Beranda > Artikel > Gejala DBD pada Anak: Waspada Wabah DBD di Musim Hujan

Gejala DBD pada Anak: Waspada Wabah DBD di Musim Hujan

Demam berdarah merupakan suatu penyakit endemis pada negara-negara tropis dan subtropis seperti Indonesia. Tingginya curah hujan berkontribusi penting dalam peningkatan wabah demam berdarah (DBD). Menurut Kementrian Kesehatan, terdapat beberapa kota dan provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah kasus terbanyak setiap tahunnya. Oleh karena itu, anda sebagai orang tua wajib menjaga si buah hati agar terhindar dari wabah DBD di musim hujan ini.

Kenali apa itu demam berdarah (dbd)

Demam berdarah merupakan suatu penyakit endemis yang diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa dan ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti dari satu orang ke orang lain. Penularannya sangatlah tinggi di negara-negara tropis dan subtropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Nyamuk Aedes Aegypti umumnya yang betina akan menggigit manusia pada waktu siang hari dan virusnya memiliki masa inkubasi selama 8 sampai 10 hari sampai menimbulkan gejala.

Ciri dan tanda DBD

Infeksi demam berdarah dapat menyebabkan spektrum penyakit yang luas, mulai dari gejala ringan (demam dengue) atau gejala berat (dengue hemorrhagic fever) yang dikarakteristikan dengan kebocoran pembuluh darah kapiler, gangguan organ serta komplikasi perdarahan yang menyebabkan syok hipovolemik pada penderitanya.

Pada umumnya, perjalanan penyakit demam berdarah dibagi menjadi beberapa fase yakni: fase febris, fase kritis dan fase penyembuhan.

Fase Febris

Setelah 5-8 hari masa inkubasi (setelah digigit nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi), maka penderita akan mengalami:

  1. Demam tinggi secara mendadak yang dapat mencapai suhu 40˚C. Selain itu demamnya cendrung turun naik yang bertahan kurang lebih 1 minggu.
  2. Nyeri kepala hebat
  3. Nyeri pada bagian belakang mata
  4. Nyeri pada tulang, sendi dan otot
  5. Mual dan muntah dan nyeri perut
  6. Ruam-ruam kemerahan pada tubuh yang muncul pada hari ke 3 atau 4 setelah demam
  7. Rasa tidak nyaman pada tubuh
  8. Menggigil dan terlihat lemah
  9. Mimisan terus menerus dan gusi berdarah
  10. Hasil trombosit yang berkurang pada pemeriksaa laboratorium
  11. Kekurangan cairan (dehidrasi)

Fase Kritis

Fase ini terjadi pada sekitar hari ke 5 dimana demam sudah mulai turun. Fase ini umumnya akan bertahan selama 24-48 jam. Walaupun demikian, fase ini merupakan fase paling kritis dari perjalanan penyakit demam berdarah. Pada kondisi ini dapat terjadi kebocoran pada pembuluh darah pasien yang dapat menyebabkan perdarahan, syok dan bahkan kematian. Oleh karena itu, pada fase ini, kecukupan cairan pasien sangatlah diperhatikan.

Fase Penyembuhan

Fase terakhir dari siklus demam berdarah terjadi ketika pasien berhasil melewati fase kritisnya. Pada fase ini akan nampak perbaikan dan kondisi pasien mulai stabil, nafsu makan membaik, jumlah trombosit mulai naik dan demam sudah mulai hilang

Pencegahan

Agar anak anda terhindari dari penyakit demam berdarah, tentunya anda wajib memperhatian kebersihan anak anda dan juga lingkungan tempat anda tinggal. Nyamuk Aedes Aegypti merupakan nyamuk yang menyukai daerah serta lingkungan yang bersih seperti air yang menggenang, sekitar tirai rumah, kolam ikan, dsbnya. Maka dari itu, anda wajib melakukan tindakan 5M yaitu menguras, menutup, mengganti, mengubur dan menaburkan abate sebagai pencegahan. Selain melakukan tindakan tersebut, anda juga wajib menjaga kesehatan si buah hati dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan dan juga sayur-sayuran, pemberian vitamin C, kebutuhan cairan yang tercukupi dan pakaikan pakaian panjang khususnya pada musim hujan.

Tatalaksana

Ketika anda menemukan keluhan serupa pada anak anda, maka segeralah berikan cairan yang cukup dan segera periksakanlah anak anda ke dokter untuk mendapatkan tatalaksana yang tepat sehingga si buah hati terhindar dari komplikasi demam berdarah yang berat. Selalu jaga kesehatan anak anda, dan catat gejalanya dengan Apps Carevo.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :