Beranda > Artikel > Gejala Usus Buntu Pada Anak dan Cara Mengobatinya

Gejala Usus Buntu Pada Anak dan Cara Mengobatinya

Apakah anak anda mengalami nyeri perut terus menerus, khususnya nyeri perut kanan bawah, demam serta mual dan muntah? Mungkin buah hati anda sedang mengalami gejala usus buntu! Hati-hati! Segera bawalah anak anda ke dokter. Sebagai orang tua, anda perlu lebih waspada dan berhati-hati karena usus buntu dapat memberikan komplikasi yang berbahaya jika tidak terdeteksi dengan baik dan benar.

Apa itu usus buntu?

Appendix atau lebih dikenal awam sebagai usus buntu merupakan bagian dari saluran penceranaan manusia yang terletak pada bagian perut kanan bawah. Usus buntu dapat tersumbat, terinfeksi dan meradang yang disebut sebagai suatu kondisi appendicitis dalam dunia medis. Pada kondisi ini, usus buntu akan lebih rentan pecah sehingga dapat menjadi suatu kondisi yang cukup serius dan berbahaya ketika tidak tertangani dengan baik. Maka dari itu, deteksi dini serta tindakan yang tepat seperti pembedahan perlu dilakukan dengan cepat dan tepat. Kejadian usus buntu jarang terjadi pada anak-anak dibawah 2 tahun, namun seringkali ditemukan pada anak-anak yang lebih besar.

Ciri dan gejala usus buntu

Gejala usus buntu pada anak-anak cukup bervarietas dan bergantung pada usianya. Mungkin anak-anak yang lebih kecil dan belum dapat mengekspresikan atau menjelaskan kondisinya hanya dapat menangis, menjadi lebih rewel dan kehilangan nafsu makan. Namun terdapat beberapa tanda penting yang perlu diperhatikan seperti:

  1. Nyeri perut kanan bawah atau nyeri perut yang berawal dari bagian ulu hati dan kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri perut umumnya dirasakan secara tiba-tiba.
  2. Mual dan muntah
  3. Demam
  4. Kehilangan nafsu makan
  5. Tidak dapat buang gas/ flatus
  6. Gangguan buang air besar

 

Jika anda menemukan gejala serupa pada buah hati anda, sebaiknya anda membawa anak anda ke dokter agar mendapatkan tatalaksana yang tepat dan terhindar dari komplikasi yang serius.

Ketika dibiarkan tidak diobati, usus buntu yang terinflamasi akan pecah, mengularkan semua kandungan infeksi (termasuk bakteria serta debris-debris didalamnya) ke dalam rongga perut yang dimana akan menyebabkan sebuah infeksi disana dan disebut peritonitis didalam dunia medis. Kondisi ini tentunya merupakan suatu kondisi yang sangat serius yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan suatu kematian.

Bagaimana cara mengobatinya?

Dokter pada umumya akan melakukan beberapa pemeriksaan pada anak anda sebelum mengobatinya. Beberapa pemeriksaan fisik yang khusus serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, ultrasonography abdomen, CT-scan abdomen akan dilakukan untuk memperjelas diagnosis. Ketika diagnosis radang usus buntu sudah ditegakkan, maka dokter akan memutuskan untuk melakukan tindakan yang sesuai dan tepat.

Usus buntu merupakan suatu kondisi darurat yang mana perlu dilakukan tindakan pembedahan segera yang disebut sebagai appendectomy.  Tindakan ini merupakan suatu tindakan pengangkatan usus buntu dari tubuh sehingga komplikasi pecahnya usus buntu yang dapat menimbulkan abses/ nanah dapat dihindari. Setelah dilakukan tindakan ini, anak anda akan mendapatkan beberapa pengobatan seperti anti nyeri, penurun demam serta antibiotik.

Bagaimana cara mencegahnya?

Belum ada tindakan pencegahan yang secara spesifik dapat mencegah terjadinya sebuah appendicitis. Namun, radang usus buntu dapat terdeteksi lebih awal jika memperhatikan ciri-cirinya secara lebih mendalam. Dengan demikian, buah hati anda dapat terhindari dari sebuah kondisi yang sangat serius. Selalu jaga kesehatan anak anda, dan catat gejalanya dengan Apps Carevo.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :