Beranda > Artikel > Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Polio? 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Polio? 

Artikel Carevo Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Polio

Apa Itu penyakit Polio? 

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus akut yang dapat ditularkan melalui manusia ke manusia. Polio disebabkan oleh virus polio, yakni jenis virus yang menyerang RNA manusia dan merupakan genus enterovirus. Virus ini menyerang sistem saraf pusat, dimana akan menganggu sistem saraf yang menyebabkan beberapa gangguan yang melibatkan saraf, seperti sulit bernafas, kelumpuhan parsial atau sebagian, hingga kelumpuhan total. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka virus polio dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti kecacatan permanen hingga kematian. Virus ini dapat menyerang orang dari segala usia, namun paling sering menyerang anak balita yang berusia di bawah 5 tahun, terlebih yang belum pernah mendapatkan vaksin polio ketika lahir. (1,2,3)

Baca juga: Berbagai Macam Virus Mematikan Selain Virus Corona

 

Apa Saja Ciri-ciri Penyakit Polio?

Sebagian besar penderita polio tidak akan menunjukkan gejala yang jelas, oleh sebab itu sebab itu penderita polio sering kali tidak menyadari dirinya sedang terserang polio. Namun, walau begitu, individu ini akan tetap menularkan polio. Gejala yang muncul dapat bervariasi, bergantung pada jenis polio yang dialaminya. Simak ciri-ciri penyakit polio berdasarkan jenisnya! (1,2,3) 

1. Polio Non-paralitik 

Polio non paralitik memiliki gejala dimana penderita tidak mengalami kelumpuhan, dan gejala yang muncul akan menyerupai infeksi virus pada umumnya seperti demam, nyeri kepala, muntah, nyeri pada lengan dan kaki, dan lemah otot. 

2. Polio Paralitik 

Polio paralitik merupakan jenis yang paling serius dan berbahaya, namun jarang terjadi. Paralitik polio memiliki gejala seperti kelemahan otot, arrefleksia (hilang refleks normal), dan lemah anggota badan. 

3. Post Polio Syndrome 

Post polio syndrome merupakan gejala yang muncul setelah individu mengalami infeksi polio. Gejala dari post polio syndrome dapat meliputi mudah lelah, atrofi atau kecil massa otot, gangguan napas, dan gangguan menelan.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Rabies Pada Manusia

 

Apa Penyebab Penyakit Polio? 

Penyebab penyakit polio dapat bermacam-macam, berikut merupakan beberapa penyebab anda dapat terjangkit virus polio: 

1. Tinggal di daerah yang memiliki sanitasi buruk 

Semakin kumuh dan jorok daerah yang anda tinggal, maka risiko anda untuk terkena penyakit polio akan semakin tinggi, karena penyebaran tinja dapat semakin meningkat. Daerah yang kumuh dan jorok dapat meningkatkan risiko penyebaran virus polio via fecal-oral. (3) 

2. Akses air bersih yang terbatas 

Air yang kotor merupakan sumber dari penyebaran virus polio. Akses air yang bersih sangat penting untuk dapat mencegah berbagai macam penyakit. Apabila akses air bersih buruk, maka kemungkinan anda untuk meminum air yang terkontaminasi dengan tinja penderita polio dapat semakin tinggi. (3) 

3. Sedang merawat anggota keluarga dengan infeksi virus polio 

Anggota keluarga yang terkena polio bisa menjadi salah satu penyebab utama anda bisa terkena virus ini. Apabila anda merawat anggota keluarga yang terkena polio, maka kemungkinan anda untuk terkena tinja bisa semakin tinggi. Oleh sebab itu, memakai sarung tangan saat anda merawat penderita polio sangat disarankan. (4) 

4. Daya tahan tubuh anda sedang buruk 

Daya tahan tubuh merupakan kunci tubuh anda terhindar dari berbagai macam infeksi. Pemilik daya tahan tubuh yang buruk seperti pada penderita HIV ataupun penderita kanker yang sedang dalam pengobatan kemoterapi. (4) 

5. Belum pernah mendapatkan vaksinasi polio  

Vaksinasi polio merupakan cara yang paling efektif untuk dapat mencegah terkena penyakit polio, terutama pada anak-anak. Pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi polio, maka risiko untuk terkena akan lebih tinggi. (3,4)

 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Polio? 

Cara mencegah polio dapat dilakukan dengan dua cara: (1-4) 

1. Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan

Untuk mencegah transmisi dari virus polio, menjaga kebersihan seperti minum air yang bersih, selalu mencuci tangan ketika makan, serta menjaga lingkungan sekitar dari kotoran-kotoran yang mungkin untuk menjadi penyebaran virus polio sangat penting untuk dilakukan. 

2. Vaksinasi polio 

Vaksinasi polio memiliki 2 tipe; vaksin polio inaktivasi (IPV) dan vaksin polio oral (OPV). Vaksin IPV diberikan pada anak saat usia 2,4, dan 6-18 bulan, dengan booster saat 4-6 tahun. Pada dasarnya, orang dewasa tidak memerlukan vaksinasi IPV kecuali pada individu yang akan berpergian ke lokasi outbreak polio.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Imunitas Tubuh dengan Benar

 

Sedangkan vaksin OPV merupakan vaksin dari virus polio yang dilemahkan, diberikan secara oral melalui drop. Vaksin jenis ini diberikan pada bayi yang baru lahir dengan tujuan untuk membangun sistem imun yang kuat sedari dini.

 

Penyakit polio merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan baik. Polio dapat berakibat fatal hingga sampai kematian, oleh sebab itu pencegahan penularan infeksi virus polio sangat diperlukan. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

 

Personal Health Record Carevo

 

Referensi:

  1. Mehndiratta MM, Mehndiratta P, Pande R. Poliomyelitis. Neurohospitalist. 2014; 4(4): 223-9.  

  1. Wolbert JG, Higginbotham K. Poliomyelitis. StatPearls [Internet]. Tersedia di: https://www.statpearls.com/ArticleLibrary/viewarticle/27388 

  1. Lien G, Heymann DL. The problems with polio: toward eradication. Infect Dis Ther. 2013; 2(2): 167-74.  

  1. Cedars Sinai. Polio (Poliomyelitis). Tersedia di: https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/p/polio-poliomyelitis.html 

  1. Schaefer J, Shaw EB. Poliomyelitis in pregnancy. Calif Med. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1643683/ 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics