Beranda > Artikel > Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan

Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan

Artikel Carevo cara mengatasi rambut rontok berlebihan

Apakah Anda pernah merasa rambut Anda rontok terus menerus? Bila Anda seringkali menemukan bantal tidur dan sisir Anda dipenuhi dengan rambut rontok, wajar jika Anda merasa khawatir. Rambut Anda dapat rontok secara berlebihan daripada biasanya, dan tentu saja ada perbedaan antara kerontokan yang normal dengan yang berlebihan. Simak penjelasan berikut ini. 

 

Apa yang dimaksud dengan Kerontokan Rambut yang Berlebihan? 

Rambut rontok yang dianggap normal ialah sekitar 50 – 100 helai rambut setiap harinya. Ketika kerontokan terjadi melebihi jumlah tersebut per hari, maka Anda mengalami kerontokan rambut yang berlebihan.  

Baca juga: Cara Melakukan Perawatan Rambut Rontok

 

Gejala Kerontokan Rambut yang Berelebihan 

Tanda kerontokan rambut ialah: 

  • Penipisan rambut yang erlahan pada rambut kepala 
  • Spot kebotakan yang bertumbuh dengan sangat lambat 
  • Berkurangnya anak – anak rambut yang semakin jelas per tahun 
  • Pelebaran bagian – bagian tertentu pada kulit kepala 
  • Kunciran rambut yang terasa semakin tipis 

Jutaan orang akan merasakan tanda dan gejala kerontokan, yang semakin lama menjadi semakin parah. Namun ada juga kerontokan rambut yang terjadi tiba – tiba dan secara drastis: 

  • Spot kebotakan yang tiba – tiba muncul dalam waktu 1 – 2 hari 
  • Gumpalan rambur yang rontok ketika disisir 
  • Hampir seluruh rambut di kepala rontok 

Selain itu, kerontokan juga dapat terjadi di luar kulit kepala, misalnya pada kelainan Alopecia Areata yang dapat terjadi pada kulit kepala dan bagian berambut lainnnya di tubuh seperti alis, bulu mata, janggut, rambut hidung, dan rambut pubis.

Baca juga: Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan Rambut

 

Penyebab Kerontokan Rambut yang Berelebihan

Seperti kulit dan kuku, rambut juga memiliki siklus bertumbuh dan istirahat. Terdapat 3 fase dalam siklus rambut, yaitu fase anagen, yaitu ketika rambut pada kulit kepala Anda sedang bertumbuh. Dalam fase ini, rambut bertumbuh sekitar 1 – 2 cm per bulan. 90% rambut Anda sedang dalam fase anagen secara bersamaan. Fase anagen akan berlangsung selama 2 – 5 tahun. 

Fase kedia ialah fase katagen, fase dimana perumbuhan rambut terhenti. 1 – 3% rambut Anda berada pada fase ini secara bersamaan. Fase katagen akan berlangsung selama 2 – 3 minggu. 

Fase ketiga ialah fase telogen, yaitu fase istirahat yang berlangsung selama 1 – 4 bulan. Sekitar 10% rambut Anda akan mengalami fase ini secara bersamaan. Pada fase telogen inilah terjadi kerontokan rambut. Hal ini normal terjadi sebelum dimulai siklus anagen yang baru. Namun bila terjadi gangguan pada siklus rambut, akan terjadi kerontokan rambut yang berlebihan. Kerontokan berlebihan dapat disebabkan oleh beberapa faktor: 

1. Alopecia Areata 

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, dimana sistem imun salah mengenali lawannya, sehingga kulit Anda dianggap benda asing, dan sistem imun akan menghasilkan antibody untuk menyerang folikel rambut, menyebabkan folikel rambut berhenti memproduksi rambut. Kondisi ini akan menyebabkan kerontokan yang mendadak, dan menyebabkan suatu lesi di kulit kepala yang berbentuk bulat seperti koin atau lebih besar, dengan permukaanya yang sangat halus. Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga, dapat menyerang anak – anak maupun dewasa, namun paling sering terjadi pada usia di bawah 20 tahun. 

Baca juga: Mengenal Penyakit Aloplecia Atau Kebotakan Rambut

2. Telogen Hair Loss 

Kelainan ini dinamakan juga Telogen Effluvium, suatu kondisi dimana kerontokan terjadi melebihi 500 helai per harinya. Rambut Anda “dipaksa” untuk memasuki fase telogen terus menerus, sehingga terjadi kerontokan yang berlebihan. Kelainan ini dapat disebabkan oleh: 

  • Setelah melahirkan 
  • Infeksi berat 
  • Pennyakit tiroid 
  • Rendahnya kadar zat besi 
  • Penurunan berat badan berlebihan dan malnutrisi 
  • Perdarahan berlebihan 
  • Operasi besar dan penyakit kronis  
  • Stres 
  • Kurangnya asupan protein  
  • Penurunan berat badan yang terlalu cepat 
  • Kurang asupan zinc 
  • Obat – obatan, misalnya penggunaan beberapa jenis alat kontrasepsi, penggunaan antikoagulan, dan antikonvulsan 

3. Anagen Hair Loss 

Kelainan ini dinamakan juga Anagen Effluvium, yaitu ketika rambut Anda berada pada fase anagen namun tidak dapat bertumbuh. Hal ini dapat terjadi tiba – tiba dan seringkali disebabkan oleh: 

  • Pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi, ataupun obat – obatan lain yang bertujuan menekan sistem imun 
  • Short Anagen Syndrome, suatu kondisi yang diturunkan, dimana rambut tidak dapat bertambah panjang.  

4. Trikotilomania 

Gangguan ini dikenal juga dengan nama hair-pulling disorder, merupakan gangguan kebiasaan yang seringkali dialami oleh remaja. Gangguan ini berhubungan dengan kondisi kesehatan mental lain seperti obsessive compulsive disorder (OCD), depresi, dan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan seseorang untuk menarik paksa rambutnya sehingga mengakibatkan kerontokan rambut yang berlebihan. 

5. Kondisi Kulit 

Kondisi kulit dapat mempengaruhi kulit kepala dan menyebabkan kerontokan. Misalnya pada dermatitis seboroik, psoriasis, liken planus, discoid lupus erythematosus, tinea kapitis, dan impetigo. Namun biasanya disertai gejala lain seperti kemerahan pada kulit, bitnik kemerahan, dan rasa gatal. 

6. Traumatic Hair Loss 

Hal ini disebabkan oleh penggunaan produk rambut seperti relaxer, straightenr, sisir panas, dll. Selain itu dapat juga disebabkan oleh stres fisik yang terus menerus misalnya karena menggunakan tight rollers, atau seringkali mengikat dan mengepang rambut terlalu kencang. Bila dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan kerontokan rambut yang permanen. 

7. Infeksi Menular Seksual 

Bila infeksi menulaar seksual dibiarkan tanpa diobati, maka juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, misalnya pada penyakit sifilis yang dapat menyebabkan kebotakan berupa bercak – bercak pada kulit kepala, alis, janggut, dan bagian lain. 

 

Personal Health Record Carevo

 

Cara Mengobati Kerontokan Rambut yang Berlebihan 

Penanganan yang efektif adalah dengan mencari tau terlebih dahulu penyebab terjadinya kerontokan rambut yang berlebihan. Untuk mendapatkan diagnosis yang akrat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Beberapa pengobatan lain yang dapat Anda temukan ialah: 

1. Minoxidil 

Penggunaannya diberikan pada kulit kepala, digunakan satu hingga dua kali per hari. Minoxidil akan membantu menstimulasi pertumbuhan rambut, dan mencegah kerontokan rambut yang lebih lagi. Penggunaan minoxidil akan lebih efektif bila digabungkan dengan penanganan kerontokan rambut lainnya. Pada umumnya hasil akan terlihat setelah penggunaan selama 3 – 6 bulan. 

2. Penggunaan Laser 

Anda dapat membelinya sendiri, atau melakukan treatment pada klinik 

3. Microneedling 

Microneedling dilakukan dengan menggunakan alat yang terdiri dari ratusan jarum kecil. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan metode ini dapat mestimulasi pertumbuhan rambut. Suatu penetlitian menunjukkan bahwa penggunaan minoxidil dan microneedling berbarengan menunjukkan hasil setelah 12 kali treatment.  

4. Prosedur untuk Membantu Pertumbuhan Rambut 

Anda dapat melakukan prosedur ini dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jenis – jenis prosedur ini misalnya ialah injeksi kortikosteroid untuk membantu pertumbuhan rambut, yang disuntikan pada area yang botak atau menipis. Biasanya prosedur ini membutuhkan pengulangan dengan interval setiap 4 – 8 minggu. Selain itu, dapat juga dilakukan prosedur transplantasi rambut, dan terapi laser. 

Baca juga: Cara Menumbuhkan Rambut Botak

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.  

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography 

Hair Loss. (n.d.). Retrieved from American Academy of Dermatology Association: https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/causes/fall-out 

HAIR LOSS: INSIDER SECRETS. (n.d.). Retrieved from American Academy of Dermatology Association: https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/insider/shedding 

Types of Hair Loss. (n.d.). Retrieved from NYU Langone Health: https://nyulangone.org/conditions/hair-loss/types 

Abnormal hair loss. (2022, June 10). Retrieved from Health Navigator New Zealand: https://www.healthnavigator.org.nz/health-a-z/h/hair-loss-temporary-or-abnormal/ 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics