Beranda > Artikel > Kenali Berbagai Macam Ciri-Ciri Sakit Usus Buntu Berikut Ini

Kenali Berbagai Macam Ciri-Ciri Sakit Usus Buntu Berikut Ini

Penjelasan Penyakit Usus Buntu

Ciriciri sakit usus buntu dan cara mencegahnya

Usus buntu adalah sebuah kantung kecil bagian dari usus yang umumnya terletak di bagian kanan bawah perut Anda. Karena letak dan ukurannya, usus buntu sering tersumbat dan juga mengalami peradangan. Peradangan usus buntu dapat berakibat buruk seperti terjadinya kebocoran usus bila tidak diatasi sedini mungkin. Penyakit ini dapat terjadi secara mendadak dan lebih sering terjadi pada anak-anak. Segeralah memeriksakan anak Anda ke dokter bila terdapat ciri-ciri sakit usus buntu sebagai berikut:

Nyeri perut

Nyeri perut ciri khas dari sakit usus buntu biasanya dimulai dari bagian pusar yang kemudian berpindah ke area kanan bawah. Nyeri umumnya bersifat hilang timbul dan semakin memburuk saat batuk maupun saat beraktifitas. Bila berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang baik, nyeri dapat menyebar hingga keseluruh perut yang menandakan terjadinya kebocoran usus dan infeksi yang meluas ke seluruh perut.

Demam

Demam merupakan tanda dari terjadinya infeksi. Umumya demam dirasakan sesudah terjadinya nyeri perut.

Mual dan muntah

Peradangan pada usus buntu dapat mengganggu saluran cerna secara keseluruhan sehingga menyebabkan mual dan muntah. Perlu di perhatikan bahwa salah satu tanda bahaya dari usus buntu adalah muntah yang isinya tampak hijau kekuningan seperti kotoran. Hal ini menandakan gejala yang parah dari penyakit usus buntu yang membutuhkan penanganan segera.

Gangguan buang air besar

Pergerakan usus besar umumnya terganggu akibat adanya peradangan pada usus buntu. Peradangan tersebut bila dibiarkan dapat menjalar ke bagian usus-usus lainnya sehingga dapat menimbulkan gangguan buang air besar berupa konstipasi atau diare. Perlu diperhatikan tanda bahaya bila tidak bisa buang angin sama sekali dalam satu hari atau bila kotoran tampak hitam yang menandakan terjadinya kebocoran usus.

Pada umumnya berdasarkan penelitian belum ada pencegahan pasti untuk penyakit usus buntu. Penyumbatan dan peradangan dari usus buntu dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya fecalith (kotoran yang mengeras seperti batu) maupun infeksi bakteri yang tidak bisa diprediksi. Sedangkan penyebab infeksi bakteri mendadak lain pada usus buntu sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, pada umumnya penyakit ini dapat dicegah bila Anda menjaga kesehatan saluran cerna melalui cara-cara berikut ini:

Banyak mengkonsumsi sayur dan buah

Konsumsi sayur dan buah dinyatakan oleh para ahli dapat mengurangi kemungkinan kejadian penyumbatan usus buntu oleh fecalith. Fecalith umumnya dapat terbentuk akibat kurangnya serat dalam kotoran sehingga memperlambat jalur pencernaan. Total serat yang dibutuhkan orang dewasa setiap harinya ialah sekitar 25-30 gram. Jumlah tersebut bisa didapatkan dengan mengkonsumsi 400 gram sayur dan buah per hari terutama sayur yang berwarna hijau pekat dan buah yang berwarna cerah. Takaran tersebut terbagi atas 250 gram sayur dan 150 gram buah.

Konsumsi air yang cukup

Konsumsi air juga berperan dalam saluran pencernaan. Feses atau kotoran umumnya terdiri dari 75% air dan 25% sisa makanan padat. Untuk itu, kurangnya konsumsi air dapat menyebabkan kotoran semakin padat dan menjadi salah satu faktor terbentuknya fecalith.

Probiotik

Meskipun belum terbukti secara pasti peran probiotik pada penyakit usus buntu, makanan yang mengandung probiotik alami seperti yogurth, keju, dan tempe dapat mengurangi kejadian infeksi pada saluran cerna. Secara keseluruhan makanan dengan probiotik alami dapat menyokong pertumbuhan bakteri ‘baik’ dalam saluran cerna sehingga membantu menjaga pertumbuhan bakteri ‘jahat’ yang dapat menyebabkan infeksi.

 

Sumber:

  • Ramdass, M. J., Young Sing, Q., Milne, D., Mooteeram, J., & Barrow, S. (2015). Association between the appendix and the fecalith in adults. Canadian journal of surgery. Journal canadien de chirurgie58(1), 10–14. https://doi.org/10.1503/cjs.002014
  • Damanik, B., Fikri, E., & Nasution, I. (2016). Relation between Fiber Diet and Appendicitis Incidence in Children at H. Adam Malik Central Hospital, Medan, North Sumatra-Indonesia. Bali Medical Journal5(2), 84. doi: 10.15562/bmj.v5i2.225

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :