Beranda > Artikel > Fungsi Cairan Infus yang Sangat Diperlukan

Fungsi Cairan Infus yang Sangat Diperlukan

fungsi cairan infus

Jika Anda pernah menghabiskan waktu di rumah sakit, Anda mungkin seringkali mendapatkan terapi melalui infus untuk membuat Anda tetap terhidrasi dan untuk memastikan bahwa obat lain diberikan dengan cepat jika perlu. Terapi infus adalah jenis pengobatan yang umum diberikan pada pasien yang dirawat inap. Terapi infus juga populer karena memungkinkan manajemen dosis yang tepat. Beberapa obat-obatan harus diberikan secara infus untuk memastikan kadar obat dalam darah secara tepat, seperti contohnya pada pengobaatan kemoterapi. Dalam keadaan darurat hidup atau mati juga umumnya membutuhkan terapi infus, seperti pada syok anafilaksis, serangan jantung, keracunan, atau stroke, obat lain harus mencapai aliran darah dengan cepat.

Namun, terapi infus tidak terbatas pada pasien kanker maupun penyakit kritis lainnya. Terapi ini juga kerap kali digunakan untuk mengobati kondisi autoimun, gagal jantung kongestif, dehidrasi, kelemahan imunologi, nyeri yant tidak tertahankan, serta penyakit lainnya yang tidak merespon dengan obat yang diminum. Dalam situasi rawat jalan, Anda biasanya juga dapat mendapatkan terapi infus bila dijadwalkan pemberian obat yang memakan waktu berjam-jam. Lamanya setiap terapi ditentukan oleh obat yang digunakan dan sifat penyakit Anda. Ini bisa memakan waktu hanya 30 menit atau selama beberapa jam. Anda mungkin akan mendapatkan banyak cairan, jadi jangan kaget jika Anda perlu pergi ke kamar kecil. Anda akan dapat membawa tiang infus, tetapi Anda harus terlebih dahulu memberi tahu orang-orang yang akan memantau Anda. Selanjutnya kateter akan ditarik setelah obat telah dikeluarkan.

Pemberian cairan intravena harus dipertimbangkan sebagai resep farmakologis lainnya. Ada tiga indikasi utama pemberian cairan infus: resusitasi, penggantian, dan pemeliharaan. Resusitasi umumnya dilakukan bagi pasien kritis. Penggantian dimaksudkan sebagai pemenuhan cairan ataupun pemenuhan obat-obatan yang tidak bisa diberikan secara oral. Sedangkan pemeliharaan dimaksudkan untuk pemeliharaan dosis obat-obatan yang diperlukan secara pressi. Selain itu, terapi infus juga berfungsi sebagai pengencer obat atau untuk mempertahankan patensi kateter bila masih dibutuhkan sewaktu-waktu. Adapun pemberian cairan intravena harus mengikuti pemeriksaan empat D secara saksama oleh tenaga kesehatan: drug, dosing, duration, de-escalation.

Akses vena yang aman dan andal untuk infus adalah komponen penting dari perawatan pasien dalam pengaturan kesehatan akut dan komunitas. Ada berbagai pilihan yang tersedia, dan perangkat akses vena harus dipilih berdasarkan durasi terapi infus, jenis obat atau larutan yang akan diinfuskan, dan kebutuhan pasien. Dalam praktiknya, penting untuk memahami opsi perangkat yang sesuai yang tersedia.

Beberapa komplikasi potensial mungkin timbul dari terapi intravena perifer. Hal ini merupakan tanggung jawab penyedia layanan kesehatan untuk memantau tanda dan gejala komplikasi dan melakukan intervensi dengan tepat. Komplikasi dapat dikategorikan sebagai lokal atau sistemik. Sebagian besar komplikasi dapat dihindari jika kebersihan tangan sederhana dan prinsip-prinsip aman dipatuhi untuk setiap pasien di setiap titik kontak.

Pemberian infus pada pembuluh darah di tangan umumnya merupakan bagian yang rawan mengakibatkan infeksi pembuluh darah. Untuk itu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut

  • Penggantian kateter infus setiap 72 – 96 jam bila perlu
  • Lepaskan kateter infus secepatnya bila pasien sudah tidak membutuhkan terapi cairan infus
  • Hindari pembuluh darah yang tipis dan rawan kerusakan. Hal ini akan bergantung pada kondisi dari setiap pasien
  • Mengganti akses bila tampak adanya nyeri, bengkak, maupun kemerahan pada aera pemasangan infus
  • Menjaga aera kateter tetap steril dan tidak banyak digerakkan

Baca juga: Mengenal Macam-macam Cairan Infus yang Sangat Berguna

 

Selalu jaga kesehatan Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan aplikasi Personal Health Record dari Carevo. Download Carevo sekarang.

 

Referensi

Malbrain MLNG, Langer T, Annane D, et al. Intravenous fluid therapy in the perioperative and critical care setting: Executive summary of the International Fluid Academy (IFA). Ann Intensive Care. 2020;10(1):64. Published 2020 May 24. doi:10.1186/s13613-020-00679-3

Langer T, Santini A, Scotti E, Van Regenmortel N, Malbrain ML, Caironi P. Intravenous balanced solutions: from physiology to clinical evidence. Anaesthesiol Intensive Ther. 2015;47(Spec No):s78–s88

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics