Beranda > Artikel > Cara Mengobati Sakit Kepala

Cara Mengobati Sakit Kepala

Apa saja penyebab sakit kepala?

Berdasarkan panduan International Classification of Headache Disorder (ICHD-3) nyeri kepala dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Nyeri kepala primer (primary headache)
  2. Nyeri kepala sekunder (secondary headache)
  3. Nyeri neuropatik syaraf pusat (painful cranial neuropathies and facial pain)

Nyeri kepala primer (primary headache)

Nyeri kepala primer merupakan nyeri kepala yang tidak disebabkan/berkaitan dengan penyakit lain. Sedangkan apabila nyeri kepala muncul disebabkan/berkaitan dengan penyakit lain, seperti cedera/trauma, tumor, atau kelainan lain maka nyeri kepala tersebut merupakan nyeri kepala sekunder.

Yang termasuk nyeri kepala primer adalah:

  1. Migrain
  2. TTH (tension-type headcahe)
  3. Cluster headache

 

Migrain

Migrain merupakan nyeri kepala dengan ciri-ciri: menyerang satu sisi kepala terutama bagian pelipis, berdenyut, intensitas nyeri sedang sampai berat, dan dicetuskan oleh aktivitas fisik tertentu. Saat nyeri kepala muncul, dapat disertai gejala lain seperti mual/muntah dan nyeri bertambah bila terkena cahaya atau mendengar suara berlebihan. Pada beberapa kasus dapat didahului munculnya aura, yaitu gejala gangguan sistem syaraf seperti penglihatan/mendengar sesuatu, kelemahan anggota gerak, dan lain-lain yang sifatnya reversibel (dapat pulih kembali).

 

Serangan migrain dapat dialami sesorang hingga 4-72 jam, sehingga sangat mengganggu aktivitas. Apabila serangan berlanjut lebih dari 2 minggu dan dialami lebih dari 3 bulan, tanpa penyebab yang mendasari, merupakan migrain kronis.

 

TTH (tension-type headche)

Tension-type headache atau nyeri kepala tipe tegang merupakan nyeri kepala dengan karakteristik nyeri di kedua sisi kepala (bilateral), terasa seprti dicengkeram/ditekan, dan sering disebabkan aktivitas fisik atau stresor berlebihan. Berbeda dengan migrain, pada nyeri kepala tipe ini tidak sangat jarang disertai mual dan muntah.

 

Cluster headcahe

Cluster headache merupakan nyeri kepala yang paling mengganggu karena intensitasnya yang sangat berat. Nyeri dirasakan di satu sisi sekitar mata atau pelipis, selama 15-180 menit bial tidak tertangani. Biasanya keluhan disertai dengan keluarnya air mata atau sekret dari hidung, bengkak kelopak mata, pupil mata yang mengecil atau kelopak mata sulit dibuka.

 

Nyeri kepala sekunder (secondary headcahe)

Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang disebabkan oleh adanya penyakit lain yang mendasari. Ciri khas nya adalah nyeri bertambah seiring dengan memburuknya penyakit tersebut.

Yang termasuk nyeri kepala sekunder yaitu:

  • Nyeri kepala akibat cedera/trauma, seperti pasca jatuh, terbentur di kepala atau kecelakaan lalu lintas.
  • Nyeri kepala karena gangguan pembuluh darah, seperti stroke, AVM, atau arteritis.
  • Nyeri kepala akibat peningkatan tekanan dalam kepala, seperti tumor otak, hidrosefalus, dan lain-lain.
  • Nyeri kepala akibat penggunaan obat-obatan atau zat-zat toksik, seperti alkohol, menghirup karbon monoksida berlebihan dari asap, dan obat-obatan tertentu.
  • Nyeri kepala berkaitan dengan infeksi, termasuk di dalamnya adalah infeksi otak/ensefalitis, infeksi selaput otak/meningitis, maupun infeksi diluar otak.

 

Nyeri neuropatik syaraf pusat (painful cranial neuropathies and facial pain)

Nyeri kepala dapat berkaitan dengan gangguan di syaraf pusat yaitu syaraf trigeminus dan glosofaringeus.

Nyeri syaraf trigeminus ditandai dengan nyeri di sekitar wajah seperti tersengat listrik. Biasanya muncul setelah infeksi virus herpes di wajah atau melakukan prosedur di sekitar wajah yang tidak sesuai standard.

Nyeri syaraf glosofaringeus dialami di sekitar telinga, amandel, dan atap langit-langit mulut.

 

Cara mengatasi nyeri kepala

Nyeri kepala apapun penyebabnya dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Beberapa obat cukup mudah didapatkan di apotek, seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun, untuk menunjang terapi tersebut, ada beberapa tips yang sangat berguna:

  1. Minum air putih

Dehidrasi dapat menimbulkan nyeri kepala juga, sehingga dengan minum air putih yang cukup dapat membantu meringankan gejala.

  1. Batasi konsumsi alkohol

Beberapa penelitian menunjukan bahwa alkohol merupakan salah satu penyebab nyeri kepala kronis, dimana alkohol menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan menimbulkan nyeri.

  1. Tidur yang cukup

Tidur yang kurang maupun berlebihan dapat menimbulkan nyeri kepala. Tidur 6-9 jam sehari dapat membantu mengurangi gejala nyeri kepala.

  1. Konsumsi vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks berperan penting menjaga keseimbangan neurotransmiter atau sinyal syaraf di otak.

  1. Kompres dingin

Kompres dingin mengurangi peradangan, memperlambat penjalaran nyeri dan menyempitkan pembuluh darah, di mana hal-hal tersebut dapat mengurangi nyeri kepala.

 

Bila nyeri kepala dirasakan terus-menerus dan sangat mengganggu bahkan sampai menimbulkan gejala-gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter atau ke RS terdekat.

 

Referensi:

  • Kubala, J. (2018, February 4). 18 Remedies to Get Rid of Headaches Naturally. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/headache-remedies
  • Mayans, L., & Walling, A. (2018). Acute Migraine Headache: Treatment Strategies. Am Fam Physician, 97(4), 243–251.
  • Olesen, J. (2018). Headache Classification Committee of the International Headache Society (IHS) The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition. In Cephalalgia (Vol. 38, Issue 1, pp. 1–211). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.1177/0333102417738202
  • Waver-Agostoni, J. (2013). Cluster Headache. Am Fam Physician, 88(2), 122–128.
  • Yancey, J., & Saas, P. (2016). Ibuprofen for Treatment of Episodic Tension-Type Headaches. Am Fam Physician, 93(9).

 

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :