Beranda > Artikel > Fungsi Saraf Motorik dan Bagaimana Cara Menjaganya

Fungsi Saraf Motorik dan Bagaimana Cara Menjaganya

Fungsi Syaraf Motorik

Sistem saraf yang ada di dalam tubuh memiliki tugas untuk mengatur dan mengoordinasikan seluruh aktivitas yang ada di dalam tubuh. Selain itu, sistem saraf juga memiliki tugas untuk mengontrol bagaimana tubuh harus bereaksi ketika dalam keadaan genting.

Mengingat fungsi saraf yang sangat penting, kesehatan sistem saraf pusat yang ada di dalam tubuh perlu dijaka dengan baik untuk menghindari berbagai jenis penyakit saraf. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem saraf dan menjaganya dari serangan penyakit adalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12.

Sistem saraf motorik atas memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal dari otak ke sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf motorik bawah memiliki fungsi untuk melanjutkan sinyal yang dikirimkan otak ke seluruh sel saraf yang ada pada otot.

Sinyal yang dikirim dari otak dan sumsum tulang memiliki fungsi untuk mengatur gerakan otot yang ada di dalam tubuh, seperti untuk berjalan, berbicara, menggenggam, menelan, dan bernapas.

Baca Juga: Seperti Apa Posisi Tidur Penderita Saraf Kejepit Agar Merasa Nyaman?

Apa Itu Sistem Saraf Motorik?

Secara umum, sistem saraf di dalam tubuh manusia terbaik menjadi dua kelompok utama, yaitu sistem saraf pusat (central nervous system) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, serta sistem saraf tepi (peripheral nervous system). Kedua sistem saraf ini merupakan satu kesatuan dan tidak dapat berfungsi norman secara terpisah.

Sistem saraf pusat memiliki tugas untuk mengolah bentuk rangsangat dan mengatur pusat-pusat kehidupan seperti kesadaran, tekanan darah, nadi, pola napas, dan hormon-hormon yang ada di dalam tubuh. Sedangkan sistem saraf tepi bertugas untuk menyalurkan rangsangan dari sistem saraf pusat ke organ lain, seperti otot atau menyalurkan rangsangan yang diterima sistem indra ke sistem saraf pusat.

Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf sensorik dan sistem saraf motorik. Fungsi saraf sensorik adalah untuk merespon rangsangan dari organ seperti sentuhan, suhu, penglihatan, penciuman, rasa, dan pendengaran.

Sedangkan sistem saraf motorik memiliki tugas untuk menyalurkan rangsangan atau impuls ke otot pada umumnya untuk pergerakan, baik yang disadari maupun tidak disadari. Gerakan yang disadari contohnya apabila kita ingin menggerakkan tangan atau kaki, sedangkan gerakan yang tidak disadari misalnya pada saat menarik tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas.

Sistem saraf motorik terbagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • Saraf motorik atas (upper motor neuron): yang bertanggung jawab mengirim sinyal dari otak ke sumsum tulang belakang.

  • Saraf motorik bawah (lower motor neuron): yang bertanggung jawab dalam meneruskan sinyal dari sumsum tulang belakang ke otot yang dituju.

Apa Fungsi Saraf Motorik?

Fungsi saraf motorik adalah untuk mengatur pergerakan di dalam tubuh. Namun agar otot dapat bergerak, dibutuhkan proses yang cukup rumit. Hal ini dimulai dari adanya rangsangan yang diteruskan ke pusat gerak (motorik) di otak, kemudian otak akan mengolah rangsangan tersebut dan mengirimkan sinyal balik melalui saraf motorik (motor neuron) menuju otot.

Contohnya apabila Anda ingin mengangkat gelas, terkadang sinyal atau rangsangan yang didapat tubuh terutama rangsangan melalui kulit tidak diterukan ke otak, namun langsung diteruskan ke sumsum tulang belakang dan langsung memproses rangsangan tesebut, lalu kemudian mengirimkan sinyal balik ke otot.

Hal ini merupakan proses timbulnya gerak refleks. Saat menyentuh benda panas, pada kondisi mormal kita akan segera bereaksi untuk menarik tangan. Atau apabila bagian bawah di lutut diketuk dengan palu, maka refleks akan terjadi dan timbul gerakan seperti menendang. Selain gerakan tangan dan kaki, gerakan di wajah juga ditentukan oleh sistem saraf motorik ini, seperti saat kita sedang tersenyum atau mengunyah makanan.

Baca Juga: Makanan untuk Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Penyakit Saraf Motorik (System Motor Neuron)

Karena fungsi saraf motoruk adalah untuk melakukan gerakan, maka apabila ada kelainan di sistem saraf motorik akan menyebabkan gangguan saraf motorik, yang menyebabkan pergerakan mulai terganggu, yang dimulai dari gejala ringan, dan semakin memburuk seiring bertambahnya waktu.

Gejala Penyakit Saraf Motorik

Setidaknya ada beberapa gejala penyakit saraf motorik yang bisa Anda perhatikan. Berikut ini adalah gejala-gejala penyakit saraf motorik yang harus Anda pahami:

  • Kelemahan kaki, seperti mudah jatuh dan sulit berjalan.

  • Bicara terbata-bata

  • Kesulitan menggenggam

  • Otot bergerak-gerak sendiri (twitching) atau kram.

  • Pada tingkat lanjut dapat menyebabkan kesulitan bernafas karena kelemahan otot pernafasan dan gangguan pola pikir dan tingkah laku.

Untuk mendiagnosis adanya penyakit saraf motorik atau penyakit motor neuron ini diperlukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah, neuroimaging seperti CT-scan atau MRI, pemeriksaan otot (elektromiografi), atau pungsi lumbal (mengambil cairan otak dari punggung).

Pengobatan penyakit saraf motorik atau motor neuron dapat merupakan kombinasi dari penggunaan obat tertentu hingga dibutuhkan tindakan operasi dan fisioterapi, tergantung derajat keparahan penyakit saraf motorik yang dihadapi.

Bagaimana Menjaga Sistem Sel Saraf Motorik Tetap Sehat?

Sama seperti organ-organ lain yang ada di dalam tubuh, sistem saraf motorik juga harus dijaga agar fungsinya tidak terganggu. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Makan makanan bergizi dan mengurangi junk food

  2. Berolahraga secara teratur

  3. Mengkonsumsi vitamin B (merupakan salah satu pelindung saraf)

  4. Berhenti merokok (rokok mengandung banyak racun yang dapat merusak sistem saraf)

  5. Menjaga tekanan darah dan gula darah khususnya pada pasien dengan penyakit tekanan darah tinggi dan kencing manis (diabetes melitus)

  6. Segera memeriksakan diri ke dokter apabila ada tanda-tanda otot melemah atau muncul gerakan yang tidak disadari (tangan sering berkedut atau bergerak sendiri)

Baca juga: Makanan untuk Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Banner Artikel NKHealth

Booking janji dan konsultasi online Fisioterapi di klinik NKHealth bisa dilakukan secara online melalui booking.nkhealth.fit.

 

Referensi

Akinrodoye, M. A., & Lui, F. (2022). Neuroanatomy, Somatic Nervous System.

Chawla, J. (2016, June 30). Peripheral Nervous System Anatomy. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1948687-overview#a1

Guy-Evans, O. (2021, June 24). Motor Neuron: Function, Types, and Structure. SimplyPsychology. https://www.simplypsychology.org/motor-neuron.html

Knierim, J. (2020). Chapter 1: Motor Units and Muscle Receptors. In Neuroscience Online. Department of Neurobiology and Anatomy, McGovern Medical School at UTHealth.

NHS. (2021, January 18). Motor neurone disease. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/motor-neurone-disease/

Zayia, L. C., & Tadi, P. (2022). Neuroanatomy, Motor Neuron.

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics