Beranda > Artikel > Gejala Pneumonia pada Anak: Kenali Gejala Awalnya

Gejala Pneumonia pada Anak: Kenali Gejala Awalnya

Pneumonia atau paru-paru basah merupakan salah satu penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

Pneumonia dapat terjadi dikarenakan infeksi yang tidak dapat secara tuntas dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh anak seperti batuk, pilek, maupun infeksi telinga yang berkepanjangan dan semakin parah sehingga menyebar ke paru-paru sehingga menyebabkan munculnya gejala gangguan pernapasan akibat dari asupan oksigen ke paru-paru yang berkurang. Selain infeksi, hendaknya orang tua juga memperhatikan apakah adanya benda asing yang masuk ke dalam mulut anak, terutama pada anak-anak balita yang sering kali memasukkan benda-benda kedalam mulut karena hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab pneumonia (pneumonia aspirasi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi

Perlu juga anda perhatikan faktor risiko yang dapat menjadi penyebab anak lebih rentan terkena pneumonia, antara lain adalah:

  • Gizi anak yang kurang. Pastikan agar anak mendapatkan ASI eksklusif dan gizi yang seimbang sesuai dengan perkembangan usia anak
  • Terkena penyakit HIV
  • Imunasi tidak lengkap
  • Bayi lahir prematur (<37 minggu)
  • Faktor lingkungan yang padat dan kotor

Tanda dan gejala

Apabila anak anda memiliki faktor risiko tersebut, perlu diperhatikan apabila terdapat gejala utama seperti batuk dan ritme napas anak menjadi lebih cepat dari sebelumnya serta kondisi kesulitan untuk bernapas. Pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dapat juga beberapa gejala penyerta seperti:

  • Batuk berdahak atau kering
  • Terdengar suara mengi saat bernapas
  • Demam dan menggigil
  • Sulit bernapas, adanya retraksi dada (tarikan dada saat bernapas)
  • Tidak nafsu makan dan tampak lesu
  • Sering menangis karena kesulitan bernapas
  • Nyeri dada yang semakin parah ketika batuk
  • Bibir serta kuku-kuku jari kaki dan tangan dapat berubah warna menjadi biru karena kurang oksigen pada kondisi berat

Pada pneumonia yang disebabkan oleh virus dan jamur umunya tidak menimbulkan banyak gejala. Maka dari itu, terkadang sulit bagi orang tua untuk mendeteksi lebih dini adanya infeksi pneumonia. Hal ini lebih sering ditemukan pada anak bayi yang dimana akan lebih sulit untuk menunjukkan adanya tanda-tanda khas infeksi. Oleh sebab itu penting bagi orang tua untuk memperhatikan beberapa kondisi seperti ketika buah hati anda mulai tidak nafsu makan, sering menangis, gelisah, lemas, lesu, dan sering muntah.

Tatalaksana

Apabila anak anda memiliki gejala tersebut segera bawalah ke rumah sakit terdekat untuk ditangani. Dokter akan memeriksa secara lengkap mulai dari pola napas anak, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, serta mendengarkan suara paru anak. Kemudian, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengevaluasi paru-paru anak anda seperti rontgen dada. Apabila anak anda menunjukkan hasil positif terhadap pneumonia, maka akan dilakukan penanganan medis dengan pemberian obat-obatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Apakah pneumonia dapat dicegah?

Tidak usah khawatir bagi anda para orang tua karena pneumonia dapat dicegah melalui beberapa cara. Yang pertama dan yang paling penting adalah vaksinasi. Vaksinasi yang khusus menargetkan bakteri Streptococcus pneumoniae penyebab pneumonia adalah vaksin pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Selain itu, vaksin flu juga dapat diberikan untuk menghindari pneumonia yang disebabkan oleh virus. 

Selain vaksin, istirahat yang cukup dan gizi seimbang yang sesuai dengan usia juga penting untuk diperhatikan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak yang optimal. Serta jangan lupa jaga kebersihan si buah hati, seperti menjauhkan anak dari asap rokok dan polusi udara, menjaga ventilasi rumah yang baik, mencuci tangan sebelum makan, dan jaga kebersihan lingkungan anak. 

Selalu jaga kesehatan anak anda dan pantau terus tanda dan gejalanya dengan aplikasi Carevo untuk mencegah penyakit si buah hati menjadi lebih parah. 

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :