Beranda > Artikel > Inilah Jenis Vaksin COVID yang Digunakan di Indonesia

Inilah Jenis Vaksin COVID yang Digunakan di Indonesia

Situasi COVID-19 di Indonesia

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia saat ini sudah menginfeksi 192 juta orang dan mengakibatkan 4 juta lebih kematian. Di Indonesia 2,9 juta penduduk sudah terinfeksi COVID-19, di antaranya 550 ribu merupakan kasus aktif, dan 76 ribu pasien meninggal.

Hal ini mendorong pemerintah mempercepat program vaksinasi, di samping menggiatkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) dan 3T (test, tracing, treatment).

 

Program vaksinasi di Indonesia

Vaksin COVID-19 diberikan secara gratis kepada seluruh penduduk dalam 2 dosis, dengan selang waktu 14-28 hari antara suntikan pertama dan kedua. Sasaran vaksinasi tersebut mencapai 208.265.720 penduduk, dan dibagi dalam beberapa tahap sesuai dengan tingkat kerentanan terhadap COVID19, meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas pelayanan publik, dan masyarakat rentan mulai usia 12 tahun.

Hingga 20 Juli 2021 cakupan vaksin sudah tercapai 20,34% (42.360.779) pada dosis vaksin pertama, dan 7.90% (16.453.805) pada dosis kedua (full dose).

 

Ada beberapa jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, yang telah mendapatkan persetujuan dari BPOM, yaitu:

  1. Vaksin Sinovac dan Sinopharm, keduanya berisi virus inaktif.
  2. Vaksin AstraZeneca, berisi viral vector.
  3. Vaksin Novavax, berisi subunit protein virus.
  4. Vaksin Moderna dan Pfizer, berisi mRNA virus (materi genetik).

 

Vaksin Sinovac

Efikasi (kemampuan pencegahan penyakit) vaksin ini sebesar 65% untuk melindungi dari COVID-19 yang bergejala dan 85% mengurangi kebutuhan pasien untuk rawat inap (gejala sedang-berat).

 

Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm dapat memberikan kekebalan hingga 79% terhadap COVID-19 yang bergejala dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

 

Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZenecqa berisi viral vector (virus yang membawa protein SARS-CoV-2). Meskipun berisi virus, namun virus ini tidak memiliki kemampuan untuk bereplikasi/berkembang, tetapi sel tubuh mampu mengenali nya dan membentuk kekebalan/antibodi terhadap COVID-19.

Efektivitas vaksin ini mencapai 76-94% untuk mencegah timbulnya gejala COVID-19 dan hingga 99% mencegah kebutuhan rawat inap.

 

Vaksin Moderna

Vaksin ini berisi materi genetik virus (mRNA). Vaksin Moderna dapat memberikan perlindungan hingga 94,1% terhadap COVID-19 dan 99-100% terhadap COVID-19 berat.

Vaksin Pfizer

Vaksin yang juga berisi mRNA virus ini dapat memberikan perlindungan yang cukup tinggi dari COVID-19 hingga 95% dan hingga 99% mencegah COVID-19 berat yang butuh penanganan di rumah sakit.

 

Apakah vaksin ini aman?

Vaksin COVID-19 yang disiapkan oleh pemerintah telah mendapat izin resmi dari BPOM dan telah melalui uji klinis fase III.

Seperti vaksin pada umumnya, vaksin COVID-19 juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti:

  1. Reaksi lokal, seperti: nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan.
  2. Reaksi sistemik/tubuh, seperti: demam, nyeri otot, nyeri sendi, lemas, nyeri kepala.
  3. Reaksi luas, seperti: reaksi alergi ringan sampai berat (anafilaksis), pingsan.

Setiap orang yang mendapatkan vaksin akan dipantau selama 30 menit pasca suntikan, untuk memonitor ada tidak nya efek samping yang muncul.

 

Kesimpulan

Hingga saat ini program vaksinasi di Indonesia sudah dipercepat oleh pemerintah. Diharapkan dengan vaksinasi yang luas dan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat akan dapat menurunkan angka kejadian COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional.

Vaksin yang beredar telah mendapat persetujuan BPOM untuk penggunaan darurat dan efek samping yang muncul akan selalu diawasi dan dievaluasi.

 

Referensi

  • Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (n.d.). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
  • Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Vaksinasi COVID-19 Nasional. https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
  • SAGE Workng Group. (2021). Evidence Assessment: Sinovac/CoronaVac COVID-19 Vaccine.
  • WHO. (2021a). Background document on the mRNA vaccine BNT162b2 (Pfizer-BioNTech) against COVID-19.
  • WHO. (2021b). Background document on the mRNA-1273 vaccine (Moderna) against COVID-19.
  • WHO. (2021c). Background document on the AZD1222 vaccine against COVID-19 developed by Oxford University and AstraZeneca.
  • WHO. (2021d, May). The Sinopharm COVID-19 vaccine: What you need to know. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-sinopharm-covid-19-vaccine-what-you-need-to-know
  • WHO. (2021e). Background document on the inactivated COVID-19 vaccine BIBP developed by China National Biotec Group (CNBG), Sinopharm.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :