Beranda > Artikel > Mengobati Cantengan dengan Minyak Kayu Putih, Apakah Bisa?

Mengobati Cantengan dengan Minyak Kayu Putih, Apakah Bisa?

Cantengan, yang juga dikenal dengan nama ingrown toenails terjadi ketika kuku Anda, terutama sisi samping kuku, tumbuh melengkung ke arah dalam kulit sehingga menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan.

Penyebab dan gejala cantengan

Cantengan seringkali terjadi akibat memotong kuku terlalu dalam sehingga ujung kuku dapat tumbuh ke arah dalam kulit dan menyebabkan inflamasi atau peradangan. Selain itu, cantengan juga dapat disebabkan beberapa hal, seperti bawaan sejak lahir dimana kuku lebih besar dibandingkan dengan jari, akibat benturan pada jari, terinjak, dan pemakaian alas kaki yang terlalu ketat.

Gejala cantengan ialah bengkak, rasa nyeri, dan pengerasan. Apabila cantengan dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan infeksi, yang ditandai dengan kemerahan, keluarnya nanah, perdarahan, rasa nyeri, dan rasa panas.

Cara mengatasi cantengan

Minyak kayu putih, atau Cajeput Oil, merupakan hasil distilasi tanaman Cajeput, yang seringkali digunakan banyak orang sebagai upaya pengobatan, bahkan dicampurkan ke dalam makanan. Seringkali minyak kayu putih dipakai untuk mengatasi hidung tersumbat, sakit kepala, sakit gigi, infeksi kulit, rasa nyeri, dan kondisi lainnya. Namun sayangnya, belum terdapat bukti penelitian yang cukup untuk mendukung kegunaan minyak kayu putih untuk kesehatan.

Minyak kayu putih mengandung cineole, suatu kandungan kimia yang memiliki efek anti-inflamasi dan anti-oksidan. Karena itu, penggunaannya dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Namun perlu Anda ketahui bahwa secara farmakologi, mekanisme tersebut belum diketahui secara pasti, sehingga dalam menggunakannya Anda harus berhati – hati, terutama apabila pada bagian kulit yang terbuka akibat luka. Penggunaan minyak kayu putih juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Terdapat cara lain untuk mengatasi cantengan yang dapat juga Anda lakukan sendiri di rumah untuk mencegah keparahan:

  1. Rendamlah kaki Anda di dalam air hangat 3-4 kali per hari. Perendamam kaki bertujuan untuk melunakkan kuku agar tidak menekan kulit terlalu dalam.
  2. Pastikan kaki Anda selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap
  3. Gunakanlah alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki, sehingga tidak terlalu sempit. Anda dapat menggunakan sandal sampai kondisi kaki membaik.
  4. Apabila terasa sangat nyeri, Anda dapat konsumsi obat pengurang rasa nyeri.
  5. Apabila belum ada perbaikan hingga 2 – 3 hari, atau kondisi nya semakin parah, lakukanlah konsultasi ke dokter.


Pastikan Anda memotong kuku dengan benar, tidak mengikuti lengkung jari, namun memotong kuku dengan membiarkan kuku tumbuh ke arah luar melewati kulit jari. Anda juga dapat memberikan pembatas antara kuku dengan kulit jari di bawahnya misalnya dengan menggunakan kain, atau dental floss dan merekatkannya dengan tape agar tidak bergerak.

Pada beberapa kasus bila terjadi infeksi, tindakan yang disarankan ialah operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kuku disertai konsumsi antibiotic dan antinyeri.

  • Stacey, S. K. (2019). A practical guide to the care of ingrown toenails. Journal of Family Practice, 199-203.
  • Ingrown Toenail. (2012). American Academy of Orthopaedic Surgeons.Ingrown Toenails. (2019). Mayo Clinic.
  • WebMD. (n.d.). Retrieved from Skin Problems and Treatments Ingrown Nail: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-ingrown-nail-basics#1
  • Ya-ling Zhang, (2018). 1,8-cineole decreases neuropathic pain probably via a mechanism mediating P2X3 receptor in the dorsal root ganglion. Elsevier.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :