation (TMS)

TMS atau Transcranial Magnetic Stimulation merupakan metode pengobatan baru yang dilakukan untuk memberikan stimulasi pada otak, dengan cara memanfaatkan gelombang magnetik. TMS memiliki banyak manfaat bagi para penderita bipolar untuk membantu mereka menjaga kestabilan emosi yang dimiliki.

Bagaimana Cara Mengetahui Bipolar Disorder?

Penegakkan diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu orang dnegan gangguan bipolar untuk menjalankan kehidupan yang sehat dan aktif. Berkonsultasi dengan dokter spesilis psikiatri merupakan langkah awal.

Dokter akan menanyakan riwayat gejala, melakukan pemeriksaan fisik, serta menganjurkan beberapa pemeriksaan laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit. Bila Anda mengalami gejala – gejala di atas yaitu berupa perubahan mood yang ekstrim, aktivitas, serta energi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada psikiater.

Baca juga : Mengenal Lebih Dalam tentang Mental Illness dan Macam-macamnya

Penulis : dr. Madelina Serenita

Konsultasi Psikiater Psikolog Online - Banner Artikel SMC

Booking janji dan konsultasi online dengan Psikiater dan Psikolog ahli di klinik Smart Mind Center (SMC) bisa dilakukan secara online melalui smartmindcenter.com.

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo di https://www.carevo.id/personal-health-record

 

Bibliography

Bipolar Disorder. (2021, February 16). Retrieved from Mayo Clinic: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955#:~:text=Bipolar%20disorder%2C%20formerly%20called%20manic,or%20pleasure%20in%20most%20activities.

Bipolar Disorder. (n.d.). Retrieved from National Institute of Mental Health: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-disorder

Bipolar Disorder. (2017, August). Retrieved from National Allliance on Mental Illness: https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Bipolar-Disorder

Bipolar Disorder. (2021, October 7). Retrieved from Web MD: https://www.webmd.com/bipolar-disorder/mental-health-bipolar-disorder

Symptoms – Bipolar disorder. (2019, March 14). Retrieved from National Health Service: https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/bipolar-disorder/symptoms/#:~:text=Bipolar%20disorder%20is%20characterised%20by,for%20several%20weeks%20or%20months.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics