Beranda > Artikel > Kapan anak Anda perlu operasi amandel?

Kapan anak Anda perlu operasi amandel?

Amandel merupakan sebuah kelenjar kecil di tenggorokan dekat dengan bagian belakang lidah yang sering disebut sebagai tonsil. Peradangan pada amandel dapat menimbulkan gejala suara serak, nyeri telan, demam, dan sesak. Kelenjar ini umumnya lebih aktif pada masa kanak-kanak sehingga infeksi pada kelenjar ini lebih sering terjadi pada masa tersebut. Infeksi yang disebabkan oleh virus pada kelenjar ini umumnya memberikan gejala yang ringan dan dapat sembuh dalam 4-7 hari. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri merupakan penyakit yang lebih sering menimbulkan komplikasi. Pada dasarnya kelenjar ini akan mengecil bila sudah tidak terlalu aktif yaitu bila sudah menginjak usia dewasa. Untuk itu, tidak semua pembesaran amandel perlu di operasi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk mengetahui apakah amandel anak Anda perlu dioperasi atau tidak!

Pertimbangan operasi berdasarkan penyebab infeksi

Radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama streptokokus, umumnya dapat lebih sering menyebabkan berbagai komplikasi seperti gangguan pernapasan, infeksi telinga, maupun gangguan ginjal. Anda dapat membedakannya dengan infeksi virus melalui perbedaan gejala pada tabel berikut:

 

Infeksi virus

Infeksi bakteri

Demam ringan

Demam tinggi

Keadaan umum biasanya masih baik

Keadaan umum lemas

Gejala membaik tanpa antibiotik

Gejala tidak membaik bila tidak diberi antibiotik

Gejala sembuh dalam 4-7 hari

Gejala dapat memburuk atau tidak membaik dalam >4 hari

Sering diikuti oleh keluhan pilek

Sering diikuti oleh keluhan mual dan muntah

 

Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan amandel bila terdapat frekuensi kejadian infeksi bakteri streptokokus pada amandel sebagai berikut:

  • Infeksi terjadi lebih dari 6 kali dalam 1 tahun
  • Infeksi terjadi sebanyak 5 kali setiap tahunnya dalam 2 tahun berturut-turut
  • Infeksi terjadi sebanyak 3 kali setiap tahunnya dalam 4 tahun berturut-turut meski sudah diobati
  • Infeksi amandel yang tidak berespon dengan pengobatan atau yang terus berulang dan menjadi kronis.

 

Pertimbangan operasi berdasarkan komplikasi yang terjadi

Selain pertimbangan berdasarkan frekuensi kejadian infeksi, operasi pengangkatan amandel dapat pula dipertimbangkan bila terdapat gejala-gejala berikut:

  • Kesulitan menelan/hambatan jalan napas

Pembesaran amandel yang terletak dibelakang tenggorok dapat mengakibatkan terhambatnya jalur napas dan kesulitan menelan. Hal ini merupakan tanda bahaya yang harus segera diatasi karena dapat membuat penutupan pernapasan dan mengganggu asupan nutrisi. Bila tidak diatasi segera nantinya hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak Anda.

 

  • Obstructive sleep apnea

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan pernapasan yang terjadi akibat tertutupnya jalur napas dan membuat napas berhenti sesaat. Umumnya OSA dapat terjadi pada pembesaran amandel terutama saat tidur. Ketika tidur, terutama pada posisi terlentang, amandel yang besar dapat menutup jalur napas. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya aliran oksigen di otak pada malam hari sehingga umumnya dapat menyebabkan gangguan konsentrasi di pagi hari.

 

  • Abses leher

Infeksi pada amandel bila tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menjadi abses atau benjolan berisikan nanah pada area leher. Hal ini terjadi akibat penjalaran infeksi ke organ-organ lain didekatnya. Abses pada leher dapat menimbulkan komplikasi berat seperti kecacatan bahkan kematian.

 

Pada dasarnya prosedur pengangkatan amandel merupakan operasi ringan yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi terutama pada anak usia sekolah (>6 tahun). Dengan kata lain, umumnya anak Anda dapat segera pulang dan menjalani rawat jalan setelah prosedur selesai. Pemulihan total dari prosedur operasi umumnya juga hanya memakan waktu sekitar 14 hari. Pertimbangkanlah dengan baik dan konsultasikan ke dokter mengenai prosedur tersebut agar anak Anda terhindar dari komplikasi lebih lanjut akibat radang amandel!

 

Sumber:

  • Morad, A., Sathe, N., Francis, D., McPheeters, M., & Chinnadurai, S. (2017). Tonsillectomy Versus Watchful Waiting for Recurrent Throat Infection: A Systematic Review. Pediatrics139(2), e20163490. doi: 10.1542/peds.2016-3490
  • Stelter K. (2014). Tonsillitis and sore throat in children. GMS current topics in otorhinolaryngology, head and neck surgery13, Doc07. https://doi.org/10.3205/cto000110

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :