Beranda > Artikel > Inilah Cara Mengobati Radang Amandel dengan Mudah

Inilah Cara Mengobati Radang Amandel dengan Mudah

Amandel merupakan sebuah kelenjar kecil di tenggorokan dekat dengan bagian belakang lidah yang sering disebut sebagai tonsil. Kelenjar ini berfungsi untuk mencegah infeksi dan lebih aktif terutama pada anak-anak. Hal itu menyebabkan seringnya terjadi pembengkakan atau radang amandel pada anak. Pada umumnya radang tersebut sering terjadi akibat infeksi virus maupun bakteri yang menimbulkan gejala suara serak, nyeri telan, demam, dan sesak. Pembesaran kelenjar ini dapat menyebabkan menutup saluran napas pada anak saat tidur yang berdampak terganggunya aliran udara. Hal tersebut selanjutnya dapat menyebabkan gangguan konsentrasi di pagi hari serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, perhatikanlah dengan baik beberapa cara alami untuk mengecilkan amandel!

Perbanyak istirahat

Istirahat yang cukup dapat membantu penyembuhan secara alami. Pastikan anak Anda mendapatkan tidur yang cukup yaitu sekitar 10 jam setiap harinya. Untuk mencegah sesak pada saat tidur, hindari posisi tidur terlentang. Anda dapat memposisikan anak Anda untuk tidur telungkup atau menyamping agar amandel yang bengkak tidak jatuh ke belakang tenggorokkan dan menghambat jalur napas.

Perbanyak minum air putih

Suasana tenggorokkan yang lembab dapat mempercepat penyembuhan serta pembersihan amandel dari virus maupun bakteri. Berilah anak Anda minum air putih sekitar 6-8 gelas perharinya untuk mencukupi kebutuhan cairan dan mencegah dehidrasi. Pemberian air putih disarankan diberikan dengan jumlah sedikit namun sering (sekitar 50-100 ml setiap kalinya) untuk menghindarkan perut kembung dan mual muntah.

Gunakan pelembab udara

Udara yang kering umumnya dapat menyebabkan tenggorokkan menjadi kering dan memperburuk gejala nyeri. Penggunaan pelembab udara, terutama pada ruangan dengan pendingin ruangan, dapat membantu menjaga agar tenggorokkan lebih lembab.

Penuhi nutrisi dengan makanan lunak atau cair

Nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan dalam kondisi infeksi, namun sering kali anak menjadi sulit makan akibat nyeri telan yang dialami. Anda dapat tetap memenuhi nutrisi anak Anda dengan memberikan makanan dalam bentuk lunak atau cair agar lebih mudah ditelan tanpa menimbulkan nyeri. Selain itu, Anda juga dapat memberikan air putih dingin terlebih beberapa saat sebelum makan.

Berkumur dengan larutan air garam

Bila anak Anda bisa berkumur, berikan larutan air garam dengan mencampurkan setengah sendok teh garam (2.5 mg) dan 1 gelas air hangat (250 mL). Minta anak Anda untuk berkumur beberapa kali kemudian mengeluarkannya. Larutan air garam dapat meredakan nyeri beberapa saat. Hal ini boleh diulangi beberapa kali dalam sehari bila diperlukan.

Memberikan es batu/es loli

Pemberian es batu atau es loli dapat meringankan gejala nyeri serta meredakan pembengkakan pada radang amandel. Anda dapat memberikannya untuk dikulum bila gejala nyeri sangat mengganggu. Perlu diperhatikan bahwa es loli yang Anda berikan tidak boleh mengandung terlalu banyak gula maupun coklat. Hal tersebut dapat membuat liur menjadi lebih kental dan lengket serta memperburuk gejala. Berikanlah es loli yang mengandung sedikit gula dan bernutrisi seperti es mambo berisikan buah/sayuran.

Pada umumnya cara-cara diatas dapat menyembuhkan atau meringankan gejala radang amandel akibat virus dalam waktu 4-7 hari. Namun, disamping hal-hal yang disebutkan diatas Anda tetap harus membawa anak Anda ke dokter bila terdapat tanda-tanda sebagai berikut

  • Demam tinggi
  • Nyeri tenggorokkan yang tidak membaik dalam 4 hari
  • Kesulitan bernapas/menelan
  • Terdapat benjolan pada leher

 

Sumber:

  • Morad, A., Sathe, N., Francis, D., McPheeters, M., & Chinnadurai, S. (2017). Tonsillectomy Versus Watchful Waiting for Recurrent Throat Infection: A Systematic Review. Pediatrics139(2), e20163490. doi: 10.1542/peds.2016-3490
  • Stelter K. (2014). Tonsillitis and sore throat in children. GMS current topics in otorhinolaryngology, head and neck surgery13, Doc07. https://doi.org/10.3205/cto000110

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :