Beranda > Artikel > Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Artikel Carevo gangguan kepribadian paranoid pengertian gejala cara mengatasi

Apakah anda selalu merasa diikuti dengan rasa takut, rasa seperti dikejar kejar dan rasa ingin dibunuh secara terus menerus kemana pun anda pergi? Jangan jangan anda memiliki kelainan gangguan kepribadian paranoid? Apakah anda sudah mengetahui serta mengerti penyebab, faktor risiko, gejala serta cara mengobatinya dengan baik? Simak dan pahami lebih dalam lagi bersama Carevo! 

 

Apa Itu Gangguan Kepribadian Paranoid?

Gangguan kepribadian paranoid/ paranoid personality disorder (PPD) merupakan sebuah kelompok kondisi yang disebut sebagai sebuah kelainan perilaku “Cluster A” yang melibatkan cara pikir yang aneh dan eksentrik. Tingkat kejadiannya sebanyak 2 sampai 4% pada populasi umum, Kelainan kepribadian ini seringkali muncul pada usia dewasa muda dan lebih seringkali ditemukan pada laki laki dibandingkan perempuan. Mereka pada umumnya memiliki rasa takut, rasa kurang atau tidak percaya dan memiliki banyak sekali rasa curiga terhadap orang lain meskipun tidak ada alasan apapun untuk curiga.  

Baca juga: Gangguan Kepribadian Narsistik

 

Personal Health Record Carevo

 

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Paranoid?

Penyebab pasti dari gangguan kepribadian paranoid ini tidak sepenuhnya diketahui, namun kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi dari faktor psiklogikal dan biologis. Pengalaman masa lalu seperti pengalaman masa kecil, trauma emosional atau fisik sangat berpengaruh terhadap kondisi ini dan sangat berkontribus dalam menyebabkan kelainan ini. Selain itu masalah genetik (keturunan keluarga dengan penyakit serupa) juga memiliki hubungan yang kuat dalam kejadian penyakit ini.

Baca juga: Gangguan Kepribadian Skizoid

 

Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid? 

Tanda khas dari gangguan kepribadian paranoid adalah rasa tidak percaya dan rasa curiga terhadap orang lain yang berlebihan atau sedemikian rupa sehingga apapun yang dilakukan orang itu akan ditafsirkan sebagai suatu yang jahat, Menurut buku panduan DSM rasa tidak percaya tersebut dapat dibagi menjadi: 

1. Suspek

Tanpa alasan yang jelas, mereka menganggap orang lain akan menyakiti, menipu atau mengeksploitasi diri mereka.

2. Sibuk dengan keraguan

Sibuk dengan pikiran mengenai suatu keraguan mengenai kesetiaan atau kepercayaan terhadap rekan atau teman sendiri.

3. Segan membuka diri

Rasa segan untuk memberitahu kepada orang lain kareaa mereka merasakan rasa takut tanpa alasan bahwa informasi yang mereka ketahui akan digunakan orang lain untuk menyerang diri mereka dengan cara yang jahat.

4. Mudah merasa terancam

Membaca suatu berita atau peristiwa yang biasa saja sebagai suatu ancaman atau suatu yang merendahkan diri mereka sendiri.

6. Dendam

Rasa dendam yang dirasakan terus menerus tanpa alasan yang jelas.

7. Curiga

Rasa curiga yang dirasakan berulang ulang tentang kesetiaan pasangan tanpa ada pembenaran apapun.

 

Semua hal yang sudah disebutkan diatas harus tidak terjadi bersama dengan adanya gangguan bipolar, gangguan depresi dengan ciri psikotik atau gangguan psikotik lainnya, perjalanan sebuah penyakit skizofrenia dan tidak disebabkan akibat sebuah kondisi medis atau efek fisiologis yang mempengaruhi pikiran seseorang. 

Baca juga: Gangguan Kepribadian Antisosial

 

Cara Mengobati Gangguan Kepribadian Paranoid

Kualitas hidup mereka dengan gangguan kepribadian paranoid akan semakin menurun ketika tidak mendapat pengobatan yang baik dan benar. Namun, kesulitan tatalaksana untuk mereka dengan gangguan kepribadian paranoid terletak pada kepecayaan mereka terhadap orang yang mengobatinya. Mereka akan terus menerus memberikan rasa curiga yang berlebih pada tenaga medis yang berusaha memberikan pengobatan serta edukasi untuk mereka. Klinisi harus memiliki beberapa cara khusus yang jitu dan tepat agar mereka dapat menjadi percaya dan menjalani pengobatan yang diberikan dengan baik dan benar sehingga mereka dapat disembuhkan. Lalu jika sulit seperti itu bagaimana sih cara pengobatannya? 

Tatalaksana yang komprehensif sangatlah dibutuhkan sebagai tatalaksana pada populasi ini. Tentunya pengobatannya akan mencangkup pendekatan formal dan informal. Pendekatan formal dapat berupa pemberian obat obatan, pemberian psychotheraphy (tatalaksana yang paling mungkin diberikan), dan konseling terhadap pasien. Sedangkan pendekatan informal dapat berupa dukungan dari keluarga, komunitas dengan populasi dengan keluhan dan gejala penyakit serupa serta beberapa bantuan lainnya. Tentunya kemampuan memberikan populasi ini rasa percaya terhadap tenaga medis yang mengobatinya merupakan hal yang sangat dibutuhkan dan merupakan kunci untuk keberhasilan tatalakana.  

Pemilihan dan pemberian obat pada populasi ini perlu hati hati serta dipikirkan dengan baik baik karena pengobatan yang diberikan dapat memberikan efek samping berupa meningkatnya rasa takut dan curiga sehingga membuat pasien-pasien dengan gangguan kepribadian ini tidak ingin lagi mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Maka dari itu, obat-obatan hanya diberikan pada mereka yang memiliki rasa takut yang sangat tinggi, membahayakan orang lain serta memiliki gejala yang cukup parah. Obat-obatan yang dapat diberikan berupa obat anti cemas, obat anti psikosis dan lain sebagainya.

Baca juga: Gangguan Kepribadian Anankastik

 

Selalu jaga kesehatan anda, dan catat gejalanya dengan Aplikasi Personal Health Record dari Carevo.

  

Referensi:

  1. Esterberg ML, Goulding SM, Walker EF. Cluster A Personality Disorders: Schizotypal, Schizoid and Paranoid Personality Disorders in Childhood and Adolescence. J Psychopathol Behav Assess. 2010;32(4):515-528. doi:10.1007/s10862-010-9183-8 

  1. Psychology Today Staff. Paranoid Personality Disorder [Internet]. 2022. Diakses dari: https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/paranoid-personality-disorder. Diakes pada tanggal: 6 Agustus 2022. 

  1. Smitha Bhandari. Paranoid Personality Disorder [Internet]. 2020. Diakses dari: https://www.webmd.com/mental-health/paranoid-personality-disorder. Diakes pada tanggal: 4 Agustus 2022.  

Bagikan ke orang terdekat anda

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics