Beranda > Artikel > Cara Menyembuhkan Muntaber yang Bisa Anda Pelajari

Cara Menyembuhkan Muntaber yang Bisa Anda Pelajari

Muntaber merupakan sebuah penyakit akibat infeksi saluran cerna yang membuat inflamasi dari lambung dan usus sehingga menimbulkan mual, muntah, nyeri/kram perut, gangguan penyerapan nutrisi dan diare. Penyakit ini dapat terjadi kapan saja dan merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan dehidrasi berat bahkan mengancam nyawa, terutama pada anak dan lansia.

Cara yang ampuh untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan membasmi agen penyebab infeksi yang sesuai. Berikut beberapa cara menyembuhkan muntaber:

Gantikan cairan dan elektrolit yang hilang

Penggantian cairan dan elektrolit yang hilang merupakan hal yang paling penting untuk mencegah dehidrasi. Minumlah lebih banyak air bila Anda mengalami gejala diare maupun muntah. Orang dewasa dianjurkan unutk minum 1 gelas air setiap 1 jam hingga gejala membaik. Pada anak-anak dianjurkan untuk minum air 50-100 ml setiap 30-60 menit hingga gejala membaik. Minumlah secara perlahan karena bila diberikan terlalu banyak dalam sekali minum, maka akan memperburuk gejala muntah. Pada penderita penyakit ini dengan gejala diare yang hebat, minum air biasa saja terkadang tidak cukup untuk memenuhi elektrolit yang hilang. Dianjurkan untuk minum 2 gelas oralit/diare pada orang dewasa dan 1 gelas oralit/diare pada anak-anak.

Obat antidiare

Obat antidiare dipasaran bebas seperti obat yang berisikan attapulgite, loperamide, atau bismuth subsalisilat memiliki mekanisme untuk mengurangi frekuensi diare dengan memperlambat gerak usus. Obat sejenis ini aman untuk dikonsumsi penderita muntaber akibat infeksi virus, namun dapat berdampak buruk pada infeksi bakteri maupun parasit. Perlu diperhatikan pula bahwa obat ini tidak aman bagi anak karena dapat menimbulkan efek samping yang berat.

Pemberian Zinc

Berdasarkan dari penelitian, zinc dapat berkhasiat untuk mempercepat perbaikan usus yang rusak terutama pada anak-anak. Zinc dijual bebas dipasaran sebagai suplementasi makanan. Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg (1/2 tablet) per hari pada anak usia < 6 bulan dan 20 mg (1 tablet) per hari pada anak usia > 6 bulan.

Atur pola makan Anda

Makanan yang bernutrisi tetap harus diberikan untuk membantu penyembuhan dari muntaber. Anda dapat mengatur pola makan dengan makan makanan yang lunak dengan porsi yang lebih sedikit dari biasa nya (untuk mengurangi gejala mual muntah) namun diberikan lebih sering dari biasanya agar tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian (dianjurkan dapat makan setiap 3-4 jam).

Kenali penyebabnya

Infeksi dapat terjadi dari virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Untuk itu. Antibiotik hanya diberikan pada muntaber akibat bakteri yang umumnya ditandai dengan demam, diare dengan tinja sedikit >10 kali per hari, tinja bercampur dengan lendir dan darah, mual dan muntah, serta nyeri/kram perut. Muntaber yang disebabkan oleh virus biasanya akan membaik dalam 3-4 hari tanpa pemberian antivirus, gejalanya antara lain buang air besar yang menyemprot, tinja berbau asam, nyeri perut, demam ringan, serta sering kali disertai iritasi area dubur. Muntaber akibat parasit seringkali memiliki gejala yang mirip dengan yang disebabkan oleh bakteri namun frekuensi diare lebih sedikit (sekitar 6-8 kali per hari) dan tinja tampak berwarna lebih gelap dan berbau busuk. Muntaber akibat infeksi jamur umumnya hanya terjadi pada orang dengan gangguan imunitas seperti pada penyandang HIV/AIDS maupun lansia. Pemberian obat-obatan yang disebutkan diatas hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter.

Kapan Anda harus ke dokter?

Pada umumnya hanya muntaber akibat virus saja yang dapat membaik dengan sendirinya dalam 3-4 hari hanya dengan pengobatan sendiri dirumah. Anda tetap harus berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyebab muntaber. Selain itu, perhatikan beberapa tanda bahaya berikut yang menandakan bahwa Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut!

  • Buang air besar semakin lama semakin sering atau tidak membaik dalam 3 hari
  • Muntah berulang hingga tidak bisa makan sama sekali
  • Anak dengan ciri-ciri kulit keriput/ubun-ubun cekung/menangis tanpa air mata
  • Buang air besar berdarah
  • Sangat lemas / cenderung tertidur

 

Sumber:

  • Khanna, R., Lakhanpaul, M., Burman-Roy, S., & Murphy, M. (2009). Diarrhoea and vomiting caused by gastroenteritis in children under 5 years: summary of NICE guidance. BMJ338(apr22 1), b1350-b1350. doi: 10.1136/bmj.b1350
  • Information, H., Diseases, D., Flu”), V., Flu”), T., & Health, N. (2021). Treatment of Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”) | NIDDK. Retrieved 4 March 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :