Beranda > Artikel > Gejala Tipes pada Anak yang Harus Diwaspadai

Gejala Tipes pada Anak yang Harus Diwaspadai

Demam tifoid atau tipes dapat terjadi karena infeksi akut pada saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Tidak hanya pada orang dewasa, penyakit tipes ini sering sekali terjadi pada anak-anak, terutama mengingat kondisi kekebalan tubuh anak-anak yang lebih rentan terkena infeksi. Bakteri penyebab tipes ini dapat tertular apabila anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi atau higenitas yang kurang. Apabila tidak diobati, tipes dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya seperti perdarahan saluran pencernaan hingga kematian. Oleh sebab itu penting bagi orang tua untuk tidak mengabaikan gejala tipes. Apa saja gejala-gejalanya?

 

Gejala-gejala tipes pada anak

  1. Demam tinggi 

Demam biasanya akan dimulai dengan agak tinggi (sumeng), kemudian akan semakin tinggi setiap harinya. Demam akan menetap lebih dari 7 hari dengan pola seperti anak tangga (yang semakin tinggi setiap harinya). Pada minggu kedua, biasanya demam akan menetap tinggi terutama pada malam hari

  1. Nyeri perut, mual, dan muntah

Perut anak akan terasa nyeri karena bakteri ini menginfeksi usus. Pada anak bayi, biasanya akan cenderung lebih rewel dan menangis terus karena rasa nyeri

  1. Hilang nafsu makan

Karena perut terasa nyeri, maka biasanya anak tidak nafsu makan atau tidak ingin menyusu. Namun, anak tetap harus diberikan makanan lunak tinggi kalori dan protein untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

  1. Lidah kotor
  2. Diare atau sembelit

Diare atau sembelit dapat muncul. Apabila anak diare, dapat disertai dengan darah.

  1. Bintik merah kecil yang muncul di perut dan dada
  2. Lemas, lesu, kesadaran menurun (kebingungan)

Gejala-gejala yang muncul pada anak biasanya bervariasi bergantung pada sistem kekebalan tubuh dan riwayat vaksin anak tersebut. Umumnya gejala tipes tidak spesifik dan dapat menyerupai penyakit lain, oleh sebab itu penting bagi orang tua untuk segera membawa buah hati anda ke rumah sakit terdekat apabila sudah muncul demam yang berkepanjangan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Cara mencegahnya

Namun, untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi, anda dapat melakukan penanganan pertama pada anak sebelum dibawa ke rumah sakit. Berikut ini cara-caranya:

  1. Batasi aktivitas anak. Minta anak untuk istirahat total (bed rest)
  2. Untuk meredakan demamnya, anda bisa mengkompres hangat dahi anak atau berikan obat penurun demam seperti parasetamol dengan dosis rekomendasi 10-15 mg/kgBB/hari dengan maksimal 4 kali pemberian dalam satu hari
  3. Berikan anak makanan lunak tinggi protein dan kalori untuk mencukupi kebutuhan gizi anak sehari-hari. Jangan memberikan makanan tinggi serat, makanan olahan, maupun makanan mentah. Susu sapi dan produk olahannya juga sebaiknya anda hindari.
  4. Berikan anak minum sebanyak mungkin untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi dapat memperburuk penyakit tipes yang diderita buah hati anda.
  5. Pemberian antibiotik khusus untuk menangangi bakteri typhii hanya dapat diberikan oleh dokter. Oleh karena itu, apabila demam tidak turun dalam 7 hari, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu cara mencegah tipes yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi tipes. Walaupun vaksinasi ini tidak dapat mencegah penyakit tipes sepenuhnya, namun dapat membangun kekebalan tubuh agar lebih kuat. Cara lainnya adalah dengan menjaga kebersihan anak dengan rutin mencuci tangan sebelum makan, merebus air sebelum diminum, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar anak. Serta hindari anak memasukkan benda asing ke dalam mulutnya. Selalu jaga kesehatan anak anda dan catat selalu gejalanya dengan menggunakan aplikasi carevo!

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :