Beranda > Artikel > Inilah Jenis Vaksin COVID-19 yang Harus Anda Ketahui

Inilah Jenis Vaksin COVID-19 yang Harus Anda Ketahui

Bagaimana cara kerja vaksin COVID-19?

Pandemi COVID-19 yang telah berjalan lebih dari setahun membuat para ilmuwan melakukan banyak penelitian untuk membuat vaksin. Vaksin COVID-19 yang sudah diberikan kepada kita, akan menyiapkan tubuh kita untuk mengenali virus tersebut, sehingga akan meningkatkan sistem kekebalan.

Secara garis besar, setelah divaksin tubuh akan memberikan respon:

  1. Mengenali virus yang masuk (coronavirus) melalui bagian virus/materi genetik virus.
  2. Membentuk antibodi (tentara) untuk melawan virus tersebut.
  3. Apabila ada virus yang masuk, tubuh akan segera merespon melalui antibodi tersebut untuk melawan dan menghancurkan virus tersebut.

Untuk mencapai tingkat kekebalan yang optimal, kita memerlukan dua kali suntikan, dengan jarak suntikan kedua berselang 14-28 hari pasca suntikan pertama.

Ketika seseorang divaksin, maka risiko tertular dan muncul gejala yang berat akan berkurang dan dengan demikian juga akan menurunkan risiko orang tersebut untuk menularkan penyakit ke orang lain. Hal ini akan memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok, yaitu dimana seseorang yang belum mendapat kekebalan, berada di sekeliling orang dengan imunitas/kekebalan yang tinggi, sehingga mengurangi risiko orang tersebut untuk terpapar dengan covid atau muncul gejala berat bila terpapar, karena tidak semua orang bisa divaksin.

Apakah vaksin COVID aman?

Ya, vaksin COVID yang beredar telah melalui uji klinis yang sangat ketat. Sama seperti vaksin pada umumnya, vaksin COVID dapat menimbulkan beberapa efek samping pasca vaksinasi, seperti nyeri di area suntikan, demam, atau nyeri tenggorokan. Pada umumnya efek samping ini akan reda dengan istirahat yang cukup dan obat-obatan. Beberapa laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) menyebutkan adanya gangguan pembekuan darah dan reaksi alergi terhadap vaksin/komponen vaksin tersebut.

Apa saja jenis vaksin COVID yang telah diproduksi hingga saat ini?

Ada beberapa tipe vaksin yang saat ini digunakan di dunia, yaitu:

  1. Virus yang inaktif/dilemahkan, sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit namun dapat membentuk respon kekebalan. Contoh : Sinovac dan Sinopharm.
  2. Protein virus. Vaksin berisi bagian/menyerupai protein virus, yang dapat dikenali tubuh untuk membentuk antibodi/kekebalan. Contoh : Novavax.
  3. Vektor virus. Vaksin jenis ini menggunakan pembawa (vektor) virus yang berisi materi genetik virus COVID-19. Setelah disuntikkan, sel tubuh akan membentuk protein virus COVID-19 untuk membentuk kekebalan. Contoh : AstraZeneca.
  4. mRNA virus. RNA merupakan materi genetik virus yang dapat merangsang sel tubuh membentuk protein virus, yang kemudian akan dikenali sebagai ‘musuh’ dan membentuk kekebalan. Contoh : vaksin buatan Pfizer dan Moderna.

Apakah kita tidak perlu melakukan prokes (protokol kesehatan) setelah divaksin?

Protokol kesehatan berupa 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas tetap diperlukan setelah vaksin.

Vaksin COVID-19 akan mencapai tingkat kekebalan yang optimal setelah 14 hari pasca vaksin kedua. Sehingga kita tetap berisiko tinggi bila tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Di samping itu, belum ada vaksin COVID-19 yang memberikan perlindungan 100%, meskipun vaksin ini dapat melindungi dari gejala berat.

Apakah vaksin dapat menyebabkan hasil tes saya (PCR atau antigen) positif?

Tidak. Karena bahan yang disuntikkan hanya ditujukan untuk mengenalkan tubuh terhadap virus dan membentuk kekebalan, sehingga tidak akan terdeteksi pada tes PCR maupun antigen.

Kesimpulan

Vaksin merupakan salah satu cara untuk mempercepat selesainya pandemi COIVD-19 dengan terbentuknya kekebalan kelompok/herd immunity. Ada beberapa jenis vaksin yang beredar saat ini, tergantung dari komponen utama nya. Meskipun hingga saat ini belum ada vaksin yang sanggup melindungi 100%, namun vaksin dapat mengurangi risiko timbulnya gejala COVID-19 berat. Sehingga kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan 5M dengan ketat. Vaksin terbaik adalah yang saat ini sudah tersedia, tidak perlu menunggu vaksin jenis tertentu baru kita bersedia mendapat vaksinasi.

 

Referensi

  • MayoClinic. (2021, May). Different Types of COVID-19 Vaccines: How They Work. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/different-types-of-covid-19-vaccines/art-20506465
  • WHO. (2021, July 16). Covid-19 Vaccines. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :