Beranda > Artikel > Kenali Ciri Autisme pada Anak Sedari Dini

Kenali Ciri Autisme pada Anak Sedari Dini

Apa itu Autisme?

Autisme, atau Autism Spectrum Disorder (ASD), merupakan gangguan perkembangan yang terjadi saat masa perkembangan awal anak. Kondisinya beragam, namun gangguan ini dapat diidentifikasi dengan adanya kesulitan komunikasi, interaksi sosial, perilaku dan aktivitas yang kaku dan repetitif.

Terdapat beberapa subtipe autism, dan sebagian besar dipengaruhi oleh kombinasi genetik dan faktor lingkungan. Autisme merupakan suatu gangguan spektrum, sehingga setiap orang dengan autism memiliki tantangan dan kekuatan yang berbeda – beda. Cara belajar serta cara mengatasi masalah pada orang autism bervariasi mulai dari sangat baik hingga menantang. Beberapa keadaan ASD dapat membutuhkan dukungan khusus dalam menjalankan kehidupan sehari – hari, namun beberapa dapat hidup secara mandiri.

Berdasarkan tingkat keparahan gejlaa, anak dengan autisme dapat dideskripsikan sebagai high function dan low function. Anak – anak low function dapat tantrum atau berperilaku kurang baik dalam kehidupan sosial, sedangkan anak dengan high function dapat mengontrol perilakunya, namun memiliki kesulitan dalam berteman atau biasa menjadi target pembulian di sekolah. Saat dewasa, kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk berkerja akibat lemah dalam kemampuan bersosialisai.

           

Fakta Mengenai Autisme

1 dari 68 anak mengalami autisme. Pada laki – laki, kejadian autisme terjadi 5 kali lebih sering dibandingkan wanita. Autisme dapat terjadi pada orang pada siapapun, tanpa memandang ras, etnis, dan kelompok sosioekonomi tertentu. Autisme bukan suatu penyakit atau kelainan. Orang dengan autisme berpikir berbeda dari orang lain. Orang dengan autisme akan menjalaninya seumur hidup. Autisme bukan merupakan suatu kondisi medis yang membutuhkan pengobatan untuk disembuhkan. Namun pada beberapa kondisi tertentu, orang dengan autisme membuthkan dukungan dan bantuan untuk melakukan beberpa hal. Orang dengan autisme tidak berarti tidak dapat hidup bahagia. Orang dengan autisme dapat merasakan hal menyenangkan dan juga mengalami kesulitan seperti orang pada umumnya.

Autisme tidak disebabkan oleh rasa malu, kesalahan pola asuh, makanan yang dikonsumsi, infeksi, penularan, ataupun trauma masa kecil. Autisme merupakan suatu keadaan genetik, dan apabila saudara kandung mengalami autisme, maka saudaranya memiliki kemungkinan untuk juga mengalaminya. Mengonsumsi obat – obatan seperti asam valproate dan thalidomide saat kehamilan dapat meningkatkan risiko anak mengalami ASD. Salah satu tes sederhana untuk melihat gejala autisme pada anak adalah dengan melihat apakah anak secara spontan menunjuk sesuatu hal menarik untuk berbagi pengalamannya, misalnya menunjuk seeskor kupu – kupu cantik ke orang tuanya, menunjuk pesawat terbang di langit. Sebagian besar anak dengan autisme tidak menunjukan tanda – tanda tersebut, namun seringkali menunjuk sesuatu untuk meminta barang tersebut.

 

Gejala Anak dengan Autisme

Anak dengan autisme umumnya menunjukkan gejala berupa:

  1. Sulit berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain
  2. Sulit untuk mengerti apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain, serta sulit menyampaikan perasaannya kepada orang lain
  3. Tidak menyukai suara keras atau lampu yang terlalu terang
  4. Mudah merasa cemas dan kesal terhadap suatu situasi yang tidak biasa dan acara sosial
  5. Membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami suatu informasi
  6. Sering berpikir dan melakukan suatu tindakan berulang (repetitif).
  7. Tidak menunjukkan adanya ketertarikan pada objek
  8. Tidak melihat objek yang ditunjuk orang lain kepadanya
  9. Menghindari kontak mata dan sering ingin sendirian
  10. Sulit merespon orang yang berbicara dengannya, namun merespon terhadap suara – suara tertentu,
  11. Mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan rutinitas

Gejala autism umumnya muncul di usia 2 – 3 tahun. Beberapa perkembangan anak dapat menjadi terlambat, biasanya disadari sejak usia 18 bulan. Semakin dini ditemukannya gejala dan intervensi yang diberikan, outcome nya akan semakin baik.

 

Apa yang Harus Anda Lakukan?

Tidak ada pengobatan khusus untuk orang dengan ASD. Namun penelitian mneyebutkan bahwa intervensi dini dapat berdampak baik untuk perkembangan anak. Intervensi dini dilakukan pada saat anak baru lahir hingga usia 3 tahun unutk mengembangkan kemampuan anak. Intervensi berupa terapi untuk membantu anak bicara, berjalan, dan berinteraksi dengan orang lain, terapi berperilaku, terapi bermain, terapi okupasional, dan terapi fisik.

 

Referensi

  • Apa itu Autisme? (n.d.). Retrieved from Autism Recovery Network: https://autisme.co.id/autisme/apa-itu-autisme/
  • What is Autism? (n.d.). Retrieved from Autism Speaks: https://www.autismspeaks.org/what-autism
  • What is Autism? (2019, April 18). Retrieved from National Health Service UK: https://www.nhs.uk/conditions/autism/what-is-autism/
  • What is ASD? (2020, March 25). Retrieved from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html
  • Cherney, K. (2019, March 8). Everything You Need to Know About Autism. Retrieved from Healthline: https://www.healthline.com/health/autism#TOC_TITLE_HDR_1
  • 30 Facts to Know about Autism Spectrum Disorder . (2019, August 5). Retrieved from Massachusetts General Hospital: https://www.massgeneral.org/children/autism/lurie-center/30-facts-to-know-about-autism-spectrum-disorder
  • 10 Facts about Autism Spectrum Disorder (ASD). (2020, November 4). Retrieved from Administration for Children and Families: https://www.acf.hhs.gov/ecd/10-facts-about-asd

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :