Beranda > Artikel > Efek Samping Kafein bila Dikonsumsi setiap Hari

Efek Samping Kafein bila Dikonsumsi setiap Hari

Efek Samping Kafein

Apa itu Kafein?

Setiap harinya, jutaan orang mengonsumsi kafein. Kafein dapat dikonsumsi di pagi hari, siang hari, bahkan malam hari sebelum memulai pekerjaan di shift malam. Kafein paling sering dikonsumsi dalam bentuk kopi. Berdasarkan U.S Food and Drug Administration (FDA), 80 persen orang dewasa di Amerika mengonsumsi kafein setiap harinya. Kafein merupakan zat stimulan, yang artinya dapat mempercepat hantaran pesan dari otak ke tubuh. Kafein bekerja dengan menstimulasi otak dan sistem saraf pusat, membuat Anda menjadi lebih waspada dan mencegah mulainya kelelahan. Kafein dapat Anda temukan dalam berbagai macam tumbuhan, yaitu pada biji – bijian, kacang – kacangan, daun – daunan, dan tumbuhan lainnya, seperti:

  1. Coffee Arabica (digunakan untuk kopi)

  2. Thea sinensis (digunakan untuk teh)

  3. Cola acuminata (digunakan sebagai kacang, teh, maupun pada minuman bersoda)

  4. Theobroma cacao (digunakan pada cocoa dan coklat)

  5. Paullinia cupana (digunakan sebagai guarana pada snacks bar dan minuman berenergi)

 

Cara Kerja Kafein

Saat dikonsumsi, kafein akan diserap cepat di saluran cerna untuk kemudian masuk ke aliran darah. Kadar puncak kafein dalam darah terjadi dalam waktu 30 – 60 menit, dan separuh kadarnya akan bertahan di tubuh hingga 3 – 5 jam sebelum dibuang. Di dalam peredaran darah, kafein akan berjalan ke hati, kemudian dipecah menjadi komponen – komponen kecil yang dapat mempengaruhi fungsi berbagai organ dalam tubuh. Efek utama kafein ialah pada otak, yang bekerja dengan cara menghambat efek adenosine (suatu neurotransmitter yang bekerja dengan cara merelaksasikan otak dan membuat Anda menjadi merasa “lelah”). Adenosine akan bertambah jumlahnya seiring berjalannnya hari, sehingga Anda merasa lelah dan ingin tidur. Kafein bekerja dengan berikatan dengan reseptor adenosine, sehingga mencegah ikatan antara adenosine dan reseptornya. Oleh karena itu, rasa kantuk dan kelelahan dicegah. Selain pada otak, kafein juga bekerja sebagai diuretik, yang artinya meningkatkan kerja tubuh untuk mengeluarkan garam dan air berlebih dari dalam tubuh dengan cara berkemih. Kafein juga bekerja dengan meningkatkan pengeluaran asam di lambung (dapat menyebabkan perut kembung dan rasa terbakar di dada), berpengaruh dalam penyerapan kalsium di tubuh, serta meningkatkan tekanan darah.

 

Manfaat Kafein bagi Kesehatan

Kafein dapat meningkatkan mood dan fungsi otak. Mengonsumsi kafein setiap hatinya dapat menurunkan risiko depresi sebanyak 13%. Mengonsumsi 3 – 5 cangkir kopi berkafein setiap harinya juga dapat menurunkan risiko masalah pada otak seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson hingga 28 – 60%. Selain itu, kafein juga bermanfaat meningkatkan metabolisme hingga 11% dan meningkatkan pembakaran lemak hingga 13%. Mengonsumsi 300mg kafein setiap harinya dapat meningkatkan pembakaran kalori hingga 79 kalori per hari. Kafein juga serin digunakan untuk penambah energi sebelum berolahraga. Kafein dapat membantu penyimpanan glukosa dalam otot menjadi lebih lama, sehingga mencegah kelelahan otot. Kafein juga meningkatkan kontraksi otot dan toleransi otot terhadap kelelahan. Kafein juga memiliki manfaat untuk kesehatan lainnya seperti mencegah penyakit jantung dan diabetes, mencegah kerusakan hati, mencegah risiko kanker kulit, hingga membantu kerja bakteri usus.

 

Efek Samping Kafein bagi Kesehatan

Dalam jumlah (dosis) yang kecil, Anda akan merasa lebih bertenaga dengan mengonsumsi kafein, namun bila dinkonsumsi terus menerus dalam jumlah banyak, Anda dapat mengalami ketergantungan kafein. Batas konsumsi kafein yang aman untuk kesehatan per harinya ialah sebesar 400mg. Pada umumnya, minuman atau makanan berkafein yang sering dikonsumsi ialah:

  1. Satu cangkir kopi (240ml): mengandung 95 – 200 mg kafein

  2. Satu cangkir espresso (240ml): mengandung 240 -720 mg kafein

  3. Satu kaleng cola (350ml): mengandung 35 – 45 mg kafein

  4. Satu gelas minuman berenergi (240ml): mengandung 70 -100 mg kafein

  5. Satu cangkir teh (240ml): mengandung  14 – 60 mg kafein

  6. Satu cangkir susu coklat (240ml): mengandung 2 – 7 mg kafein

  7. Dark chocolate bar (55 g): mengandung 40 – 50 mg kafein

 

Bila Anda mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari, Anda dapat mengalami masalah kesehatan, seperti:

  1. Rasa lelah hingga tremor

  2. Insomnia

  3. Nyeri kepala

  4. Pusing

  5. Jantung berdebar dan detak jantung sangat cepat

  6. Dehidrasi

  7. Cemas

  8. Mual dan muntah

  9. Diare

  10. Ketergantungan (menyebabkan keinginan untuk mengonsumsi kafein lebih banyak lagi untuk mencapai manfaat yang sama)

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

Baca juga: Gejala Kurang Tidur

 

Bibliography

Petre, A. (2020, June 3). What Is Caffeine, and Is It Good or Bad for Health? Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/what-is-caffeine

Pietrangelo, A. (2018, September 28). The Effects of Caffeine on Your Body . Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/caffeine-effects-on-body

Caffeine. (2021, September 21). Retrieved from Medline Plus: https://medlineplus.gov/caffeine.html

Caffeine. (2020, March 19). Retrieved from Better Health: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/caffeine

Caffeine. (2020, December 16). Retrieved from Alcohol and Drug Foundation: https://adf.org.au/drug-facts/caffeine/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :