Beranda > Artikel > Cara Menghitung Balance Cairan dengan Tepat

Cara Menghitung Balance Cairan dengan Tepat

Gejala flu dan COVID-19

Apa itu Keseimbangan Cairan?

Keseimbangan cairan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keseimbangan masuk dan keluarnya cairan ke dan dari dalam tubuh, agar proses metabolic berjalan dan berfungsi dengan baik.

Tubuh manusia terdiri dari 55-60% air, dimana 1/3 nya merupakan cairan ekstrasel, dan 2/3 nya merupakan cairan intrasel. Untuk menjaga keseimbangan di dalam tubuh, orang dewasa membutuhkan 2 – 3 liter cairan (25-30ml/kg/ hari), untuk menjaga tubuh agar memiliki keseimbangan nutrisi, oksigen dan air. Keseimbangan ini diperlukan untuk menjaga lingkungan tubuh yang sehat. Pengeluaran cairan dari dalam tubuh juga memiliki jumlah yang hampir sama, meskipun insesnsible losses akan memberikan balance yang sedikit labih positif.

Cairan tubuh keluar melalui penguapan, udara yang dihembuskan, urin, feses, dan melalui air mata serta air liur. Pengeluaran cairan akan digantikan oleh asupan cairan dan makanan yang Anda makan.

Keseimbangan cairan juga dipengaruhi oleh elektrolit. Elektrolit merupakan mineral di dalam tubuh yang memiliki muatan listrik. Elektrolit terdapat di darah, urin, jaringan, dan cairan tubuh lainnya. Elektrolit sangat penting karena berfungsi untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh, menjaga keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh, membanut perpindahan nutrien ke dalam sel, membantu membuang zat – zat sisa dari sel, dan menjaga fungsi saraf, otot, jantung, dan otak. Elektrolit yang paling penting berperan untuk tubuh ialah:

  1. Natrium, yang berfungsi untuk mengontrol cairan di dalam tubuh, serta mempengaruhi tekanan darah, dan sibutuhkan untuk fungsi otot dan saraf
  2. Klorida, membantu keseimbangan cairan, membantu menyeimbangkan elektrolit, membantu menyeimbangkan kadar asam dan basa, dan dibutuhkan untuk pencernaan
  3. Kalium, berfungsi untuk meregulasi jantung dan tekanan darah, menyeimbangkan elektrolit, mentrasmisikan impuls saraf, berkontribusi pada kesehatan tulang, dan penting untuk kontraksi otot
  4. Magnesium, yang penting untuk produksi DNA dan RNA, berkontribusi dalam fungsi saraf dan otot, membantu menjaga detak jantung, membantu regulasi gula darah, dan meningkatkan sistem imun
  5. Kalsium, merupakan komponen kunci untuk tulang dan gigi, berperan dalam perpindahan impuls saraf dan otot, dan berkontribusi dalam penggumpalan darah
  6. Fosfat, berfungsi untuk menguatkan tulang dan gigi, dan membantu sel untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perbaikan sel
  7. Bikarbonat, yang berfungsi menjaga kesimbangan asam basa, serta meregulasi fungsi jantung.

Kadar elektrolit dalam tubuh akan berfluktuasi secara normal, beberapa hal dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti hilangnya cairan akibat beraktivitas fisik berat melalui keringat, muntah dan diare, obat – obatan tertentu seperti diuretic, antibiotik, dan obat – obatan kemoterapi, alkoholik dan mengalami kondisi sirosis, gagal jantung, diabetes, gangguan makan, luka bakar yang berat, dan beberapa jenis kanker.

 

Cara Menjaga Keseimbangan Cairan dalam Tubuh

Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari penting untuk menjaga kesehatan. Dehidrasi menyebabkan nyeri kepala, lemas, kelemahan otot, dan sumber masalah lainnya. Berikut ini adalah tips menjaga kecukupan cairan tubuh:

  1. Pilih minuman yang berbasis air (air, jus, susu) setiap Anda makan, sekitar 1 – 2 gelas. Sebaiknya Anda minum sebanak 8 – 10 gelas per hari, dan tingkatkan 1 – 2 gelas lagi bila memiliki aktivitas fisik yang aktif.
  2. Minum air sebelum merasa haus. Ketika Anda merasa haus, artinya tubuh Anda sudah mengalami dehidrasi. Lihat warna pada urin Anda sebagai indikator kecukupan minum Anda. Urin yang baik bening dengan warna kuning pucat. Apabila urin Anda berwarna kuning gelap, Anda perlu meningkatkan asupan cairan Anda.
  3. Bila Anda minum minuman yang mengandung kafein (kopi, teh, soda), seling juga dengan minuman tidak berkafein. Minum berkafein dan alkohol merupakan diuretic, yang artinya dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari dalam tubuh.
  4. Selalu bawa botol air. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menjaga status hidrasi ketika Anda melakukan aktivitas di luar.
  5. Catat intake harian cairan Anda. Mencatat dan mengamati kembali catatan harian akan memotivasi Anda untuk pemenuhan cairan tubuh.
  6. Batasi konsumsi garam. Sebagian besar makanan siap saji mengandung garam yang tinggi, misalnya pada saus salad, saus sambal, dessert, dan soda, merupakan sumber natrium yang tinggi.
  7. Pemulihan setelah berolahraga. Gantikan elektrolit yang terbuang setelah berolahraga dengan makan makanan yang mengandung kalium dan natrium, misalnya pada papaya, kaldu, susu, acar, ubi, dan air kelapa.

 

Bagaimana Cara Menghitung Balance Cairan?

Adanya penyakit dapat mempengatuhi keseimbangan cairan. Misalnya masalah hipoperfusi dari organ vital dapat menyebabkan penurunan volume sirkulasi tubuh akibat dehidrasi. Contoh lainnya adalah pada respon tubuh terhadap inflamasi ketika mengalami trauma, kanker, ataupun sepsis. Terjadi redistribusi di dalam tubuh sehingga tubuh memerlukan cairan pengganti. Sedangkan kelebihan cairan juga dapat terjadi akibat kerja jantung dan ginjal yang rusak, atau mengonsumsi cairan secara per oral dan intravena yang berlebihan.

Kenalilah tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Terdapat 3 cara:

  1. Grafik keseimbangan cairan: Mengidentifikasi keseimbangan positif (banyak cairan yang masuk) ataupun negative (banyak cairan yang keluar). Metode ini digunakan pada pasien yang dirawat di rumah sakit.
  2. Pemeriksaan fisik keseimbangan cairan. Pemeriksaan ini ditinjau melalui pemeriksaan pada wajah dan mulut, misalnya menilai kering atau lembapnya mulut, lidah, air liur, dan mata, atau adanya tanda kelebihan cairan seperti bengkak. Pemeriksaan lain melalui pengukuran berat badan setiap hari. Pemeriksaan output urin untuk mengetahui volume urin yang keluar, pemeriksaan kulit berdasarkan elastisitas kulit yang menandakan ada tidaknya dehidrasi, ada tidaknya bengkak, dll. Pemeriksaan adanya rasa haus sebagai randa kurangnya cairan, dan pemeriksaan tanda – tanda vital.
  3. Pemeriksaan laboratorium darah. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengenali adanya ketidakseimbangan cairan, misalnya pemeriksaan urea dan elektrolit, pemeriksaan glukosa, dll.

     

Referensi

  • Bannerman, C. (2018). Fluid Balance Monitoring. Retrieved from National Health Service: https://www.bsuh.nhs.uk/library/wp-content/uploads/sites/8/2019/01/Fluid-Balance-Monitoring-Poster.pdf
  • Fluid and Electrolyte Balance. (2016, June 20). Retrieved from Medline Plus: https://medlineplus.gov/fluidandelectrolytebalance.html
  • Observation: Fluid Balance. (n.d.). Retrieved from Health Net Cafe: http://www.healthnetcafe.com/content/day-to-day_care/observation/fluid_balance.html
  • Rachel Simson, M. R. (2021, August 9). 10 healthy ways to increase your fluid intake . Retrieved from Rosewell Park: https://www.roswellpark.org/cancertalk/202108/10-healthy-ways-increase-your-fluid-intake
  • How to Achieve the Perfect Balance of Electrolytes. (26, April 2016). Retrieved from nutribullet: https://www.nutribullet.com/blog/how-to-achieve-the-perfect-balance-of-electrolytes/
  • Morris, S. Y. (2019, March 8). How to Prevent an Electrolyte Imbalance. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/how-to-prevent-an-electrolyte-imbalance#TOC_TITLE_HDR_1

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :