Beranda > Artikel > Intermittent Fasting untuk Mengatur Pola Makan Anda

Intermittent Fasting untuk Mengatur Pola Makan Anda

Apa itu Intermittent Fasting?

Intermittent Fasting (IF) saat ini merupakan tren kesehatan yang sedang populer di dunia. Kebanyakan orang menerapkannya untuk tujuan pengurangan berat badan dan meningkatkan kondisi kesehatan. Saat ini sudah banyak studi yang dilakukan untuk membuktikan efeknya terhadap tubuh, otak, dan perannya untuk umur panjang.

IF merupakan suatu pola makan bersiklus antara periode puasa dan periode makan, berjalan reguler dan terjadwal. Disaat metode diet lain berfokus terhadap jenis makanan yang dimakan, IF berfokus pada timing yang tepat untuk makan. Pola yang sering digunakan ialah puasa selama 16 jam dalam waktu 24 jam, dan dilakukan 2 kali per minggu.

Terdapat beberapa metode yang digunakan saat melakukan IF, semua metode menerapkan hal yang sama yaitu periode puasa dan periode makan. Selama masa berpuasa, Anda hanya boleh makan sangat sedikit, bahkan tidak boleh makan sama sekali. Metode yang popular ialah:

  1. Metode 16/8: Disebut juga protocol Leangains, dimana Anda melewatkan sarapan dan membatasi periode makan Anda selama 8 jam, misalnya dari pukul 1 siang hingga 9 malam. Lalu Anda akan berpuasa selama 16 jam setelahnya.
  2. Eat-Stop-Eat: Anda berpuasa selama 24 jam, 1 sampai 2 kali per minggu. Misalnnya Anda makan malam satu kali kemudian berpuasa hingga makan malam di hari berikutnya.
  3. Diet 5:2: Anda mengonsumsi sebanyak 500 – 600 kalori per hari dalam 2 hari yang tidak berturut – turut di dalam satu minggu, namun dalam 5 hari sisanya Anda makan dengan porsi normal.
  4. Puasa Seling Sehari: Anda makan normal pada hari pertama, kemudian puasa pada hari berikutnya atau makan beberapa kalori (maksimal 500 kalori), kemudian keesokan harinya makan normal seperti biasa. Puasa 24 jam tidak dianjurkan pada pemula.
  5. The Warrior Diet: Membagi waktu makan Anda dalam 2 periode dalam satu hari, yaitu Anda diperbolehkan makan buah – buahan dan sayuran dalam jumlah sedikit pada pagi hingga siang hari, lalu makan dalam porsi besar pada sore sampai malam hari.
  6. Spontaneous Meal Skipping: Anda tidak menjalankan IF dalam pola yang terstruktur, namun melakukan skip pada waktu tertentu misalnya pada saat Anda tidak lapar atau sedang sibuk.

Selama periode makan di metode tertentu, Anda dapat memakan apapun seperti biasa, selama tidak secara berlebihan. Selama masa puasa, Anda boleh minum air dan minuman tidak berkalori lainnya seperti kopi hitam tanpa gula dan teh tawar.

Pada intinya, Anda akan mengurangi jumlah kalori yang masuk, sehingga seluruh metode tersebut akan membantu Anda mengurangi berat badan, dengan syarat Anda tidak makan secara berlebihan pada periode makan.

Sebagian besar orang mengatakan metode 16/8 adalah metode yang paling sederhana serta paling mudah untuk diterapkan secara berkelanjutan.

           

Kekurangan dan Kelebihannya Intermittent Fasting

Beberapa penelitian menyatakan bahwa IF merupakan metode pengaturan pola makan yang tidak hanya berfokus pada pembakaran lemak, namun juga berfungsi melakukan metabolic switch, yang mempengaruhi tubuh dan otak. IF dapat membantu melindungi beberapa organ tubuh dari penyakit kronis misalnya kencing manis, penyakit jantung, penurunan funsi saraf akibat usia, masalah pencernaan dan kanker.

IF mudah untuk diterapkan karena Anda dapat memakan jenis makanan apapun, selain itu Anda akan dimudahkan karena tidak perlu menghitung jumlah kalori makanan Anda secara detail. Tidak ada pembatasan terhadap makronutrien yang Anda makan misalnya pola makan rendah karbohidrat, pola makan rendah lemak, dll. Pada IF, Anda juga tidak perlu “membatasi” makanan Anda, secara umum Anda dapat makan apapun yang Anda makan selama periode makan, dan satu hal lagi yaitu Anda dapat mencapai penurunan berat badan yang Anda inginkan.

Sedangkan kekurangannya melakukan IF ialah kurangnya aktivitas fisik. Ketika Anda berpuasa, Anda tidak dianjurkan melakukan aktivitas fisik karena jumlah kalori yang masuk tubuh sangat terbatas. Anda juga akan merasa kelaparan berat saat periode puasa. Pada beberapa orang yang mengonsumsi obat – obatan medis, IF tidak dianjurkan karena beberapa obat perlu diminum bersamaan dengan makanan atau dikonsumsi setelah makan. Anda juga tidak terfokus pada pemilihan makanan – makanan bernutrisi. Pada beberapa kondisi ketika Anda memasuki periode makan, beberapa orang akan melakukan overeating.

Pastikan Anda memilih pola makan dan pola diet yang tepat untuk Anda. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda melakukan IF, terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda, dan catat gejalanya dengan Apps Personal Health Record dari Carevo.

Bibliography

  • Frey, M. (2020, September 30). Pros and Cons of Intermitternt Fasting. Retrieved from Very Well Fit: https://www.verywellfit.com/intermittent-fasting-pros-and-cons-4688805
  • Leicht, L. (2020, November 18). Intermittent Fasting. Retrieved from Web MD: https://www.webmd.com/diet/a-z/intermittent-fasting
  • Tello, M. (2020, February 10). Intermittent Fasting: Surprising Update. Retrieved from Harvard Health Publishing: https://www.health.harvard.edu/blog/intermittent-fasting-surprising-update-2018062914156
  • Intermittent Fasting: What is it, and how does it work? (n.d.). Retrieved from Johns Hopkins Medicine: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/intermittent-fasting-what-is-it-and-how-does-it-work
  • Gunnars, K. (2020, January 1). 6 Popular Ways to Do Intermittent Fasting. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/6-ways-to-do-intermittent-fasting
  • Gunnars, K. (2020, April 20). Intermittent Fasting 101- The Ultimate Beginner’s Guide. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/intermittent-fasting-guide

 

 

 

 

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :