Beranda > Artikel > Haruskah Berobat ke Dokter Ketika Sakit?

Haruskah Berobat ke Dokter Ketika Sakit?

Mengapa banyak orang menunda pergi ke dokter saat sakit?

Ketika mengalami gejala-gejala sakit banyak orang yang menunda-nunda untuk pergi berobat ke dokter dengan berbagai macam alasan. Berikut ini alasan-alasan mengapa banyak dari kita tidak mau datang berobat ke dokter atau ke rumah sakit:

  1. Kesibukan

Faktor kesibukan terutama pekerjaan dan pendidikan menjadi salah satu alasan kebanyakan dari kita yang sakit tidak mau berobat ke dokter. Bila pergi ke rumah sakit atau ke dokter menghabiskan waktu kita untuk melakukan hal yang lain.

  1. Antre panjang

Alasan antre panjang juga menjadi kendala pasien-pasien menunda untuk pergi berkunjung ke dokter. Hal ini dikarenakan ketika antre panjang secara otomatis akan mendapatkan pelayanan siang hari, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk menunggu di tempat praktik dokter. Alasan ini tentu tidak bisa dihindari mengingat intensitas kerja masing-masing orang berbeda-beda sehingga banyak orang menjadi malas untuk pergi berobat ke dokter.

  1. Biaya konsultasi yang mahal.

Kendala biaya menjadi alasan selanjutnya mengapa banyak orang menunda untuk pergi ke dokter. Ketika berobat ke klinik atau ke rumah sakit tanpa asuransi, kebanyakan orang akan menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkan pelayanan dan obat yang diresepkan oleh dokter. Suatu penelitian di tahun 2020 di Amerika Serikat, ditemukan sebanyak 2/3 penduduk yang disurvey enggan berobat ke sarana kesehatan dengan alasan biaya yang mahal.

  1. Belum tentu mendapatkan dokter yang sesuai

Ketika diajak berobat alasan yang sering disampaikan adalah ‘saya harus berobat ke dokter siapa?’ atau kadang ada juga yang menyampaikan ‘Nanti kalau ke RS atau ke klinik dokter nya belum tentu cocok’. Alasan-alasan tersebut lah yang menghalangi banyak orang menjadi malas untuk pergi berobat ke dokter, karena ketidakcocokan tadi.

  1. Gejala belum parah.

Kebanyakan dari kita ketika diajak ke dokter tidak mau pergi karena masih bisa menahan sakitnya. Padahal pergi ke dokter bisa membantu kita untuk mengetahui apa diagnosis penyakit yang kita derita.

  1. Mencari pengobatan tradisional

Di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, banyak dari penduduk yang sakit lebih senang menjalani pengobatan secara tradisional dengan alasan lebih murah, atau pergi ke sarana kesehatan terlalu jauh.

  1.  Takut

Banyak orang dewasa menolak untuk berobat ke dokter dengan alasan takut. Takut akan diagnosis dari dokter yang mengarahkan ke suatu diagnosis penyakit atau takut disuntik.

Tanda-tanda kita harus pergi ke dokter

Setelah mengetahui alasan-alasan yang membuat banyak dari kita yang tidak mau berobat ke dokter, sekarang kita akan melihat kapan kita harus pergi mencari pertolongan segera. Berikut ini tanda-tandanya:

  • Demam tinggi

Demam tinggi selama tiga hari berturut-turut dan tidak turun dengan minum obat-obatan, memerlukan bantuan dokter untuk mencari tahu apa masalah yang terjadi di dalam tubuh kita.

  • Batuk-batuk parah lebih dari dua minggu

Kondisi batuk-batuk selama dua minggu bisa jadi menandakan adanya suatu infeksi di paru-paru kita. Infeksi nya juga bergantung pada imunitas tubuh kita. Ketika Anda mengalami batuk selama dua minggu lebih, dan apalagi sudah coba meminum obat, maka sangat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis.

  • Penurunan berat badan tiba-tiba

Berat badan yang menurun secara tiba-tiba meskipun kita sudah menjaga asupan makanan yang dimakan, ini memerlukan pertolongan segera karena bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu, contoh seperti Diabetes, ataupun penyakit kanker.

  • Nafas terasa berat

Ketika tiba-tiba Anda mengalami kesulitan bernafas yang sebelumnya tidak pernah Anda alami, berarti gejala ini menunjukkan Anda harus segera berkunjung ke dokter.

  • Riwayat sakit jantung

Bagi penderita sakit jantung sangat dianjurkan untuk berobat ke dokter, karena memerlukan berbagai macam obat-obatan yang harus diminum secara rutin. Bila sampai minum obat terputus maka berisiko terjadi serangan berulang atau perburukan penyakit yang bisa membahayakan diri.

  • Tidak bisa BAB dan berkemih

Tanda-tanda tidak bisa BAB maupun berkemih itu merupakan tanda yang menunjukkan kita memerlukan pertolongan segera dari tenaga ahli. Tidak bisa BAB bisa mengganggu pergerakan usus yang bisa menimbulkan sumbatan. Tidak bisa berkemih juga berbahaya karena dapat menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh kita.

  • Pandangan kabur secara tiba-tiba disertai sakit pada kepala

Gejala yang dimunculkan di mata ini, juga harus menjadi perhatian karena berkaitan dengan kesehatan mata kita. Bila gejala ini didiamkan bisa terjadi kehilangan pandangan.

  • Riwayat benturan pada kepala.

Benturan pada kepala dapat mengganggu, keluhan bisa bertambah berat seiring berjalan nya waktu. Gejala-gejala seperti pingsan, mual dan muntah bisa terjadi bersamaan setelah kita mengalami benturan di kepala.

Referensi

  • Taber J.M, Leyva B, Persoskie A. Why do people avoid medical care? A qualitative study using national data. (2014). NCBI. J Gen Intern Med.2015 Mar; 30(3): 290–297. 
  • Konstatinovsky M. Common reasons we avoid the doctor. Diakses pada: 13 Mei 2021. Dari: https://www.onemedical.com/blog/healthy-living/common-reasons-we-avoid-doctor
  • Norman A. 4 reasons people don’t go to the doctor. Diakses pada: 13 Mei 2021. Dari: https://www.verywellhealth.com/reasons-people-dont-go-to-the-doctor-4779661
  • 10 signs you should go see the doctor. Diakses pada: 13 Mei 2021. Dari: https://www.houstonmethodist.org/articles/should-i-see-a-doctor/

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :