Beranda > Artikel > 6 Gejala Meningitis pada Anak yang Harus Diwaspadai

6 Gejala Meningitis pada Anak yang Harus Diwaspadai

Apakah anak anda sering mengeluhkan sakit kepala? Jangan disepelekan! Siapa tahu dari gejala sepele tersebut ternyata anak anda mengalami penyakit meningitis.

Apa itu meningitis ?

Meningitis dapat terjadi apabila terdapat infeksi atau peradangan pada selaput pembungkus otak dan sumsum tulang belakang (meninges) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, bahkan jamur. Penyakit ini bisa menyerang segala usia, terutama pada bayi yang memiliki kekebalan tubuh yang masih lemah. Berikut merupakan beberapa faktor risiko yang menyebabkan buah hati anda lebih rentan terkena meningitis:

  • Anak dengan infeksi telinga atau memiliki sinusitis
  • Anak yang pernah mengalami operasi otak sebelumnya
  • Anak dengan riwayat cedera kepala
  • Bayi atau anak dengan riwayat HIV atau infeksi tertentu

Apabila tidak segera diobati dengan segera, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan, gagal tumbuh, dan bahkan kematian. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda meningitis pada anak agar segera dapat membawa buah hati anda ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan profesional.

Apa saja tanda-tanda anak dengan meningitis?

Tanda dan gejala meningitis bergantung pada usia anak. Tanda yang terjadi pada bayi cenderung sulit untuk dikenali. Oleh karena itu apabila si kecil mulai mengalami demam dan tidak ingin menyusu segera bawa anak ke dokter terdekat untuk berkonsultasi. Berikut merupakan gejala awal biasa anak dicurigai meningitis yang anda harus perhatikan dengan seksama:

  • Demam

Demam merupakan suatu tanda awal apabila terdapat infeksi di dalam tubuh. Tidak hanya terpaku pada meningitis, demam dapat menandakan adanya infeksi pada bagian tubuh lain juga. Suhu tubuh normal anak adalah 36.5-37.5˚C. Apabila suhu tubuh anak meningkat lebih dari itu, hendaknya anda segera membawa buah hati anda ke dokter.

  • Sakit kepala

Pada anak dengan usia yang lebih besar, sakit kepala seringkali dikeluhkan. Hal ini dapat terjadi karena kuman infeksi menyebabkan peradangan pada selaput meninges sehingga merangsang rasa nyeri pada kepala anak. Pada bayi, pada umumnya akan cendrung menangis dan lebih rewel daripada biasanya.

  • Muntah

Apabila tidak ditangani, maka meningitis dapat mengakibatkan komplikasi seperti abses otak (nanah di otak) yang dapat menyebabkan tekanan di dalam otak meningkat sehingga keluhan muntah seringkali dikeluhkan

  • Lesu dan Menangis terus menerus

Anak akan tampak lesu dan lemas karena sakit, kemudian menangis terus walaupun anda sudah berusaha untuk menenangkannya. Anak juga akan sulit menyusu atau makan karena adanya penurunan nafsu. 

  • Tonjolan di ubun-ubun

Ubun-ubun yang menonjol dapat disebabkan oleh peningkatan volume cairan otak yang dapat disebabkan oleh infeksi.

  • Kejang

Kejang dapat muncul apabila infeksi yang awalnya terdapat pada selaput pembungkus otak, sudah masuk ke dalam jaringan otak. Tanda ini merupakan komplikasi yang serius ketika meningitis tidak ditangani dengan optimal.

Namun, walaupun demikan anda sebagai orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Meningitis tentunya dapat dicegah dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan melengkapi jadwal imunisasi si buah hati sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan. Vaksin yang dapat membantu menjaga tubuh buah hati anda dari meningitis adalah vaksin Hib pada saat anak berusia 2, 3, 4, dan 15 bulan serta vaksin meningokokus pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Selain itu, jaga imunitas si buah hati dengan melengkapi gizi seimbang sesuai usianya dan pantau terus perkembangan anak. Selalu jaga kesehatan anak anda dan catat terus gejalanya dengan menggunakan Aplikasi Carevo!

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :