Beranda > Artikel > Mendesak! Ini Gejala Autoimun Pada Wanita yang Perlu Anda Ketahui

Mendesak! Ini Gejala Autoimun Pada Wanita yang Perlu Anda Ketahui

gejala autoimun pada wanita

Sistem imun yang baik mampu melindungi tubuh dari berbagai serangan virus, bakteri, jamur dan sel asing lainnya. Peran sistem imun sendiri sangat vital dalam kehidupan manusia. Fungsinya antara lain yaitu sebagai proteksi terhadap patogen yang dapat menyebabkan penyakit, mendeteksi sel rusak atau yang telah bermutasi seperti sel kanker dan menghancurkannya sebelum menyerang tubuh dan juga mengeliminasi sel dan jaringan yang sudah rusak dan mati agar tidak menumpuk didalam tubuh kita. Namun jika terjadi penyakit autoimun, antibodi yang seharusnya digunakan untuk melindungi tubuh kita akan menyerang organ, jaringan dan sel tubuh yang sehat. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita diseluruh dunia. Para peneliti membuat hipotesis bahwa penyakit ini berkaitan dengan variasi genetik dan perubahan hormonal serta lebih banyak diderita oleh perempuan.

 

Penyebab lebih banyak peremuan yang menderita autoimun antara lain :

1. Faktor genetik

Gen terbanyak berasal dari kromosom X yang dibawa perempuan sehingga memungkinkan mutasi gen terjadi lebih banyak dan menyebabkan penyakit autoimun.

2. Perubahan hormonal

Autoimun cenderung menyerang peremuan saat terjadi perubahan besar dalam hormonal seperti saat pubertas, hamil dan menopause. Perubahan hormonal ini akan membuat sistem imun juga ikut berubah mengikuti fisiologis tubuh, perubahan tersebut dapat mengakibatkan disfungsi dari sistem imun dan menjadi penyakit.

3. Riwayat keluarga autoimun

Beberapa penyakit autoimun diturunkan dalam keeluarga seperti lupus dan multiple sclerosis. Maka, genetik memegang peranan penting sebelum penyakit ini dipicu oleh faktor lain seperti infeksi atau paparan toksin

4. Memiliki riwayat autoimun

Perempuan yang sudah memiliki riwayat autoimun cenderung lebih mudah untuk menderita penyakit autoimun lainnya. Jika seseorang mrmiliki 3 macam penyakit autoimun, dimanakan multiple autoimmune syndrome

5. Obesitas

Berat badan berlebih dikaitkan dengan peningkatan resiko autoimun karena membuat tubuh menjadi dalam kondisi inflamasi ringan jangka panjang sehingga sistem imun yang normal dapat terpengaruh dan menyerang sel tubuh yang sehat

 

Berikut adalah beberapa penyakit autoimun yang lebih sering menyerang perempuan dibanding laki-laki

1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Sembilan dari sepuluh orang yang menderita SLE adalah perempuan dengan rentang usia 15 tahun – 44 tahun. Penyakit ini menyerang berbagai organ tubuh seperti sendi, ginjal, otak, jantung dan pembuluh darah. Organ yang diserang itu masing-masing akan memberikan gejala seperti nyeri sendi, lemas, ruam kemerahan, demam dan rambut rontok.

2. Multiple Sclerosis (MS)

Penyakit ini lebih sering diderita pereempuan dengan rasio 3:1 dengan laki-laki. Teori yang sudah ada menyatakan hal ini dikarenakan perempuan memilki kandungan lemak yang lebih banyak sehingga menyebabkan inflamasi ringan dalam jangka waktu lama. MS merupakan penyakit karena kerusakan selaput myelin yang merupakan lapisan pelindung sel saraf pada sel saraf pusat. Kerusakan selaput mielin akan menyebabkan transmisi impuls antara otak dan medulla spinalis dan seluruh tubuh terganggu. Hal ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti rasa baal, kelemahan, gangguan keseimbangan, gangguan saat berjalan, pandangan dobel sampai kebutaan.

3. Penyakit graves

Penyakit ini lebih sering pada perempuan dengan rasio 7-8 : 1 denagn laki-laki. Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid pada leher yang menyebabkan produksi hormon tiroid menjadi berlebihan. Hormon tiroid dapat mengatur metabolisme energi sehingga menimbulkan gejala seperti berdebar-debar, intoleransi terhadap panas dan juga penurunan berat badan.

4. Rheumatoid Arthritis (RA)

Sebanyak 75% penderita penyakit ini adalah perempuan dengan rentang usia 30 – 50 tahun. RA merupakan penyakit autoimun dengan bagian yang diserang adalah sendi. Sendi pada penderita RA akan menjadi kemerahan, hangat, nyeri dan juga kaku. Gejalanya mirip dengan penyakit osteoarthritis, namun RA lebih sering menyerang usia produktif (dekade 30) atau lebih cepat, biasanya menyerang sendi kecil seperti pada tangan, terdapat tanda inflamasi seperti kemerahan dan nyeri dan kaku pada pagi hari.

Baca juga: Perlu Diketahui! Ini Dia Ciri-ciri Autoimun

 

Referensi

  1. Angum F, Khan T, Kaler J, Siddiqui L, Hussain A. The Prevalence of Autoimmune Disorders in Women: A Narrative Review. Cureus. 12(5):e8094.
  2. Sohn E. Why autoimmunity is most common in women. Nature. 2021 Jul 14;595(7867):S51–3.
  3. Why Autoimmune Diseases are More Common in Women [Internet]. Verywell Health. Available from: https://www.verywellhealth.com/why-autoimmune-diseases-affect-more-women-5095040
  4. Zhao CY, Murrell DF. Autoimmune blistering diseases in females: a review. Int J Womens Dermatol. 2015 Feb 26;1(1):4–12.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :

We will contact you shortly

Thank you for contacting the Carevo team, our team will

immediately contact you with related topics