Beranda > Artikel > Inilah Ciri-ciri Campak pada Anak dan Pencegahannya

Inilah Ciri-ciri Campak pada Anak dan Pencegahannya

Apakah campak itu dan bagaimana cara penularan nya?

Campak atau dikenal measles atau rubeola merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebar melalui droplets dari orang-orang ketika mereka batuk atau bersin. Penularan melalui udara inilah yang menyebabkan penyakit ini digolongkan sebagai penyakit yang sangat menular dan dampak jangka panjangnya bisa berakibat fatal.

Gejala-gejala yang timbul pada anak penderita campak

Penyakit campak memiliki perjalanan penyakit yang terbagi dalam fase-fase berikut:

1. Inkubasi

Selama 10 – 14 hari setelah paparan virus, anak Anda tidak akan menunjukkan gejala.

2. Prodromal

Pada fase ini, anak-anak akan menunjukkan gejala seperti demam tinggi (mencapai suhu 40-41 derajat Celcius), hidung berair, batuk, mata merah, dan bercak Koplik.

3. Rash atau ruam

Fase ruam ditandai dengan adanya bercak kemerahan yang muncul dari belakang telinga, garis rambut, kemudian menyebar ke seluruh batang tubuh, ekstremitas atas, dan diakhiri di ekstremitas bawah. Pada fase ruam ini demam akan menurun dalam tiga sampai empat hari, kemudian di hari kelima dan keenam bercak akan menghilang dan meninggalkan bercak perubahan warna pasca campak.

Pengobatan yang diberikan pada anak penderita campak

Obat yang diberikan pada anak dengan campak adalah pemberian vitamin A. Pada anak yang berumur <6 bulan akan diberikan vitamin A dengan dosis sebesar 50.000 IU, pada anak usia 6-11 bulan dapat diberikan vitamin A dengan dosis sebesar 100.000 IU, dan pada anak usia 12 bulan sampai usia 5 tahun akan diberikan dosis sebesar 200.000 IU. Pemberian vitamin hanya diberikan satu kali.

Pada anak dengan gejala penyerta berupa gangguan nutrisi atau gizi buruk, pemberian vitamin A nya berbeda. Mereka akan memperoleh vitamin A sebanyak tiga kali dengan urutan dosis pertama di hari pertama, kemudian dosis kedua di hari kedua, dan dosis ketiga diberikan 2-4 minggu setelah dosis kedua.

Hal-hal yang perlu diketahui oleh orang tua

  • Campak dapat berdampak serius atau fatal

Kebanyakan orang berpikir bahwa campak itu hanya berupa bercak kemerahan yang akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi pada kenyataan nya penyakit ini bisa berdampak serius bagi buah hati. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan oleh orang tua:

    • 1 dari 5 penderita campak yang tidak menerima vaksinasi, dirawat di rumah sakit
    • 1 dari setiap 1.000 penderita akan mengalami pembengkakan otak yang akan berakhir dengan kerusakan otak
    • 3 dari 1.000 penderita campak meninggal dunia bahkan dengan penanganan terbaik.
  • Campak sangat menular

Proses penularan campak sangat cepat dikarenakan penyebaran melalui udara. Karena penularannya yang sangat cepat, orang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang di sekitarnya sebelum penderita itu mengetahui ia menderita campak.

  • Campak dapat dicegah dengan vaksinasi
  • Campak memiliki fase-fase tertentu

 

Apa yang terjadi jika campak tidak tertangani dengan baik?

Penderita campak dapat mengalami komplikasi berupa infeksi paru-paru atau pneumonia, diare, batuk rejan (croup), gangguan nutrisi, kebutaan, dan infeksi telinga. Infeksi virus campak juga bisa menginfeksi ke selaput otak (ensefalitis), infeksi otot jantung (myocarditis).

Pencegahan campak

Penyakit campak dapat dicegah dengan vaksinasi. Pemberian vaksinasi sudah diterapkan di dunia dan termasuk di Indonesia. Berikut ini rekomendasi pemberian vaksinasi campak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia.

  1. Pemberian imunisasi pertama pada saat anak berusia 9 bulan

Imunisasi ini merupakan imunisasi dasar yang dianjurkan oleh pemerintah yang terdapat dalam buku ibu dan anak.

  1. Imunisasi lanjutan
  • Anak-anak bisa diberikan imunisasi campak lanjutan di usia 15 bulan bersamaan dengan vaksinasi kombinasi penyakit gondok dan rubella (MMR) atau 18 bulan untuk imunisasi lanjutan campak.
  • Imunisasi ulangan campak dilakukan pada saat anak berusia 6-7 tahun.
  1. Cohen, N., Hussey, G., Lee, L., and Clements, C.J. (2004). Treating measles in children. Department of Immunization, Vaccines and Biologicals, World Health Organization.
  2. Top 4 things parents need to know about measles. Diakses pada Februari 8, 2021, dari https://www.cdc.gov/measles/about/parents-top4.html
  3. Diakses pada Februari 8, 2021 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
  4. Jadwal Imunisasi IDAI 2017. Diakses pada Februari 8, 2021 dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :