Beranda > Artikel > Ciri-ciri Mata Anda Mengalami Rabun Jauh

Ciri-ciri Mata Anda Mengalami Rabun Jauh

ciri-ciri rabun jauh

Anda merasa kesulitan untuk melihat benda yang letaknya jauh, misal seperti tulisan-tulisan yang tertempel di dinding, rambu-rambu jalan, tetapi saat membaca dekat tidak ada gangguan sama sekali? Kemungkinan bisa jadi Anda mengalami gejala mata rabun jauh. Di dunia saat ini rabun jauh merupakan kelainan refraksi yang paling mudah diketemukan kasusnya dan yang banyak mengalami kelainan ini adalah anak-anak. Di dalam artikel ini Anda dapat mengetahui informasi terkait rabun jauh ini.

 

Mengenal apa itu rabun jauh dan berapa banyak penderitanya?

Rabun jauh atau dalam bahasa Inggris disebut nearsightedness atau dalam bahasa medis dikenal sebagai myopia. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang letaknya jauh dari posisi penderita, namun ketika diminta membaca benda atau tulisan yang jaraknya dekat, mereka mampu membaca dengan baik. Menurut data dari American Optometric Association lebih dari 40% penduduk Amerika mengalami gejala mata rabun jauh, terutama anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Kasus ini dari tahun ke tahun diprediksi akan terus meningkat.

Jadi jumlah kasus penderita rabun jauh akan semakin lama, semakin terus meningkat dari masa ke masa seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi.

 

Penyebab rabun jauh

Secara anatomi mata kita terbagi menjadi dua bagian, yaitu ruang mata depan dan ruang mata belakang. Ruang mata depan yang normal terdiri dari komponen kornea, lensa mata, iris, dan otot-otot siliaris. Sedangkan komponen ruang mata belakang terdiri dari badan vitreous, retina, pembuluh darah, dan saraf mata. Di retina terdapat titik fokus yang disebut macula yang menjadi pusat mata kita melihat dengan jelas. Pada fisiologi penglihatan normal, dimulai dari cahaya diserap oleh lapisan kornea mata, kemudian dihantarkan ke dalam lensa dan dari lensa cahaya tadi akan diarahkan agar jatuh tepat pada macula mata.

Kasus rabun jauh merupakan salah satu kelainan refraktif mata. Pada kasus rabun jauh titik fokus tidak jatuh di macula mata melainkan ia jatuh di depan pada badan vitreous. Hal ini disebabkan oleh karena bentuk kornea mata menjadi sangat melekuk dan bola mata penderita lebih panjang (secara aksial) dibandingkan bola mata yang normal. Oleh karena itulah penderita tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh.

ciri ciri rabun jauh - struktur mata
Gambar 1: Skema anatomi mata manusia

 

Apa yang dirasakan?

Para penderita rabun jauh akan mengeluhkan kesulitan ketika diminta melihat suatu benda atau membaca tulisan yang letaknya jauh dari posisinya. Contohnya dapat dilihat ketika anak-anak mengeluhkan tidak mampu melihat tulisan di papan tulis ketika duduk di bangku. Selain itu penderita juga akan mengeluhkan:

  1. Penglihatan akan semakin kabur seiring benda yang dilihat jaraknya jauh dari posisi penderita
  2. Rasa mata lelah dan nyeri. Hal ini disebabkan oleh karena otot mata dipaksa berkontraksi guna menyesuaikan jatuhnya posisi titik fokus pada macula mata.
  3. Nyeri kepala. Ketika otot mata sudah terlalu lelah melihat jauh, kompensasinya menjadi nyeri kepala, terkadang disertai dengan rasa pusing.
  4. Seringkali mengucek-ngucek mata. Gejala seperti ini dapat dengan mudah ditemukan pada anak-anak. Saat ini kemajuan di bidang teknologi, membuat anak-anak lebih sering bermain dengan gawai seperti telepon pintar, laptop, dan perangkat lainnya sehingga paparan pada kemampuan melihat jauh semakin menurun.
  5. Mata lebih cepat lelah ketika diminta melihat atau memperhatikan benda-benda yang letaknya jauh dari posisi penderita.
  6. Anak-anak terlihat memegang atau melihat benda dekat dengan wajah mereka.
  7. Ketidakmampuan memusatkan perhatian pada pelajaran.

 

Apakah ada yang harus diwaspadai?

Setiap orang berpotensi mengalami gangguan penglihatan terutama rabun jauh. Perjalanan penyakit ini bersifat progresif yang artinya dapat semakin parah. Kasus dimulai dari masa kanak-kanak dan semakin parah menjelang penderita memasuki awal usia 20 tahunan. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diwaspadai terutama oleh orangtua:

  1. Ada atau tidaknya penyakit komorbid. Adanya penyakit komorbid seperti diabetes mellitus bisa berisiko memperberat gangguan penglihatan.
  2. Riwayat keturunan. Ternyata rabun jauh bisa diturunkan dari orangtua yang menderita myopia juga.
  3. Jarang mengajak anak untuk aktivitas di luar rumah. Pada anak-anak yang jarang beraktivitas di luar rumah, kebanyakan dari mereka seringkali terpapar oleh penggunaan gawai yang berlebih. Akhirnya lama kelamaan mata akan mengalami stress visual yang berpotensi memunculkan kerusakan atau gangguan refraksi pada mata. Berdasarkan studi pada tahun 2017 di India, membuktikan bahwa anak-anak yang berfokus menggunakan gawai lebih dari 7 jam dalam 1 minggu, berpotensi 3 kali lipat mengalami gangguan penglihatan berupa myopia.
  4. Dari faktor lingkungan, faktor pencahayaan juga memegang peranan dalam mencetuskan terjadinya rabun jauh.

 

Komplikasi rabun jauh yang tidak tertangani

Rabun jauh yang tidak tertangani akan berdampak pada risiko robekan pada retina sehingga berisiko menimbulkan kebutaan khususnya bagi mereka yang menderita rabun jauh dengan minus tinggi. Selain itu bisa juga pada kasus yang lebih kompleks dapat memicu timbulnya pembentukan vaskularisasi baru pada bola mata.

Baca juga: Cara Mengatasi Masalah Rabun Jauh (Myopia)

 

Daftar Pustaka

  1. Seltman W. What is myopia (nearsightedness)?. Web MD. February 2022. Diakses pada: 2022, 23 Maret. Dari: https://www.webmd.com/eye-health/nearsightedness-myopia
  2. Myopia (Nearsightedness). Cleveland Clinic. Diakses pada: 2022, Maret 23. Dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8579-myopia-nearsightedness
  3. Heather H. Nearsightedness (Myopia). Healthline. Diakses pada: 2022, Maret 23. Dari: https://www.healthline.com/health/nearsightedness
  4. Mrugacz M, Gajecka M, Mrukwa-Kominek E, Witkowska KJ. Myopia: Risk Factors, Disease Mechanisms, Diagnostic Modalities, and Therapeutic Options 2019. J Ophthalmol. 2020;2020:2–4.
  5. Haarman AEG, Enthoven CA, Willem Tideman JL, Tedja MS, Verhoeven VJM, Klaver CCW. The complications of myopia: A review & Meta-Analysis. Investig Ophthalmol Vis Sci. 2020;61(4):1–3.

Daftar Pustaka Gambar

  1. https://images.ctfassets.net/u4vv676b8z52/3EEHqBUTHts5Cx52uy2UP7/ab761a14fd65b921062b8691b54f3f80/eye-anatomy-700×635.jpg?fm=jpg&q=80

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics