Beranda > Artikel > Jenis – Jenis Diet: Diet Keto

Jenis – Jenis Diet: Diet Keto

Diet Keto

Apa itu Diet Keto?

Keto, atau ketogenik, merupakan pola diet dengan konsumsi makanan sangat rendah karbohidrat, konsumsi sedang protein, dan konsumsi tinggi lemak. Pola diet ini ditemukan pada tahun 1920, pada awalnya digunakan sebagai terapi kejang pada anak – anak, namun saat ini berkembang dan digunakan juga untuk penurunan berat badan.

Diet ketogenik serupa dengan diet Atkins, keduanya dilakukan dengan membatasi asupan karnohidrat untuk mencapai penurunan berat badan dan meningkatkan kasehatan fisik. Asupan karbohidrat yang direkomendasikan untuk orang dewasa pada umumnya ialah sebesar 200-300 gram per hari. Diet Atkins dan diet keto, keduanya menerapkan pembatasan karbohidrat. Perbedaan dari kedua jenis diet ini ialah dalam melaksanakan eating plans. Perbedaan terdapat pada waktu makan, jumlah karbohidrat yang boleh dikonsumsi, hingga efek spesifik terhadap tubuh.

Baca juga: Jenis – Jenis Diet: Atkins Diet

 

Cara Melakukan Diet Keto

Tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Karbohidrat yang dikonsumsi akan dikonversi menjadiu glukosa (gula darah), yang kemudian digunakan sebagai energi. Ketika tubuh kekurangan karbohidrat, maka tubuh akan menggunakan sumber lain agar dapat dijadikan energi.

Diet keto dilakukan dengan membatasi asupan karbohidrat di bawah 50 gram per harinya. Persentase perbandingan asupan karbohidrat dibandingkan dengan protein dan lemak bervariasi, karena terdapat beberapa jenis diet keto. Saat tubuh mengonsumsi karbohidrat di bawah 50 gram per hari, tubuh akan kekurangan simpanan energi (glukosa) yang dapat digunakan dengan cepat. Proses ini memakan waktu 3 – 4 hari. Oleh sebab itu, tubuh akan menggunakan sumber energi lain, dengan cara memecah protein dan lemak untuk dijadikan energi. Saat inilah tubuh memasuki fase “ketosis”. Lemak yang dipecah akan diubah menjadi “keton”, keton inilah yang digunakan sebagai energi pengganti glukosa.

Berikut ini merupakan makanan yang perlu dihindari dalam diet keto:

  1. Makanan dengan gula: soda, jus buah – buahan, smoothies, kue, es krim, permen, dll

  2. Padi dan pati: produk berbahan gandum, nasi, pasta, sereal, dll

  3. Buah – buahan: seluruh buah – buahan, kecuali porsi kecil berries

  4. Beans dan legumes: peas, kidney beans, lentils, chickpeas, dll

  5. Umbi – umbian: kentang, ubi, wortel, lobak
  6. Produk rendah lemak: mayones rendah lemak, salad dressing, dan kondimen makanan lain

  7. Kondimen dan saus: saus BBQ, honey mustard, saus teriyaki, saus tomat, dll

  8. Lemak tidak sehat: minyak sayur yang sudah diproses, mayones

  9. Alkohol: bir, wine, minuman yang dicampur

  10. Makanan diet berlabel “sugar-free”

 

Berikut ini merupakan makanan yang dapat Anda makan dalam diet keto:

  1. daging: daging merah, steak, ham, sosis, bacon, ayam, turkey

  2. Ikan berlemak: salmon, tuna, mackerel, trout

  3. Telur

  4. Mentega dan cream

  5. Keju: cheddar, goat, cream, blue, mozzarella

  6. Kacang dan biji – bijian: almond, kacang otak, flaxseeds, pumpkin seeds, chia seeds, dll.

  7. Minyak sehat: extra virgin olive oil, avocado oil

  8. Buah alpukat

  9. Sayuran rendah karbohidrat: sayuran hijau, tomat, bawang bombay, dll

  10. Kondimen: garam, lada, rempah

 

Manfaat Diet Keto

Diet keto dapat membantu menekan napsu makan, oleh karena itu dapat membantu penurunan berat badan. Terdapat berbagai bukti penelitian bahwa diet keto dapat membantu penurunan berat badan pada pasien berat badan berlebih dan obesitas. Selain itu diet keto juga dapat menurunakan gula darah pada pasien diabetes, menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan kolesterol baik, serta membantu penurunan tekanan darah.

Baca juga: Jenis – Jenis Diet: Balanced Diet

 

Efek Samping Diet Keto

Beberapa efek samping yang dirasakan ketika melakukan diet keto ialah rasa lemas, nyeri kepala, konstipasi, kram otot, dan keto flu (mual, muntah, lemas, pusing, nyeri kepala, rasa mengantuk). Namun efek samping ini merupakan efek samping sementara.

Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum Anda berencana melakukan diet keto. Beberapa kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal, pankreatitis, kelainan metabolisme lemak, dll, tidak dapat melakukan diet keto.

 

Penulis : dr. Madelina Serenita

 

Bibliography

Shoemaker, S. (2019, June 13). What’s the Difference Between Keto and Atkins? Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/atkins-vs-keto

 

Lawler, M. (2018, June 18). What’s the Difference Between Keto and Atkins? Retrieved from Everyday Health: https://www.everydayhealth.com/ketogenic-diet/diet/ketogenic-diet-vs-atkins-diet-how-they-differ/

 

Johnson, J. (2019, September 12). What’s the difference between the keto and Atkins diets? Retrieved from Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/326324

 

Mawer, R. (2020, October 22). The Ketogenic Diet: A Detailed Beginner’s Guide to Keto. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-101#_noHeaderPrefixedContent

 

What’s a Ketogenic Diet? (2021, April 21). Retrieved from Nourish by Web MD: https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-ketogenic-diet

 

Palinski-Wade, E. (2021, July 23). Ketogenic Diet 101: A Complete Scientific Guide to Keto. Retrieved from Everyday Health: https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/ketogenic-diet/

 

Masood, W. (2021). Ketogenic Diet. StatPearls Publishing.

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :