Beranda > Artikel > Muntah Terus Menerus: Kenali Gejala Muntaber pada Anak

Muntah Terus Menerus: Kenali Gejala Muntaber pada Anak

Anak anda muntah-muntah dan sering buang air besar? Jangan dianggap sepele! Muntaber atau gastroenteritis dapat terjadi karena peradangan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada saluran pencernaan. Penyakit ini dapat tersebar melalui kontak dengan orang yang sedang terinfeksi, memakan makanan atau meminum minuman yang terkontaminasi oleh kuman penyebab infeksi. Perlu diperhatikan khususnya terutama bagi anda yang tinggal di daerah permukiman padat penduduk dan kebersihan lingkungan yang kurang baik. Walaupun muntaber dapat sembuh dengan sendirinya, namun penting untuk dikenali gejala awalnya untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti kurang cairan (dehidrasi).

Apa saja gejala umum muntaber yang anda harus perhatikan?

Dalam jangka waktu 1-3 hari, gejala utama yang biasanya muncul adalah buang air besar terus-menerus (diare) disertai dengan muntah-muntah dan mual. Selain itu, anak anda bisa tidak nafsu makan, demam, rewel, dan sakit perut, kram, dan sakit kepala. Yang harus diperhatikan pada saat ini adalah tanda-tanda dehidrasi seperti menangis tidak mengeluarkan air mata, mulut kering, dan jarang buang air kecil, karena diare dan muntah-muntah dapat menyebabkan dehidrasi. 

Kapan anda harus membawa anak ke dokter?

Walaupun muntaber dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, namun perlu diperhatikan tanda-tanda red flag kapan orang tua harus membawa si kecil ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Tanda-tanda tersebut antara lain adalah:

  • Demam diatas 40 derajat celcius
  • Tidak bisa makan atau minum
  • Muntah mengeluarkan darah
  • Diare berdarah
  • Muntah yang lebih dari 2 hari
  • Tanda dehidrasi seperti menangis tanpa air mata, mulut kering, dan buang air kecil yang berwarna sangat pekat atau jadi jarang. Pada kasus dehidrasi yang parah anak dapat tampak lesu dan tidak mau minum

Dokter kemudian akan memeriksa kondisi anak dan menanyakan beberapa gejala yang telah anak rasakan, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum muntaber. Kemudian, pemeriksaan penunjang akan dilakukan seperti tes darah lengkap, tes elektrolit, fungsi ginjal, dan tes sampel tinja yang akan dibawa ke laboratorium untuk dilihat apakah penyebab dari muntaber tersebut. 

Apa yang harus orang tua lakukan apabila anak mengalami muntaber?

Untuk menghindari tanda-tanda dehidrasi, anak perlu diberikan minum sesering mungkin terutama 15-20 menit setelah anak diare dan muntah. Selain itu, anak juga perlu memberikan larutan oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang. Oralit dapat dibeli secara bebas di apotik terdekat, namun perlu diperhatikan cara pembuatan dan pemberian oralit yang tertera pada kemasan agar fungsinya dapat bekerja secara maksimal. 

Selain minum, penting bagi anak anda untuk mendapatkan nutrisi dari makanan. Anak yang mengalami muntaber dapat diberikan porsi makan yang kecil namun sering, dan mengandung kalium yang tinggi seperti pisang, roti, kentang, ubi, dan nasi. Perbanyak makanan yang teksturnya encer seperti sup dan bubur. Apabila bayi masih mengkonsumsi ASI, berikan ASI seperti biasa. Hindari makanan yang tinggi serat, gula, makanan setengah matang, serta makanan olahan yang dapat memperparah kondisi anak seperti sayur-sayuran, buah-buahan, keju, yogurt, dan susu sapi. 

Cara pencegahan muntaber tergolong sangat mudah, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan personal seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan alat makan anak, hindari anak memasukkan barang ke dalam mulut, hindari mengkonsumsi makanan setengah matang, dan masak air sebelum diminum. 

Walaupun muntaber merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, namun perlu diperhatikan tanda-tanda red flag yang dapat berbahaya apabila diabaikan. Pantau terus gejalanya dan selalu jaga kesehatan anak anda dengan Aplikasi Carevo!

Bagikan ke orang terdekat anda

Baca juga :