Beranda > Artikel > Cari Tahu Pengertian dan Cara Menghitung Diuresis Di Sini

Cari Tahu Pengertian dan Cara Menghitung Diuresis Di Sini

cara menghitung diuresis

Apa Itu diuresis?

Diuresis adalah suatu kondisi dimana produksi urine sangat banyak sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini disebabkan ginjal memfiltrasi cairan tubuh dalam jumlah besar. Orang normal rata-rata buang air kecil setiap 6 jam, sebanyak 0,5-1,5 mL tiap kilogram berat badan per jam, sehingga dalam 24 jam sesorang dengan berat 60 kg rata-rata akan mengeluarkan 720-2100 mL urine. Hal ini penting untuk diketahui karena jumlah urine yang kurang atau berlebihan dapat menunjukan gejala suatu penyakit.

Diuresis sendiri dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain:

1. Mengkonsumsi air dalam jumlah banyak

Konsumsi air yang berlebihan akan meningkatkan jumlah cairan yang melewati ginjal, sehingga jumlah urine yang diproduksi juga akan meningkat.

2. Konsumsi makanan dan minuman tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman, khususnya yang mengandung kafein seperti teh dan kopi merupakan diuretik natural yang dapat meningkatkan produksi urine. Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam juga dapat menyebabkan diuresis.

3. Berada di suhu dingin

Pada suhu lingkungan yang dingin, pembuluh darah tubuh akan mengalami penyempitan (vasokonstriksi) untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Hal ini akan meningkatkan tekanan darah, dan sebagai respons, ginjal akan meningkatkan volume urine untuk membantu menurunkan tekanan darah tersebut.

4. Diabetes (kencing manis)

Diabetes merupakan suatu penyakit dimana kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Kadar gula yang tidak terkontrol ini dapat menghambat penyerapan air kembali di ginjal (reabsorbsi) sehingga menyebabkan peningkatkan jumlah dan volume urine.

5. Penggunaan obat diuretik

Obat diuretik adalah obat-obatan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah urine yang keluar. Beberapa macam penyakit membutuhkan obat ini agar tubuh tidak mengalami kelebihan cairan, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Apabila cairan tubuh berlebih, penderita penyakit-penyakit tersebut dapat mengalami penumpukan cairan baik di paru, sehingga menjadi sesak napas, maupun di jaringan lain, yang menimbulkan bengkak.

6. Penyakit tertentu, seperti diabetes insipidus

Diabetes insipidus berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes insipidus adalah kondisi penyakit di mana produksi urine yang dihasilkan sangat banyak dan tidak berhubungan dengan tingginya kadar gula darah (seperti yang dijumpai pada penyakit diabetes melitus). Diabetes insipidus dapat disebabkan karena kekurangan hormon vasopresin di otak atau karena ginjal yang tidak dapat merespons hormon vasopresin sehingga cairan yang melewati ginjal tidak dapat difiltrasi (disaring) sehingga langsung dibuang tubuh sebagai urine.

 

Apa yang terjadi bila diuresis dibiarkan?

Kondisi cairan tubuh yang banyak keluar pada diuresis, apabila tidak digantikan, dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti:

  • Dehidrasi
  • Kulit kering
  • Mudah lelah
  • Gangguan elektrolit (ion tubuh), terutama ion natrium (sodium) dan kalium (potassium). Kedua ion ini penting untuk menjaga fungsi dari sel-sel tubuh kita. Kekurangan natrium (hiponatremia) dapat menyebabkan kelemahan hingga hilang kesadaran. Kekurangan kalium (hipokalemia) dapat menyebabkan penurunan tonus otot, terasa lemah, hingga gangguan irama jantung yang dapat berakibat fatal.

 

Bagaimana menghitung diuresis?

Diuresis terjadi bila produksi urine lebih dari 1,5 mL per kilogram berat badan per jam, atau rata-rata lebih dari 3000 mL per hari nya.

Untuk mencegah dehidrasi, cairan tubuh yang hilang akibat diuresis harus diganti, dengan segera minum atau apabila sudah berat dapat menggunakan infus. Rata-rata cairan yang dibutuhkan tubuh sebanyak 8 gelas atau 2 liter. Jumlah cairan yang dibutuhkan akan meningkat tergantung dari aktivitas fisik dan kondisi seseorang. Saat mengalami diare tentunya kita membutuhkan cairan yang lebih banyak. Namun cairan ini tidak hanya didapatkan dari minum saja, buah-buahan dan makanan juga mengandung air. Perlu diingat bahwa ada beberapa kondisi pemyakit dimana tubuh tidak boleh mengkonsumsi cairan terlalu banyak, khususnya penyakit jantung dan ginjal, sehingga penderita penyakit-penyakit ini harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui batas maksimal cairan yang boleh dikonsumsi.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Tetap Berfungsi Optimal

 

Referensi

Castera MR, Borhade MB. Fluid Management. [Updated 2021 Sep 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532305/

Christiano, D. (2018, September 18). What Is Diuresis? Healthline. https://www.healthline.com/health/diuresis

Gunnars, K. (2020, November 5). How Much Water Should You Drink Per Day? Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-much-water-should-you-drink-per-day

Wiginton, K. (2021, June 21). What Is Diuresis? WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/what-is-diuresis

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics