Beranda > Artikel > Kenali Apa Itu CVST dan Bagaimana Cara Mengananinya

Kenali Apa Itu CVST dan Bagaimana Cara Mengananinya

cvst adalah

CVST adalah penyakit yang serius dan bisa mengancam nyawa pasiennya. Penyakit ini sudah umum terjadi, sayangnya masih banyak yang kurang mewaspadainya. Carevo akan mengupas tuntas tentang penyakit ini sekaligus memberikan langkah penanganan yang harus dilakukan pada penderita CVST.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Meniran untuk Daya Tahan Tubuh

Apa Itu CVST?

Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVST) adalah jenis pembekuan darah yang terbentuk di area pembuluh darah sekitar otak (sinus vena). Letak pembuluh darah ini berada di lapisan dura meter, yakni lapisan luar otak yang berada tepat di bawah tengkorak.

Pembekuan darah ini bisa menghambat aliran darah dari otak ke jantung. Alhasil, sel darah di sekitar otak pun pecah, kemudian menembus penghalang antara darah dan otak dan meresap ke dalam jaringan otak di sekitarnya. Puncak dari pembekuan darah ini adalah hemorrhage, yakni jenis stroke yang berasal dari pendarahan.

Hampir 0,5% penderita stroke disebabkan karena CVST. Penyakit ini tidak pandang umur karena bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. Bayi baru lahir atau janin dalam kandungan pun bisa terkena penyakit ini. Bayi dengan CVST membawa risiko tinggi pada ibunya, terutama beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Baca Juga: Alasan Mengapa Anda Harus Cek Darah

Apa Saja Penyebab CVST dan Gejalanya?

CVST merupakan penyumbatan pembuluh darah pada otak. Banyak sekali faktor yang menyebabkan pembekuan darah di otak, termasuk penyakit yang pernah dialami. Faktor penyebab CVST anak-anak dan orang dewasa pun berbeda. 

Carevo akan memberikan berbagai faktor CVST dalam tabel di bawah ini.

Penyebab CVST pada Anak

Penyebab CVST pada Dewasa

Anemia, baik biasa maupun kronis

Kehamilan

Beta-thalassemia mayor: kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen.

Tingginya hormon estrogen pasca kehamilan 

Penyakit jantung: baik bayi lahir dengan penyakit ini atau muncul di usia anak.

Alat KB yang mengandung estrogen, seperti pil KB, patch, atau ring.

Kekurangan zat besi

Infeksi tertentu di area telinga, wajah, atau leher

Masalah penggumpalan darah

Dehidrasi

Kanker

Cedera di area kepala

Obesitas

Masalah pembekuan darah

Penyakit pembuluh darah kolagen, seperti lupus, sindrom Behcet, dan granulomatosis Wegener.

 

Tekanan darah rendah di area otak

 

Penyakit usus

 

Covid-19

 

Penyakit CVST banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria. Apabila ibu hamil pernah mengalami infeksi tertentu, besar kemungkinan bayi baru lahir akan mengalami CVST. Untuk orang dewasa, penyebab CVST bisa pula tidak jelas saat dokter melakukan pemeriksaan.

Namun, Anda bisa mendeteksi penderita CVST lewat gejala yang ditunjukkan. Berikut ini gejala penderita CVST yang bisa diwaspadai.

  1. Sakit kepala
  2. Pandangan yang kabur
  3. Pingsan terus-menerus
  4. Kurangnya kendali atas gerakan tubuh
  5. Kejang-kejang
  6. Koma
  7. Sering linglung
  8. Masalah saat berbicara
  9. Tangan, kaki, atau keduanya merasa kebas.

Personal Health Record

Bagaimana Langkah Penanganan Penderita CVST?

CVST merupakan penyakit yang membahayakan kehidupan penderitanya, jadi diagnosis dan pengobatannya harus dilakukan sesegera mungkin. Penderita CVST harus didiagnosis dulu untuk memastikan penyakitnya, kemudian ditangani di rumah sakit.

Diagnosis penderita CVST dilakukan menggunakan tes MRI atau CT Scan untuk melihat tanda pembekuan darah di area otak. Langkah lain yang dilakukan meliputi venografi, angiografi, tes ultrasound, dan tes darah.

Stroke dan tekanan darah akibat CVST ditandai pada pembengkakan otak di hasil tesnya. Penderita harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Jenis penanganannya berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan stroke dan gejala yang ditimbulkannya.

Langkah penanganan CVST berupa:

  • Penggunaan cairan infus;
  • Obat anti kejang;
  • Pengobatan pengenceran darah agar tidak terjadi pembekuan;
  • Operasi pengangkatan darah yang membeku;
  • Antibiotik jika mengalami infeksi;
  • Pemeriksaan otak agar tidak terjadi lagi pembekuan;
  • Pemeriksaan penglihatan.

Penderita yang sudah stabil dari CVST akan diberikan pengobatan seperti warfarin agar darah tidak lagi membeku. Biasanya, jangka pengobatan CVST berlangsung selama 3-12 bulan atau lebih.

Baca juga: Manfaat Daun Tempuyung untuk Kesehatan

Anda dapat menghindari potensi terjadinya CVST dengan menerapkan gaya hidup sehat. Caranya tidak perlu ribet, bahkan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti: konsumsi sayur dan buah, kurangi merokok, dan berolahraga setiap hari. Jika punya penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi, jaga tubuhnya dengan baik agar terhindar dari CVST.

CVST adalah penyakit serius dan bisa diperparah jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

Sumber:

https://www.webmd.com/brain/what-is-cvst 

 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics