Beranda > Artikel > 4 Cara Mengobati Penyakit Scabies dengan Tepat

4 Cara Mengobati Penyakit Scabies dengan Tepat

Artikel Carevo Cara Mengobati Penyakit Scabies dengan Tepat

Apa Itu Scabies 

Scabies atau kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi dari kutu Sarcoptes scabiei (S. scabiei). S. scabiei adalah kutu tak kasat mata karena memiliki ukuran yang sangat kecil, dimana kutu betina berukuran 0,3-0,4 mm dan kutu jantan 0,15-0,2 mm. Karena tak kasat mata, kutu ini dapat dengan mudah masuk melalui lapisan kulit paling luar, kemudian akan menggali terowongan panjang yang paling sering pada sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, lipatan siku, lutut, ketiak, pusar, hingga lipatan paha kemudian bertelur dan bersarang pada kulit. Proses ini yang menyebabkan penderita merasakan sensasi gatal pada kulit.  

Scabies merupakan penyakit yang sangat sering terjadi karena penularannya yang cepat. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh kalangan dan usia, dimana jumlah kasus scabies dapat mencapai jutaan dalam satu tahun. (1,2,3)

Baca juga: Gejala Rabies Pada Manusia

 

Penyebab Penyakit Scabies

Penularan dari kutu Sarcoptes scabiei dapat melalui berbagai cara, berikut merupakan penyebab dari penyakit scabies: 

1. Kontak fisik secara langsung 

Kontak langsung seperti tidur bersama penderita, berjaba tangan, berpelukan, hingga berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko dari penularan kutu S. scabiei. Hal ini disebabkan karena kutu ini sangat mudah berpindah melalui kontak fisik secara langsung. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian khusus pada orang-orang yang anda curigai mengalami scabies. (1,2,3) 

2. Kontak tidak langsung 

Ketika anda memakai pakaian bekas individu yang memiliki scabies, meminjam handuk penderita, memakai sprei bekas penderita, hingga memakai sajadah bekas penderita maka secara tidak langsung anda berkontak dengan penderita scabies. Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa scabies sangat rentan untuk menyebar pada individu yang tinggal dalam suatu kelompok seperti pada lokasi pesantren, penjara, maupun pada lingkungan keluarga. Apabila satu orang pada kelompok tersebut terkena scabies, maka pada sebagian besar kasus, anggota lainnya juga akan terkena scabies. (1,2,3)

Baca juga: 7 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kulit

 

Apa Saja Gejala Penyakit Scabies? 

Gejala penyakit scabies dapat beraneka ragam, dan umumnya akan muncul kurang lebih 2 hingga 6 minggu setelah anda terpapar pertama kali dengan kutu S. scabiei. Berikut merupakan gejala yang dapat anda rasakan apabila terkena scabies: (1,2,3) 

1. Gatal 

Gatal merupakan gejala umum yang terjadi pada sebagian besar kasus. Gatal terutama terjadi pada lokasi yang terserang kutu scabies, terasa semakin parah saat malam hari hingga bisa menganggu waktu istirahat anda. Apabila digaruk, maka sensasi gatal akan semakin parah. 

2. Ruam 

Ruam dapat muncul bersamaan dengan rasa gatal. Ruam berwarna kemerahan dan berupa skuama (beruntus) halus. Ruam dapat disertai dengan benjolan-benjolan berisi cairan ataupun padat dalam ukuran kecil. Pada kondisi yang lebih kronis dan tidak tertangani dengan baik, benjolan tersebut dapat berisi nanah. 

3. Luka 

Luka dapat muncul akibat dari bekas garukan. Ketika digaruk, maka benjolan yang berisi cairan tersebut dapat pecah dan membuat penularan scabies semakin mudah dan cepat. Luka lecet dapat meningkatkan risiko infeksi sekunder, dimana dapat tampak krusta atau kerak kulit kering yang berwarna kekuningan pada lokasi scabies.

Baca juga: Mengenal Penyakit Kulit Dermatitis Seboroik

 

Cara Mengobati Penyakit Scabies 

Ketika anda sudah mulai merasakan gejala-gejala diatas, maka segera kunjungi dokter spesialis kulit terdekat agar anda mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter kulit biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, dan apabila anda positif terkena scabies, maka akan diberikan beberapa pengobatan berikut: (4) 

1. Obat gatal 

Obat gatal seperti cetirizine lazim diberikan apabila anda terkena scabis. Obat gatal dapat meredakan rasa gatal sementara dan biasanya dianjurkan oleh dokter untuk diminum sebelum tidur, mengingat gejala scabies paling parah menjelang malam hari. Hal ini bertujuan agar anda dapat beristirahat tanpa merasakan gatal yang sangat hebat.  

2. Salep scabies 

Salep scabies bertujuan untuk memberantas kutu dewasa hingga telur-telurnya. Salep scabies yang biasanya dipakai untuk pengobatan adalah salep permethrin 5%, dan dianjurkan untuk dipakai oleh seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah. Salep ini dipakai seluruh tubuh, mulai dari leher hingga kaki, kemudian didiamkan selama 8 jam ketika anda tidur. Pemakaian salep permethrin akan diulang sebanyak 2x dalam selang 1 minggu dengan tujuan untuk memberantas telur dari kutu S. scabiei.  

Selain salep permethrin 5%, salep lain seperti benzil benzoate 25%, sulfur 5-10%, crotamiton 10%, dan lindane 1% juga dapat digunakan sebagai alternatif. 

3. Antibiotik 

Salep antibiotik maupun antibiotik per oral biasanya diberikan pada individu dengan scabies kronik yang tidak diobati dan sudah disertai dengan infeksi sekunder. Pemakaian antibiotik biasanya disesuaikan dengan anjuran dokter dalam waktu tertentu. 

4. Edukasi 

Edukasi wajib dilakukan pada penderita scabies. Hal ini bertujuan agar penyebaran kutu scabies dapat terhentikan dengan baik. Edukasi yang biasanya diberikan adalah sebagai berikut: 

  • Rendam barang-barang seperti sprei, tirai, sajadah, handuk, dan seluruh pakaian dengan menggunakan air panas dan deterjen di rumah, jangan bawa ke laundry atau dry cleaning 
  • Rutin membersihkan rumah 
  • Hindari kontak dengan penderita scabies. Apabila anda mengalami scabies, jangan kontak dengan orang lain hingga anda sembuh total 

 

Scabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh kutu dengan tingkat penularan sangat tinggi, oleh sebab itu diperlukan perhatian yang khusus dan harus ditangani dengan pengobatan yang tepat. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

 

Personal Health Record Carevo

 

Referensi: 

  1. Gilson RL, Crane JS. Scabies. National Library Medicine [internet]. 2022. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544306/ 

  1. Banerji A. Scabies. Paediatr Child Health. 2015; 20(7): 395-8.  

  1. Trasia RF. Scabies: treatment, complication, and prognosis. Cermin Dunia Kedokteran. 2021; Vol. 48, No. 12.  

  1. Chandler DJ, Fuller LC. A review of scabies: an infectation more than skin deep. Karger Dermatology. 2019; 235: 79-90. 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics