Inilah Penyebab Mimisan Pada Anak Saat Tidur

penyebab mimisan pada anak saat tidur

Mimisan adalah salah satu kondisi kesehatan yang paling umum dialami oleh anak kecil. Mimisan bisa terjadi kapan saja tanpa disadari, bisa di siang hari atau di malam hari. Jadi, Anda tidak perlu panik ketika melihat bercak darah di sarung bantal si kecil, bisa jadi ia mengalami mimisan saat tidur. Mimisan memang bukan kondisi yang mengkhawatirkan, namun ada baiknya Anda mengenal penyebab mimisan pada anak saat tidur.

Namun kita juga harus tahu, sebenarnya apa itu mimisan? Mimisan bisa terjadi ketika salah satu pembuluh darah di lapisan hidung pecah. Dalam dunia medis, kondisi hidung berdarah ini juga disebut dengan epistaksis. Mimisan sering terjadi pada anak kecil, dan biasanya bukan merupakan kondisi serius. Pembuluh darah hidung sangatlah rapuh, seperti pembuluh darah kecil di septum sebuah jaringan tegas antara lubang hidung, dengan fungsi membagi hidung menjadi dua bagian adalah salah satu pembuluh darah yang rapuh dan bisa pecah dengan mudah, menyebabkan keluarnya darah dari hidung. Nah kini mari kita kembali membahas berbagai penyebab dari mimisan ketika anak tidur.

Apa Penyebab Mimisan Pada Anak Saat Tidur?

Penting bagi kita mengetahui mengapa anak mengalami mimisan ketika tidur. Dengan begitu kita bisa waspada dan juga mencoba untuk mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Inilah beberapa penyebab yang bisa membuat anak mimisan ketika mereka sedang tidur.

Udara kering, terlalu dingin, atau terlalu panas

Salah satu penyebab dari mimisan pada anak ketika tidur adalah udara yang kering. Antara terlalu dingin atau terlalu panas. Saluran hidung yang kering akan lebih mudah teriritasi dan berdarah, layaknya kulit kering yang pecah. Namun, kondisi saluran hidung yang kering juga bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi seperti zat besi. Untuk mengatasi kondisi udara yang kering, Anda bisa menyalakan humidifier di dalam kamar anak untuk melembabkan udara. Anda pun bisa mengoleskan petroleum jelly di sekitar hidung anak, terutama di area kulit yang kering sebagai cara mencegah anak mimisan saat tidur.

Baca Juga : 5 Cara Menurunkan Demam Anak

Selain udara kering, penyebab mimisan pada anak saat tidur umumnya juga disebabkan oleh cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin. Oleh sebab itu, anak lebih sering mimisan ketika musim pancaroba. Udara yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa menyebabkan mimisan karena pembuluh kapiler pecah, penyebab mimisan pada anak saat tidur yang paling sering ditemui.

Untuk mengatasinya, pastikan AC dalam kamar diatur dalam suhu sekitar 18-20 derajat Celcius dan hangatkan anak dengan selimut yang lembut.

Terkena flu atau alergi

Salah satu penyebab mimisan pada anak saat tidur adalah hidung yang berlendir. Gejala ini disebabkan oleh sakit flu atau alergi, biasanya diiringi pula dengan mata berair dan bersin-bersin. Hidung yang tersumbat akibat sakit flu atau alergi ini dapat menyebabkan kapiler darah pecah karena terlalu sering mengeluarkan ingus. Alhasil, hidung mimisan pun terjadi.

Selain itu, anak-anak akan lebih sering mengorek hidung atau menyentuh hidungnya selama pilek. Baik disadari atau tidak disadari, hidung yang gatal akan digaruk oleh anak saat tertidur. Untuk mencegah mimisan selagi flu atau alergi, Anda bisa mengajarkan pada anak untuk membuang ingus dengan pelan-pelan. Gunakan juga nasal spray yang dapat melegakan saluran hidung.

Efek samping obat atau suplemen

Penyebab anak mimisan saat tidur berikutnya adalah karena efek samping dari obat atau suplemen. Beberapa jenis pengobatan dapat menyebabkan darah lebih sulit membeku. Biasanya obat antiplatelet seperti aspirin, obat antikoagulan, dan obat non steroid anti peradangan seperti ibuprofen yang bisa menyebabkan mimisan pada anak saat tidur. 

Beberapa obat-obatan dan suplemen juga mengandung senyawa kimia yang dapat memperpanjang durasi pendarahan untuk anak yang mengalami mimisan. Bahan-bahan yang mengandung ginseng, bawang putih, vitamin E, serta ginkgo biloba dapat mengundang reaksi ini. 

Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi ke pada seorang spesialis sebelum memberikan obat kepada anak, terutama jika si kecil sering mimisan. Dengan begitu, dokter bisa meresepkan obat-obatan atau suplemen yang tidak mengundang efek samping mimisan. Dan menghindari kejadian mimisan saat tidur. Konsultasi dengan dokter spesialis pun kini lebih mudah dengan adanya layanan telehealth di Carevo.

Kebiasaan mengorek hidung

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, anak-anak suka mengorek hidung mereka, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kebiasaan ini disebabkan kotoran hidung yang menumpuk dan jarang dibersihkan. Mengorek hidung yang menjadi kebiasaan akan membauat anak mudah mengalami mimisan pada anak saat tidur yang paling sering terjadi. Selain dapat membuat saluran hidung iritasi, kuku panjang anak juga berpotensi meninggalkan luka dalam hidung. 

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kebiasaan anak yang suka mengorek hidung adalah mengajarkannya untuk membersihkan hidung setiap kali mandi. Kemudian, pastikan Anda memotong kuku si kecil sekali setiap minggunya. Terakhir, setiap kali Anda melihat anak sedang mengorek hidung, berikan ia peringatan untuk tidak melakukannya. Lama kelamaan, anak pun akan lebih terbiasa untuk tidak mengorek hidung, dan menghindari penyebab mimisan pada anak yang satu ini.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Batuk Pada Anak Saat Tidur

Itulah beberapa penyebab mimisan pada anak saat tidur. Perlu diingat bahwa mimisan biasanya terjadi selama 10 menit hingga 30 menit. Apabila hidung tetap mengeluarkan darah selama lebih dari 30 menit, berarti anak memerlukan penanganan langsung dari dokter. Mimisan ini juga bisa jadi gejala dari berbagai penyakit serius. 

Bagaimana cara supaya ketika mimisan berhenti?

Setelah mengetahui berbagai penyebab mimisan pada anak ketika tidur, kini saaatnya kita mencari tahu cara menghentikannya. Untuk bisa menghentikan kondisi ini, ada cara yang bisa Anda lakukan yaitu:

  • Bantu anak bangun dan posisikan mereka untuk duduk tegak. Ini bisa mengurangi tekanan pembuluh darah dalam hidung, membuat pendarahan berhenti
  • Condongkan tubuh ke depan agar darah yang keluar dari hidung tidak masuk ke tenggorokan.
  • Pencet hidung selama 10-15 menit dan bantu mereka bernapaslah melalui mulut.
  • Kompres pangkal hidung dengan kompres dingin untuk memperlambat perdarahan.

Ketika Anda menyadari darah mimisan pada anak yang lebih banyak disertai sakit kepala atau nyeri pada jantung, konsultasikan kepada dokter spesialis yang tersedia di Carevo. Tidak perlu mengantri panjang di Rumah Sakit atau Puskesmas, Anda bisa berdiskusi secara online ke dokter spesialis.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :