Beranda > Artikel > Gangguan Kepribadian Anankastik: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gangguan Kepribadian Anankastik: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Artikel Carevo gangguan kepribadian anankastik

Apakah Anda menilai diri Anda sebagai seseorang yang perfeksionis? Perfeksionis mungkin masih baik apabila hal tersebut  dapat membuat Anda menyelesaikan tugas dengan teliti dan tepat waktu. 

Namun apakah ketika Anda mengerjakan tugas, saat hasilnya tidak sesuai dengan harapan Anda, Anda bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu melakukan hal memastikan semua dapat berjalan dengan benar. Selain itu  Anda juga memiliki permasalahan yang sama dengan mata kuliah atau pekerjaan karena gagal menyelesaikan tugas tepat waktu sebab Anda merasa harus memperbaiki tugas tersebut hingga cukup baik? Apabila iya, maka Anda kemungkinan mengalamin gangguan kepribadian anankastik. 

 

Banner Booking Grahita

 

Apa itu Gangguan Kepribadian Anankastik? 

Gangguan kepribadian anankastik, atau kadang dikenal juga dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif, adalah salah satu jenis gangguan kepribadian dengan karakteristik atau ciri khas sulit mengambil keputusan, sangat tidak fleksibel, dan ingin segala sesuatu, bahkan dalam hal kecil dalam kehidupan sehari hari. Seseorang dengan gangguan kepribadian ini sering dinilai orang lain sebagai orang yang perfeksionis, keras kepala, teratur dan taat aturan. Gangguan ini dapat muncul sejak dewasa muda dan seiring berjalannya waktu akan mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan.  

Baca juga: Mengenal Apa Itu Kepribadian Ganda

 

Gejala Gangguan Kepribadian Anankastik 

Gejala-gejala gangguan kepribadian anankastik  yang perlu Anda pahami dan  waspadai adalah:  

1. Mengutamakan Kesempurnaan 

Penderita gangguan ini akan sangat terfokus dengan detil terhadap tugas, peraturan, urutan, organisasi, dan jadwal sampai dimana hal penting / utama dalam aktivitas menjadi terlewat.  

2. Tidak Fleksibel, Kaku, Keras Kepala 

Biasanya penderita tidak fleksibel, teliti dan cermat terhadap masalah moral, etika, atau nilai-nilai umum. Penderita juga sering menunjukkan sikap kaku dan keras keras kepala sehingga sulit untuk diajak bekerja sama.  

3. Hemat 

Penderita cenderung hemat dan kikir terhadap diri sendiri dan orang lain; uang dipandang sebagai sesuatu yang harus ditimbun untuk musibah di masa depan. Selain itu penderita juga tidak dapat membuang barang bekas atau yang tidak berguna meskipun tidak memiliki kenangan apa-apa 

4. Fungsi Sosial dan Pekerjaan Terganggu 

Demi kesempurnaan, penderita cenderung mengesampingkan kegiatan rekreasi dan sosial demi tugas. Selain itu meskipun beban tugas yang dirasakan berat, penderita enggan untuk mendelegasikan tugas kecuali mereka mengerjakanya sesuai dengan caranya. Hal ini menyebabkan  tugas sering tidak selesai tepat waktu.

Baca juga: Burnout Syndrome: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

 

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Anankastik 

Seseorang dengan gangguan depresi dan gangguan cemas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kepribadian anankastik. Laki laki, terutama anak tertua, juga memiliki risiko lebih tunggi dibandingkan perempuan. Hal ini mungkin terkait dengan besarnya tanggung jawab yang umumnya dibebankan pada anak laki laki tertua 

 

Penyebab Gangguan Kepribadian Anankastik 

Hal yang dapat menyebabkan secara pasti terjadinya gangguan kepribadian anankastik belum ditemukan hingga saat ini. Beberapa pustaka hanya menyatakan adanya hal terkait genetik berperan dalam gangguan kepribadian anankastik. Gangguan kepribadian juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pola asuh yang terbentuk saat masih kanak kanak, misalnya pada seseorang dengan latar belakang pendidikan yang disiplin dan keras semasa kecil cenderung berkembang menjadi seseorang dengan gangguan kepribadian anankastik.

Baca juga: 4 Penyebab Gejala ADHD pada Anak yang Wajib Diwaspadai

 

Akibat Gangguan Kepribadian Anankastik 

Selain menyebabkan terganggunya fungsi sosial dan pekerjaan, termasuk tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, gangguan ini sering menyebabkan penderitanya merasa cemas, bahkan sedih dan merasa tidak berguna karena tidak bisa memenuhi kesempurnaan yang diharapkannya. Tak heran, seorang penderita gangguan kepribadian anankastik sering juga mengalami gangguan depresi dan gangguan cemas.  

Meskipun begitu, banyak juga orang dengan gangguan kepribadian ini menunjukkan prestasi baik dalam pekerjaannya apabila perkerjaannya bersifat teratur, metodologik dan rinci. Dalam pekerjaan juga mereka tidak terlalu suka mempercayakan pekerjaan pada orang lain dan merasa mampu menanggung semua beban sendiri. Apabila mereka memiliki bawahan, bawahannya harus melakukan pekerjaan dengan cara yang persis sesuai dengan keinginannya. Meskipun bawahannya memiliki ide alternatif lain, mereka belum tentu mudah menerimanya karena mereka bukanlah orang yang fleksibel. Apabila ada perubahan mendadak, mereka sulit dapat menerima perubahan tersebut sehingga hal teresebut menyebabkan stress pada mereka 

Karena mereka sangat fokus dengan kehidupan pekerjaan, seringkali kehidupan pribadinya, termasuk aktivitas dan relasi dengan orang lain, sangat gersang.

 

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Anankastik 

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian anankastik umumnya sadar bahawa dirinya memerlukan bantuan dan pengobatan pada gangguan yang dialaminya. Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi gangguan kepribadian anankastik adalah : 

1. Psikoterapi 

Psikoterapi merupakan suat terapi psikologis. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi gejala gangguan kepribadian dan dapat dilakukan secara individual ataupun berkelompok. 

2. Obat Obatan 

Penggunaan obat-obatan untuk gangguan kepribadian hanya diperlukan jika memang ada indikasi yang harus dinilai terlebih dahulu oleh dokter spesialis kejiwaan. Dapat membantu mengatasi seseorang dengan gangguan kepribadian anankastik.  

3. Relaksasi

Banyak penderita gangguan ini sering merasakan cemas dan stress. Untuk mengurangi perasaan tersebut, Anda dapat melakukan relaksasi atau medaitasi dirumah.

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Personal Health Record Carevo

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.  

 

Referensi: 

  1. Boland R. Kaplan and Sadock’s Synopsis of Psychiatry. 12th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2021. 

  1. Gecaite-Stonciene J, Lochner C, Marincowitz C, Fineberg N, Stein D. Obsessive-Compulsive (Anankastic) Personality Disorder in the ICD-11: A Scoping Review. Frontiers in Psychiatry. 2021;12. 

  1. Common Personality Disorders. WebMD. 2022. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/features/common-personality-disorders 

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics